Comscore Tracker

AS Janji Bantu Negara Arab yang Mau Berhubungan dengan Israel

Israel iming-imingi kesepakatan dagang bernilai Rp9,2 T

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, berjanji untuk mendorong lebih banyak negara Arab menormalisasi hubungannya dengan Israel. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (17/9/2021), ketika Blinken menghadiri pertemuan virtual dalam rangka satu tahun hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Israel.

Dikutip dari Reuters, acara itu dihadiri oleh pejabat senior Israel, UEA, Arab Saudi, Bahrain, dan Maroko. Mereka semua adalah negara-negara yang terlibat dalam Kesepakatan Abraham, salah satu torehan apik yang berhasil dicapai oleh mantan Presiden AS Donald Trump.

"Pemerintahan ini akan terus menjaga supaya normalisasi yang diupayakan oleh pemerintahan terakhir tetap berjalan,” kata Blinken.

Baca Juga: MA Israel Tegakkan UU Israel Sebagai Negara Bangsa Yahudi

1. AS ingin Kesepakatan Abraham menjangkau banyak negara Arab

AS Janji Bantu Negara Arab yang Mau Berhubungan dengan IsraelMenteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken. (Twitter.com/SecBlinken)

Keterangan Blinken sekaligus mengonfirmasi bahwa pemerintahan Joe Biden akan meneruskan salah satu kebijakan yang dinilai sebagai pencapaian Trump. Sejak Januari, Biden dan jajarannya secara terang-terangan mendukung negara-negara Arab yang ingin menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Blinken menambahkan, pemerintahan Biden akan membina hubungan Israel dengan negara-negara Arab. Dia juga menyinggung soal Sudan, yang sudah mencapai terobosan dengan Israel tahun lalu. Dia juga berharap kesepakatan damai antara Israel dengan Mesir dan Yordania tetap bertahan.

"Kami ingin memperluas lingkaran diplomasi damai," tutur Blinken, yang ingin mengakhiri permusuhan antara negara-negara Arab dengan Israel selama beberapa dekade terakhir.

2. AS sebut normalisasi Arab-Israel demi kebaikan Palestina

AS Janji Bantu Negara Arab yang Mau Berhubungan dengan IsraelMenteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken. (Instagram.com/secblinken)

Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid, setuju dengan gagasan memperluas cakupuan Kesepakatan Abraham. Lapid juga mengatakan bahwa kesepakatan itu berpotensi menghasilkan 650 juta dolar AS (sekitar Rp9,2 triliun) dari perdagangan langsung.

Kesepakatan Abraham bermula dari perjanjian antara Israel, UEA, dan Bahrain di Gedung Putih pada September tahun lalu. Bulan berikutnya, Israel dan Sudan mengikuti langkah tersebut. Begitu pula dengan Maroko pada bulan Desember.

Normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan Israel menyakiti hari rakyat Palestina. Mereka merasa dikhianati karena negara-negara Arab justru menjalin hubungan dengan Israel yang menduduki Palestina. Presiden Trump juga dikritik karena mengabaikan aspirasi rakyat Palestina dalam Kesepakatan Abraham.

Terkait kritik Palestina, Blinken justru menyebut normalisasi dengan Israel sebagai langkah untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat Palestina.

“Kita semua harus menumbuhkan normalisasi, untuk membuat perbaikan nyata dalam kehidupan orang Palestina, dan untuk membuat kemajuan menuju jangka panjang, tujuannya tetap untuk memajukan perdamaian, yang sedang dinegosiasikan antara Israel dan Palestina,” beber Blinken.

Baca Juga: Fakta Hubungan Unik Turki dan Israel, Love-Hate Relationship Banget!

3. Israel sebut normalisasi adalah kepentingan nasional negara Arab

AS Janji Bantu Negara Arab yang Mau Berhubungan dengan IsraelPenandatanganan Kesepakatan Abraham antara UEA, Bahrain, dan Israel, di Gedung Putih, pada 15 September 2020. twitter.com/SecPompeo

Menariknya adalah hubungan negara-negara Arab dengan Israel tetap berlangsung, sekali pun negara itu pada Mei lalu menyerang Jalur Gaza selama 11 hari. Padahal, ribuan nyawa meninggal dan ratusan gedung rata dengan tanah.

Menurut Kepala Konsulat Israel di Dubai, Ilan Sztulman Starosta, hal itu terjadi menjalin hubungan dengan Israel adalah kebijakan yang strategis.

"Seluruh dunia Arab disibukkan dengan apa yang terjadi di Gaza. Tapi tetap saja, mereka tidak mengubah kebijakan karena perdamaian dengan Israel adalah kepentingan nasional bagi pemerintah Emirat. Bagi kami ini sangat strategis,” kata Starosta, sebagaimana diberitakan The Straits Times.

Baca Juga: Pemimpin Israel-Mesir Diskusi Perdamaian Timur Tengah

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya