Comscore Tracker

Pidato di PBB, PM Israel Dukung Two State Solution Palestina 

PM Israel juga mendukung kehadiran Palestina di forum global

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel Yair Lapid angkat bicara soal konflik negaranya dengan Palestina yang tak kunjung berakhir.

Mendapat giliran berpidato di Sidang Majelis Umum PBB, Lapid juga mendukung keaktifan Palestina di forum internasiona seperti PBB.

Baca Juga: Ini 6 Isu yang Dibawa Indonesia ke Sidang Majelis Umum PBB

1. Dukung soal Two State Solution

Pidato di PBB, PM Israel Dukung Two State Solution Palestina Anak Palestina menarik gerobak yang ditumpangi saudaranya saat mengungsi dari konflik bersenjata Israel dan milisi Palestina di Jalur Gaza, Palestina, Jumat (14/5/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem/foc.)

Dilansir dari News UN, Jumat (23/9/2022), Lapid mengatakan bahwa Two State Solution atau Solusi Dua Negara adalah yang paling tepat untuk konflik ini.

“Kesepakatan dengan Palestina, berdasarkan dengan Two State Solution adalah hal yang tepat untuk keamanan Israel, untuk ekonomi Israel dan anak-anak kita,” kata Lapid.

“Terlepas dari semua hambatan, sampai hari ini, sebagian besar warga Israel mendukung visi Two State Solution ini. Saya salah satunya,” lanjut dia.

Baca Juga: Memahami Two-State Solution, Solusi Israel-Palestina yang Sulit Diraih

2. Israel mau ada perdamaian

Pidato di PBB, PM Israel Dukung Two State Solution Palestina Ilustrasi Palestina (Dok. Google Map)

Lapid menegaskan bahwa perdamaian mewujudkan seluruh semangat manusia di dunia dan perdamaian adalah kemenangan di atas semua yang baik.

“Konflik tidak hilang dengan sendirinya. Permusuhan tidak hilang dengan sendirinya. Orang menciptakan konflik tapi juga bisa menggantinya dengan persahabatan,” ujar dia lagi.

Baca Juga: Indonesia Terus Komitmen Bantu Pengungsi Palestina 

3. Menyinggung nuklir Iran

Pidato di PBB, PM Israel Dukung Two State Solution Palestina Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid. (Instagram.com/yairlapid)

Selain berbicara soal Palestina, Lapid juga menyinggung soal nuklir Iran. Ia bersikeras bahwa Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir.

“Satu-satunya cara untuk mencegaj Iran mendapatkan senjata nuklir adalah dengan menempatkan ancaman militer dan lalu negoisasi yang kuat dengan mereka,” ujarnya.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya