Comscore Tracker

Debat Capres AS 2020, Trump Dukung Organisasi Pro Islamofobia

The Proud Boys mendapat kode bersiap

Jakarta, IDN Times – Dalam debat kandidat presiden AS 2020, petahana Presiden Donald J Trump justru memberikan dukungan kepada kelompok ekstrimis sayap kanan. Trump menjawab pertanyaan soal isu kekerasan berbasis ras yang belakangan marak terjadi di kota-kota di AS. Isu ini adalah salah satu dari enam topik yang dibahas dalam debat seri pertama antara Trump melawan Joe Biden, kandidat dari Partai Demokrat.

Chris Wallace, moderator debat seri pertama yang digelar di sebuah universitas di Cleveland, Ohio, pada Selasa malam (29/9/2020) waktu setempat, menanyakan apakah Trump akan memerintahkan kelompok supremasi kulit putih yang memicu kekerasan di sejumlah tempat untuk “mundur?”

Trump menjawab dengan, “Beri saya nama.” Dan, Joe Biden menyebut, “The Proud Boys.”

1. Trump menolak menyebutkan nama kelompok sayap kanan dan pendukung supremasi kulit putih mana pun

Debat Capres AS 2020, Trump Dukung Organisasi Pro IslamofobiaPanggung untuk acara debat kepresidenan pertama antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan calon presiden Amerika Serikat dari Demokrat sekaligus mantan wakil presiden Joe Biden di kampus Cleveland Clinic di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, Senin (28/9/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst)

Baca Juga: [CEK FAKTA] Debat Capres AS: Klaim Trump dan Biden, Mana yang Bohong?

Alih-alih menjawab pertanyaan dan menyebut nama kelompok sayap kanan dan pro supremasi kulit putih, Trump malah menjawab dengan membahas soal antifa. Trump tidak mencela kelompok supremasi sayap kanan atau kulit putih mana pun.

Dia malah berkata, "Proud Boys, mundur dan bersiaplah, tapi saya akan memberitahu kalian, seseorang harus melakukan sesuatu tentang antifa dan kelompok kiri, karena ini bukan masalah sayap kanan. Ini adalah masalah sayap kiri."

2. Kelompok Proud Boys menganggap pernyataan Trump sebagai komando bergerak

Debat Capres AS 2020, Trump Dukung Organisasi Pro IslamofobiaPara kru menyiapkan aula tempat debat calon presiden pertama antara Presiden AS Donald Trump dengan calon presiden Demokrat dan mantan Wakil Presiden Joe Biden di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, Senin (28/9/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Brian Snyder)

Di akun media sosial Telegram the Proud Boys, nampak bahwa kelompok itu menganggap pernyataan Trump sebagai perintah bergerak. "Siap berdiri dan berdiri di dekat, Pak," tulis akun itu. Akun tersebut kemudian memposting dua video jawaban, termasuk satu dengan teks, "Tuhan. Keluarga. Persaudaraan", di mana seorang pria melolong di TV sebagai tanggapan atas pernyataan Trump.

Antifa adalah gerakan politik anti-fasis dan sayap kiri di Amerika Serikat yang terdiri dari serangkaian kelompok otonom yang ingin mencapai tujuan mereka melalui aksi langsung tanpa kekerasan, dan memilih lewat reformasi kebijakan.

3. Sikap the Proud Boys dapat dukungan di media sosial

Debat Capres AS 2020, Trump Dukung Organisasi Pro IslamofobiaPresiden Amerika Serikat Donald Trump tiba untuk reli kampanye di Moon Township, Pennsylvania, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Tom Brenner

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Kenapa "All Lives Matter" Sangat Sensitif

Banyak orang di media sosial yang mengidentifikasi diri dengan kelompok itu menggemakan pesan tersebut bahwa mereka, "siap berdiri dan berdiri di samping". Satu akun media sosial yang dikenal pendukung grup tersebut membuat "Stand back. Stand by" dalam logo barunya.

Laman NBC, mengutip Megan Squire, seorang profesor ilmu komputer di Elon University,North Carolina, yang melacak ekstremisme di ranah internet, mengatakan, Trump memberikan perintah the Proud Boys sebagai "fantasi" mereka yang telah lama dicari.

"Mengatakan Proud Boys bersemangat dengan ini adalah pernyataan yang meremehkan," kata Squire. "Mereka pro-Trump sebelum teriakan ini, dan mereka benar-benar puas sekarang. Fantasi mereka adalah melawan antifa dalam pembelaannya, dan dia (Trump) tampaknya hanya meminta mereka untuk melakukan hal itu."

4. Apa sih the Proud Boys, organisasi sayap kanan yang dikasi kode oleh Trump?

Debat Capres AS 2020, Trump Dukung Organisasi Pro IslamofobiaPendukung Trump membawa spanduk saat menghadiri reli kampanye Presiden Donald Trump di Reno, Nevada, Amerika Serikat, Sabtu (12/9/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst/AWW)

Menurut Anti-Defamation League, sebuah organisasi nirlaba yang melacak kelompok-kelompok ekstremis, The Proud Boys, sebuah organisasi yang menggambarkan dirinya "Chauvinis Barat", dan dianggap sebagai kelompok yang menebarkan kebencian dengan cara kekerasan, mengklaim nasionalistik, Islamofobia, transfobik, dan misoginis.

Anggota the Proud Boys berbaris di rapat umum "Satukan Hak" di Charlottesville, Virginia, dan telah mengorganisir protes menentang Black Lives Matter dalam beberapa bulan terakhir.

Kelompok itu baru-baru ini menggelar unjuk rasa di Portland, Oregon, untuk mendukung Trump. Sekitar 200 orang, beberapa melengkapi dirinya dengan senjata, menghadiri rapat umum tersebut, jauh dari perkiraan awal yang diklaim akan dihadiri ribuan orang.

 

5. Usai debat capres, Joe Biden mengunggah tanggapan di akun Twitter-nya

Debat Capres AS 2020, Trump Dukung Organisasi Pro IslamofobiaCalon presiden dari Partai Demokrat AS dan mantan Wakil Presiden Joe Biden membahas dampak reaksi pemerintah Trump dalam penanggulangan wabah penyakit virus corona (COVID-19) terhadap ekonomi AS saat berpidato di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Jumat (4/9/2020). (ANTARA FOTO/REUTERS/Kevin Lamarque)

Setelah debat capres berakhir, pengelola the Proud Boys, Joe Biggs, juga memuat pernyataan bahwa dia "menunggu". Dan, dia menyebutkan, presiden "pada dasarnya mengatakan untuk mengacaukan mereka." Ini merujuk ke Antifa.

"Presiden Trump menyuruh anak-anak yang bangga untuk berdiri karena seseorang perlu berurusan dengan ANTIFA ... baiklah Pak! Kami siap !!” tulis Biggs.

CEO Anti-Defamation League Jonathan Greenblatt mengatakan dalam sebuah tweet bahwa jawaban presiden 'mencengangkan'. "Presiden Trump berutang pada Amerika permintaan maaf atau penjelasan," katanya. "Sekarang."

Komentar Trump menuai kecaman luas di media sosial. Yamiche Alcindor, koresponden Gedung Putih untuk "PBS NewsHour", mengatakan di akun Twitter-nya bahwa dia mengutip penolakan untuk mengutuk supremasi kulit putih beberapa kali saat siaran.

"Itu adalah momen yang luar biasa bagi panglima tertinggi (AS), karena supremasi kulit putih dipandang oleh para ahli keamanan nasional sebagai ancaman bagi keamanan nasional," tulisnya.

Laman Wired memuat, David French, seorang komentator konservatif yang mengkritik Trump, men-tweet bahwa komentar Trump adalah "seruan untuk bersiap".

"Di negara yang dilanda kerusuhan, itu adalah salah satu pernyataan paling tidak bertanggung jawab dan tercela yang pernah saya lihat dari seorang presiden," tulis French.

Politisi Partai Demokrat ikut bersuara.

"Mari kita perjelas: The Proud Boys adalah supremasi kulit putih," tweet Gubernur Oregon Kate Brown. "Rasisme dan kebencian bukanlah bentuk patriotisme."

Senator Cory Booker dari New Jersey mengunggah cuitan: "Donald Trump diminta untuk mengutuk supremasi kulit putih malam ini. Dia tidak akan mau. Dia harus dikalahkan."

Biden mengomentari reaksi Proud Boys, menanggapi seorang jurnalis yang menampilkan tangkapan layar media sosial kelompok yang merayakan penyebutan tersebut.
"Ini. Ini Amerika milik Donald Trump," cuit Biden.

Baca Juga: 7 Aksi Demonstrasi Ini Berhasil Ubah Dunia, Termasuk #BlackLivesMatter

Topic:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya