Kapal Selam Rusia Berhasil Uji Coba Peluncuran Rudal Antar Benua

Makin canggih instalasi militer angkatan laut Rusia

Severomorsk, IDN Times - Bukan hanya peralatan rudal darat yang mendapatkan perhatian dari Rusia. Baru-baru ini, Militer Rusia mengklaim telah berhasil melakukan uji coba peluncuran rudal antar benua dari kapal selam bertenaga nuklir yang mereka miliki.

Angkatan Laut Rsuai menyebutkan bahwa kapal selam bertenaga nuklir yang mereka miliki, telah sukses untuk melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antar benua, demikian menurut Biro Pers dari Armada Utara Rusia pada Selasa (22/5/2018) lalu, seperti dikutip dari laman berita TASS.

1. Kapal selam tenaga nuklir itu sukses meluncurkan empat buah rudal antar benua

Kapal Selam Rusia Berhasil Uji Coba Peluncuran Rudal Antar Benuasputniknews.com

Kapal selam perang bertenaga nuklir yang diberi nama yuri Dolgoruky itu, telah sukses melakukan uji coba peluncuran sebanyak empat buah peluru kendali antar benua (ICBM) yang diberi nama Bulava.

Uji coba peluncuran rudal itu dilakukan di Laut Putih dengan target sasaran di kisaran Kura yang berada di Semenanjung Kamchatka, Rusia Timur Jauh.

"Pada 22 Mei yang lalu, Proyek yang diberi kode kelas Borei 955 telah menuntun kapal selam nuklir strategis Yuri Dolgoruky untuk mencapai kesuksesan dalam peluncuran empat buah rudal balistik antar benua Bulava dari titik di Laut Putih hingga mencapai target sasaran yang berada di sekitar Kura di Semenanjung Kamchatka," kata Biro Layanan Angkatan Laut Rusia.

Menurut penjelasan tambahan dari Layanan Biro Pers Angkatan Laut, peluncuran rudal balistik itu dilakukan dari posisi kapal yang tengah dalam keadaaan menyelam di dalam permukaan air. 

Peluncuran tersebut merupakan tembakan salvo pertama dari jenis kapal selam ini.

2. Uji coba ini juga guna memastikan kesiapan kapal selam dan sistem peluncuran rudal bulava

Uji coba peluncuran rudal balistik antar benua dari kapal selam ini, juga merupakan bagian dari pengujian kesiapan tempur kapal selam strategis Project 955 Borei dan juga Sistem Rudal Bulava.

Latihan uji coba peluncuran dari kapal selam ini juga menjadi penanda peluncuran simultan pertama dari empat buah rudal Bulava, yang mampu membawa beberapa hulu ledak nuklir dan memiliki tingkat jangkauan daya jelajah yang mencapai hingga 9300 kilometer.

"Uji coba ini juga untuk mengonfirmasi kesiapan tempur dari kapal selam strategis Project 955 Borei dan juga Sistem Peluncuran Rudal Balistik Bulava," demikian tambahan Biro Layanan Pers.

3. Uji coba peluncuran rudal Bulava ini bukan kali pertama

Kapal Selam Rusia Berhasil Uji Coba Peluncuran Rudal Antar Benuathemoscowtime.com

Uji coba peluncuran rudal balistik antar benua Bulava ini bukan kali pertama dilakukan oleh Angkatan Laut Rusia. Uji coba peluncuran Bulava sebelumnya dilakukan pada 26 Juni 2017 dari laut Barents. Uji coba peluncuran itu juga dilakukan dari kapal selam yang sama yakni Yuri Dolgoruky.

Sementara itu, percobaan peluncuran salvo dari kedua rudal tersebut dilakukan pada 27 September 2016. 

Angkatan Laut Rusia menyebutkan bahwa hulu ledak tiruan yang dibawa oleh rudal antar benua (ICBM), mampu mencapai sasaran tembak yang terletak di lapangan tembak Kura, Semenanjung Kamchatka, bagian Rusia Timur Jauh.

Rudal balistik antar benua berkode R-30 Bulava merupakan rudal balistik propelan-padat yang dikembangkan secara khusus untuk kapal selam Project 955.

Rudal balistik ini mampu mengangkut 10 hulu ledak, dengan masing-masing 150 kiloton dalam jangkauan radius hingga mencapai 10 ribu kilometer.

Sementara itu, kapal selam Yuri Dolgoruky merupakan satu dari tiga buah kapal selam kelas Borei baru di operasional Angkatan Laut Rusia. Kapal selam ini memiliki ukuran panjang 160 meter dan lebar 13 meter yang dapat dipersenjatai dengan rudal jelajah.

Selain Yuri Dolgoruky, dilaporkan bahwa Rusia juga tengah mengembangkan lima buah kapal selam lainnya yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Kapal-kapal selam generasi terbaru ini, menurut rencana akan digunakan untuk menggantikan beberapa kapal selam tua milik Rusia, yang telah beroperasi semenjak masa Uni Soviet.

Subagiyo Photo Verified Writer Subagiyo

Biarkan saja seperti ini.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya