Comscore Tracker

COVID-19 Melonjak, Singapura Perketat Lockdown hingga 18 Agustus

195 kasus baru jadi infeksi harian tertinggi dalam 11 bulan

Jakarta, IDN Times - Singapura terpaksa memperketat lockdown atau penguncian selama sebulan ke depan, setelah lonjakan infeksi COVID-19 akibat klaster lokal. Patut disayangkan sebab dalam tiga minggu terakhir Singapura berada di koridor yang tepat untuk mengakhiri pandemik COVID-19, strategi yang disebut sebagai fase “menuju hidup berdampingan dengan corona.”

Negara kota di Asia Tenggara itu mencatat kasus penularan tertinggi dalam 11 bulan terakhir, dengan penambahan 195 infeksi pada 20 Juli 2021, berdasarkan data Worldometer. Otoritas Singapura akhirnya kembali menuju fase pengetatan seperti Mei lalu, yaitu larangan makan di tempat, menutup gym, dan membatasi pertemuan hanya untuk dua orang.  

Dilansir dari The Sydney Morning Herald, perkembangan virus terkini merupakan kemunduran bagi ambisi Singapura untuk menangani COVID-19 layaknya influenza dan memperlakukannya seperti endemik alih-alih pandemik.

1. Singapura belum yakin dengan pencapaian vaksinasinya

COVID-19 Melonjak, Singapura Perketat Lockdown hingga 18 AgustusIlustrasi vaksinasi COVID-19 (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Catatan inokulasi Singapura termasuk yang terbaik di kawasan Asia Tenggara. Sejauh ini, 46 persen dari total 5,5 juta populasi telah divaksinasi dosis penuh dan sekitar 73 persen telah menerima satu suntikan.

Kendati begitu, Singapura belum percaya diri dengan keampuhan kekebalan kawanan (herd immunity) tanpa intervensi kesehatan lainnya.

“Beberapa orang juga bertanya mengapa kami memperketat langkah-langkah jika kami berencana untuk hidup dengan COVID-19 pada akhirnya, dan bagaimana ini sesuai dengan rencana endemik COVID kami,” kata Menteri Perdagangan dan Industri, Gan Kim Yong

“Arah kami tidak berubah. Namun, ketika kami menguraikan rencana untuk hidup dengan COVID-19, kami juga menekankan bahwa kami perlu meningkatkan vaksinasi secara signifikan. Sementara itu kami masih perlu mengendalikan infeksi untuk melindungi mereka yang tidak divaksinasi, terutama orang tua,” kata pejabat yang juga ditugaskan sebagai Ketua gugus tugas penanganan virus corona.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Boris Johnson Cabut Lockdown Inggris

2. Lockdown level 2 diterapkan hingga 18 Agustus 2021

COVID-19 Melonjak, Singapura Perketat Lockdown hingga 18 AgustusIlustrasi Bandara Singapura (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Kategori berisiko tinggi itu menjadi perhatian khusus, mengingat lebih dari 100 ribu orang di Singapura yang berusia di atas 70 tahun belum divaksinasi. Tetapi, Singapura hanya perlu beberapa minggu lagi untuk menginokulasi penuh dua pertiga populasinya, target yang berusaha dicapai pada Hari Nasional 9 Agustus 2021.

Kebijakan sebelumnya, pemerintah mengizinkan orang-orang yang sudah divaksinasi untuk makan dan minum dalam kelompok lima orang, sedangkan yang belum divaksinasi jumlahnya dibatasi dua orang.

Namun, seiring pengetatan atau penerapan lockdown level 2 yang berlaku hingga 18 Agustus 2021, semua orang hanya diizinkan untuk makan dan minum berdua.

3. Singapura siapkan 1.000 tempat tidur di ICU khusus pasien COVID-19

COVID-19 Melonjak, Singapura Perketat Lockdown hingga 18 AgustusTenaga kesehatan merawat pasien positif COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan, belum saatnya bagi Singapura untuk mempertaruhkan kehidupan nyawa penduduk atas nama pencapaian angka vaksinasi.

“Kita harus mengambi keputusan, menahan kembali aktivitas sosial, kemudian menggunakan waktu untuk mendorong upaya vaksinasi,” katanya.

Otoritas kesehatan Singapura telah menyiapkan 1.000 tempat tidur khusus untuk unit perawatan intensif pasien COVID-19, akibat lonjakan infeksi melalui klaster lokal tempat karaoke KTV dan Marina Bay Sands Casino.  

“Pada tingkat penularan saat ini, kemungkinan kasus infeksi akan meningkat tajam dan banyak orang di masyarakat akan tertular virus,” tutup Ong Ye Kung.

Baca Juga: Singapura Laporkan 92 Kasus Baru COVID, Tertinggi Sejak Agustus 2020

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya