Comscore Tracker

Rudal Rusia Hantam Apartemen di Odessa, 10 Orang Tewas

Serangan ini mengenai warga sipil

Jakarta, IDN Times - Setidaknya 10 orang tewas dalam serangan rudal yang menyasar gedung apartemen di Odessa, selatan Ukraina, Jumat (1/7/2022) pagi waktu setempat. Serangan rudal ini disebut berasal dari pesawat yang berada di Laut Hitam.

“Satu rudal menghantam sebuah bangunan apartemen sembilan lantai,” kata juru bicara administrasi militer Odessa, Sergei Bratchuk.

1. Anak-anak menjadi korban luka

Bratchuk mengatakan tim penyelamat telah berusaha memberikan pertolongan pertama kepada tujuh orang yang terluka, termasuk tiga anak.

“Jumlah korban tewas dalam serangan ini jadi 10 orang,” ujar Bratchuk lagi, dikutip dari Strait Times, Jumat (1/7/2022).

Serangan rudal di hunian warga sipil ini terjadi beberapa hari setelah serangan rudal Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan di Kremenchuk, Ukraina tengah dan menewaskan 18 warga sipil.

Baca Juga: Bertemu Putin, Jokowi Tawarkan Jembatan Perdamaian Rusia-Ukraina

2. Pasukan Rusia mundur dari Pulau Ular

Sementara itu, pasukan Rusia dilaporkan telah muncur dari Pulau Ular. Ukraina mengatakan mundurnya pasukan Moskow karena tidak tahan menahan gempuran serangan dari Kiev.

Meski begitu, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, menyampaikan penjelasan yang berbeda. Konashenkov mengatakan mundurnya pasukan Moskow demi membuka koridor kemanusiaan yang disepakati dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

3. Pulau Ular sangat strategis

Rudal Rusia Hantam Apartemen di Odessa, 10 Orang TewasPantai Arcadia di Odessa, Ukraina (leodessa.com)

Koridor kemanusiaan yang dimaksud Igor Konashenkov adalah jalur aman untuk mengekspor produk pertanian seperti gandum dan jagung dari pelabuhan Ukraina. Blokade Rusia di Laut Hitam telah membuat Ukraina tidak dapat mengeluarkan produk pertaniannya, yang memicu kenaikan harga pangan secara global.

Pulau Zmiinyi atau Pulau Ular sendiri merupakan pulau kecil tandus yang ada di Laut Hitam. Pulau tersebut telah diperebutkan sejak awal invasi Rusia pada 24 Februari. Dengan menguasai Pulau Zmiinyi, Rusia memiliki banyak keuntungan, di antaranya mendominasi Laut Hitam bagian barat dan dapat meluncurkan serangan yang mengancam pelabuhan Odessa, Ukraina.

 

Baca Juga: Rusia Mundur dari Pulau Zmiinyi, Ukraina: Tak Kuat Menahan Serangan

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya