Comscore Tracker

Ada Varian Delta, CDC Malah Bolehkan yang Sudah Divaksin Gak Bermasker

Terjadi silang pendapat antara pemerintah dengan CDC

Jakarta, IDN Times - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) bersikeras untuk mempertahankan aturan bahwa mereka yang sudah divaksinasi penuh boleh beraktivitas di luar ruangan tanpa masker.

Dilansir Reuters, Direktur CDC Rochelle Walensky menolak untuk mempertimbangkan peninjauan terhadap aturan tersebut, sekalipun varian Delta kini menjadi tantangan Negeri Paman Sam untuk mengakhiri pandemik COVID-19.

Baca Juga: WHO Geram Ada Negara Izinkan Masyarakat Beraktivitas Tanpa Masker

1. Ada silang pendapat antara pemerintah dengan CDC

Ada Varian Delta, CDC Malah Bolehkan yang Sudah Divaksin Gak BermaskerMonumen Tezozomoc terlihat dengan masker pelindung yang bertuliskan "Untuk Negeri Kami", saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Mexico City, Meksiko, Senin (21/9/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Jasso)

Keterangan Walensky bertepatan dengan laporan yang mengatakan bahwa pemerinah sedang meninjau pedoman tersebut. Pasalnya, aturan itu dirilis pada Mei lalu sebagai salah satu strategi inokulasi nasional dan belum mempertimbangkan ancaman varian Delta.

"Apa yang mereka (CDC) lakukan adalah menyelidiki setiap aspek dari setiap perubahan yang bisa atau mungkin terjadi. Kami mengikuti sains,” kata Presiden Joe Biden kepada awak media di Gedung Putih.

2. Kasus infeksi di AS naik 53 persen pekan ini

Ada Varian Delta, CDC Malah Bolehkan yang Sudah Divaksin Gak BermaskerSeorang sukarelawan meletakkan bendera Amerika mewakili beberapa dari 200.000 nyawa yang hilang di Amerika Serikat dalam pandemi penyakit virus korona (COVID-19) di National Mall, Washington, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Joshua Roberts)

Pada Rabu (21/7/2021) kemarin, Presiden mengatakan bahwa CDC akan merekomendasikan anak-anak yang tidak divaksinasi untuk memakai masker di sekolah, ketika distrik-distrik di seluruh negeri bersiap membuka kembali sekolah untuk tahun ajaran mendatang.

Dalam tujuh hari terakhir, rata-rata kasus penularan di Amerika naik 53 persen jika dibandingkan pekan sebelumnya. Varian Delta, yang memiliki daya penularan tinggi dan pertama kali ditemukan di India, mencakup lebih dari 80 persen kasus baru nasional.

Dikutip dari Worldometer, Amerika telah mencatat 35 juta infeksi selama pandemik COVID-19 dengan 626 ribu kematian. Kendati kurva penularan mulai mengalami kenaikan, angkanya enam kali lebih rendah daripada rekor kasus harian tertinggi pada 8 Januari 2021, yaitu 305.505 infeksi dalam sehari.

Baca Juga: Luhut Bicara soal Peluang Warga Boleh Lepas Masker usai Divaksinasi

3. Peningkatan kasus terjadi di daerah dengan vaksinasi rendah

Ada Varian Delta, CDC Malah Bolehkan yang Sudah Divaksin Gak BermaskerIlustrasi vaksinasi COVID-19 (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Ironisnya adalah Walensky berikukuh mempertahankan aturan pelonggaran masker ketika rumah sakit di beberapa wilayah mulai kewalahan menampung pasien COVID-19.

Peningkatan kasus terkonsentrasi di daerah dengan tingkat vaksinasi rendah. Florida, Texas, dan Missouri menyumbang 40 persen dari semua kasus baru secara nasional. Sekitar 1 dari 5 kasus nasional disumbangkan oleh Florida, kata Jeffrey Zients selaku Satgas COVID-19 untuk Gedung Putih.

Zients mengatakan bahwa Washington akan terus mendistribusikan puluhan juta vaksin COVID-19 ke seluruh dunia. Gedung Putih pada Juni mengumumkan rencana untuk mendistribusikan sekitar 80 juta vaksin COVID-19 secara global.

Pakar penyakit Anthony Fauci mengatakan, tidak ada alasan bagi orang yang menerima vaksin Johnson & Johnson untuk berasumsi bahwa memerlukan dosis booster dari vaksin Pfizer atau Moderna.
 

Baca Juga: Kasus Naik, Los Angeles Kembali Wajibkan Pakai Masker

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya