Rusia: RS Anak di Ukraina Terkena Anti-Rudal Buatan Barat

Rusia klaim menyerang fasilitas militer Ukraina

Jakarta, IDN Times - Rusia dengan tegas menolak klaim tuduhan Ukraina dan negara Barat terkait serangan terhadap rumah sakit anak-anak di ibu kota Kiev, Senin kemarin.

“Serangan Rusia dilakukan terhadap infrastruktur penting dan sasaran militer yang terkait dengan potensi militer Ukraina,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, dikutip dari Xinhua, Rabu (10/7/2024).

Peskov juga membantah adanya serangan yang disengaja terhadap fasilitas sipil dan warga sipil. Sebaliknya, Peskov mengatakan bahwa rumah sakit anak-anak itu terkena serangan anti-rudal Ukraina sendiri.

1. RS di Kiev kena anti-rudal buatan Barat

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan bahwa banyak saksi mata dan sumber lain mengonfirmasi bahwa rumah sakit anak-anak tersebut terkena serangan rudal permukaan udara buatan Barat.

“Serangan rudal permukaan ini berasal dari sistem pertahanan udara Ukraina yang keluar jalur dan buatan barat,” ucap Zakharova.

Baca Juga: Dibom Rusia, Ukraina Desak DK PBB Segera Rapat Darurat

2. Korban tewas meningkat jadi 42 orang

Serangan rudal Rusia menghantam sebagian rumah sakit anak-anak d Kiev, Ukraina serta sejumlah kota lainnya di Ukraina. Akibatnya, total 42 orang tewas dan lebih dari 170 lainnya terluka.

“Rusia melancarkan serangannya pada siang hari dengan menyasar kota-kota di seluruh Ukraina di jam sibuk. Serangan lainnya menyasar Dnipro, Kryvyi Rih, Slovyansk dan Kramatorsk,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Rumah sakit di Kiev yang diserang rudal Rusia merupakan pusat kesehatan anak-anak terbesar di Ukraina, termasuk melayani pasien anak-anak yang menderita kanker.

3. Lebih dari 600 pasien dievakuasi dari rumah sakit

Menteri Kesehatan Ukraina Viktor Liashko menegaskan bahwa tim penyelamat sudah mengevakuasi lebih dari 600 pasien dari rumah sakit tersebut.

“Lebih dari 100 orang juga sudah dipindahkan ke fasilitas kesehatan lainnya,” ucap dia.

Serangan Rusia kali ini dilaporkan menyasar kota-kota yang padat penduduk dan di siang hari, di mana para warga sedang beraktivitas.

Baca Juga: PM India ke Rusia, Putin Sambut Hangat: Sahabat!

Topik:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya