Comscore Tracker

Rekam Aksi Protes di Myanmar, Warga Jepang Ditangkap 

Dia berprofesi sebagai pembuat film dokumenter

Jakarta, IDN Times - Otoritas Myanmar menahan seorang laki-laki asal Jepang setelah memergoki laki-laki tersebut merekam aksi protes rakyat Myanmar di Kota Yangon.

Dilansir dari Jiji, Senin (1/8/2022), laki-laki yang tak disebutkan namanya ini berusia sekitar 20 tahun. Menanggapi penangkapan ini, Kedutaan Besar Jepang di Myanmar dikabarkan telah meminta pembebasan warganya tersebut.

1. Merekam aksi protes soal eksekusi aktivis oleh junta militer

Rekam Aksi Protes di Myanmar, Warga Jepang Ditangkap Potret warga setempat saat menunggu kedatangan tahanan politik yang dibebaskan pada Selasa, 19 Oktober 2021. (twitter.com/Phyo Hein Kyaw)

Sejumlah media Jepang menyebut laki-laki itu bernama Toru Kubota. Ia berprofesi sebagai pembuat film dokumenter. Tak hanya dirinya, dua orang lain juga ditahan otoritas Myanmar di South Dagon, Yangon.

Namun, Kedubes Jepang di Myanmar belum mengeluarkan pernyataan terkait penangkapan warganya ini, pun tak ada pernyataan dari junta militer Myanmar atau Tatmadaw.

Sejak militer mengambil alih kekuasaan Myanmar, hampir 15 ribu orang telah ditahan dan 11.820 lainnya masih berada di pusat detensi Myanmar, menurut data kelompok Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

2. Militer juga menangkap warga Myanmar

Rekam Aksi Protes di Myanmar, Warga Jepang Ditangkap Demo menentang kudeta junta militer di negara bagian Kayin, Myanmar, pada 9 Februari 2021. (Wikimedia Commons/ninjastrikers)

Selain itu, penangkapan warga Myanmar juga kerap terjadi, terutama mereka yang melancarkan aksi protes.

Usai kudeta pada 1 Februari 2021, ratusan bahkan ribuan warga turun ke jalan untuk menentang junta dan meminta Aung San Suu Kyi dibebaskan. Namun, mereka berujung ditangkap oleh Tatmadaw.

Baca Juga: Malaysia Larang Junta Militer Myanmar Ikut Pertemuan Internasional  

3. Eksekusi empat aktivis oleh junta

Rekam Aksi Protes di Myanmar, Warga Jepang Ditangkap Demo menentang kudeta junta militer di Myamar yang digelar pada 14 Februari 2021. (Wikimedia Commons/MgHla (aka) Htin Linn Aye)

Saat ini, protes di Myanmar kembali meluas akibat junta mengeksekusi empat aktivis pro-demokrasi yang sebelumnya sempat ditahan. Diketahui, mereka juga merupakan loyalis Aung San Suu Kyi.

Eksekusi empat aktivis ini menuai kritik dan kecaman internasional, tak terkecuali Indonesia. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menyampaikan bahwa Presiden RI Joko Widodo kecewa dengan Myanmar dengan adanya eksekusi ini.

ASEAN juga segera merilis pernyataan yang mengutuk eksekusi tersebut dan meminta agar Myanmar menaati Lima Poin Konsensus yang telah disepakati bersama untuk memulihkan kondisi politik mereka.

Baca Juga: Myanmar Gunakan Pesawat Buatan Rusia untuk Serang Warga Sipil

Topic:

  • Rendra Saputra

Berita Terkini Lainnya