Comscore Tracker

Konflik Perbatasan India Berlanjut, PM Pakistan Ingin Perdamaian 

Pakistan ingin ada perdamaian sesuai pedoman PBB

Tangerang Selatan, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Jumat (19/8/2022) mengatakan bahwa pihaknya menginginkan perdamaian dengan India, termasuk penyelesaian yang adil dan damai di perbatasan wilayah Jammu dan Kashmir, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Hal itu disampaikan saat berdiskusi dengan Neil Hawkins, Komisaris Tinggi Australia untuk Pakistan, dikutip dari The Hindustan Times

"Resolusi yang adil dan damai dari perselisihan Jammu dan Kashmir sesuai dengan resolusi DK PBB yang relevan dan keinginan rakyat Kashmir, sangat diperlukan untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan itu," kata PM Shehbaz.

Shehbaz menegaskan, komunitas Internasional harus memainkan perannya untuk memfasilitasi perdamaian jangka panjang di Asia Selatan. 

1. Eks PM Pakistan puji kebijakan India karena tidak terlalu berporos kepada AS  

Pernyataan Shafir muncul setelah mantan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, memuji India atas kebijakan luar negerinya yang dinilan Independen. Saat itu, Shafir mengecam negara-negara barat karena mengkritik India, lantaran membeli minyak dari Rusia.

Sejak dilengserkan dari kekuasaanya pada bulan April, Imran telah mengecam segala kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dia juga sempat memuji India karena terus membeli minyak Rusia, meskipun menjadi sekutu strategis AS.

Imran Khan, yang menjabat sebagai ketua umum partai PTI, memutarkan sebuah video klip Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar, yang mengatakan bahwa, New Delhi akan melakukan yang terbaik untuk rakyat mereka. Hal itu sampaikan Khan saat rapat akbar PTI minggu lalu di Lahore.

"Ketika Menteri Luar Negeri India diminta untuk tidak membeli minyak Rusia, dia mengatakan siapa mereka untuk mendikte kebijakan luar negeri India. Eropa membeli minyak Rusia dan orang-orang membutuhkannya. Dia mengatakan bahwa mereka akan terus membelinya," kata Imran Khan, yang mengutip pernyataan Jaishankar.

Baca Juga: Amankan Proyek Rp886 T, China Mau Bangun Pos Militer di Pakistan

2. Eks PM Pakistan kecam Shehbaz karena terlalu tunduk pada AS  

Sembari membandingkan kebijakan India, pimpinan PTI itu mengecam pemerintahan Shehbaz, karena dinilai terlalu tunduk pada tekanan AS terkait membeli minyak dari Rusia, dikutip dari The Economic Times.

"Kami telah berbicara dengan Rusia tentang membeli minyak yang lebih murah, tetapi pemerintah ini tidak memiliki keberanian untuk mengatakan tidak pada tekanan AS. Harga bahan bakar meroket, orang-orang berada di bawah garis kemiskinan. Saya menentang perbudakan ini," kata Khan.

“Jika India yang merdeka pada saat yang sama dengan Pakistan dan jika New Delhi dapat mengambil sikap tegas dan membuat kebijakan luar negeri mereka sesuai kebutuhan rakyatnya, maka siapa mereka (pemerintah Shehbaz Sharif) yang akan mengikutinya,” sambungnya.

Khan merujuk pada pernyataan Jaishankar yang disampaikan ketika forum GLOBSEC di Slovakia, tepatnya pada Juni 2022. Pada forum itu, Jaishankar membalas kritik barat yang menurutnya tidak adil, lantaran India membeli minyak dari Rusia di tengah perang di Ukraina masih berlanjut.

3. Pakistan ingin hubungan bilateral yang lebih kuat bersama Australia  

Konflik Perbatasan India Berlanjut, PM Pakistan Ingin Perdamaian Ilustrasi bendera Australia (unsplash.com/Amber Weir)

Sementara itu, PM Sharif telah menegaskan bahwa Pakistan memiliki komitmen kuat kepada Australia untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Termasuk perdagangan, investasi, pertanian dan peternakan.

Pakistan juga ingin perkuat hubungan untuk kerja sama pendidikan, hubungan udara langsung, migrasi yang terampil dan kontak orang-ke-orang, kata Sharif.

Hawkins, utusan Australia untuk Pakistan, meresponnya dan menginginkan hubungan bilateral yang lebih kuat antara kedua negara.

Baca Juga: Bus Tabrak Truk Tangki di Pakistan, 20 Orang Tewas

Syahreza Zanskie Photo Verified Writer Syahreza Zanskie

Road to become a Journalist

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya