Di Tiongkok, AOV Hanya Boleh Dimainkan Maksimal 2 Jam 

Kecanduan AOV di Tiongkok sudah bahaya banget guys~

Guangdong, IDN Times - Raksasa teknologi Tiongkok, Tencent HL, memperkenalkan aturan baru untuk mengidentifikasi para gamers yang masih di bawah umur. Aturan ini dibuat untuk menghadapi kecanduan game yang sedang melanda anak-anak di Negara Tirai Bambu itu,  

 

1. Tencent akan bekerja sama dengan pemerintah

Di Tiongkok, AOV Hanya Boleh Dimainkan Maksimal 2 Jam Zanis - Hero Spotlight Garena AOV (Arena Of Valor)

Dilansir dari BBC, aturan ini mulai diterapkan oleh Tencent HL sejak pertengahan September untuk permainan Honor of Kings. Nantinya, para pengguna akan dimintai data pribadi yang kemudian dicocokkan dengan basis data keamanan publik Tiongkok.  

Honor of Kings adalah nama lain dari Arena of Valor yang digunakan di Tiongkok. Bila data pengguna yang teridentifikasi masih anak-anak, mereka akan dibatasi waktu bermainnya. Tencent HL menjadi perusahaan game pertama di dunia yang membuat aturan pembatasan usia. 

 

2. Game hanya bisa dimainkan satu hingga dua jam

Di Tiongkok, AOV Hanya Boleh Dimainkan Maksimal 2 Jam telenews.pk

Banyak media lokal yang mengkritisi game Honor of Kings karena membuat candu anak-anak. Seperti People's Daily yang menyebut game ini sebagai "racun". Bahkan, kantor berita Xinhua mencatat penderita miopia akibat kecanduan game semakin meningkat di Tiongkok.  

Oleh sebab itu, Tencent HL akan membatasi durasi bermainnya. Bagi mereka yang berusia di bawah 12 tahun, diizinkan untuk bermain selama satu jam. Bagi mereka yang berusia 13-18 tahun, dibolehkan memainkannya selama dua jam.  

 

Baca Juga: 6 Game Simulasi Terbaru yang Bakal Dirilis Tahun 2018

3. Beberapa game produksi Tencent HL sempat dilarang beredar

Di Tiongkok, AOV Hanya Boleh Dimainkan Maksimal 2 Jam phys.org

Fenomena kecanduan game juga dikritisi oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping. Ia meminta otoritas terkait untuk membatasi durasi bermain game.  

Menanggapi berbagai kritikan, perusahaan yang juga mengembangkan WeChat ini akan membuat permainan yang lebih mendukung perkembangan anak-anak. "Lebih baik untuk membimbing pengguna di bawah umur dengan game yang lebih masuk akal," demikian rilis resmi Tencent HL.  

Awal September, Tencent HL sempat merilis game Monster Hunter World. Namun, otoritas Tiongkok melarang peredaran game itu beberapa hari kemudian. Belum ada penjelasan resmi mengapa permainan tersebut dilarang. Biasanya, game akan dilarang karena mengandung unsur kekerasan, penggunaan obat, atau berkonten pornografi.  

Kamu setuju gak kalau pemerintah Indonesia membuat aturan soal pembatasan bermain game?
 

Baca Juga: Tokyo Game Show 2018, Ini 5 Publisher dan Game yang Akan Ada di Sana

Topik:

  • Vanny El Rahman
  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya