Comscore Tracker

Klaster COVID-19 Lapas, Thailand Berencana Lepaskan 50 Ribu Napi

Total 11.670 napi terpapar COVID-19

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Thailand sedang mempertimbangkan pembebasan dini sebagian narapidana untuk mencegah peningkatan klaster COVID-19 lembaga pemasyarakatan (lapas). Otoritas kesehatan mencatat, sedikitnya 10 ribu narapidana di lebih dari selusin penjara telah terpapar virus corona.  

Adapun rencana pemerintah adalah mengurangi populasi lapas hingga 16 persen. Situasi lapas di Negeri Gajah Putih lima persen melebihi kapasitas resmi, sekitar 80 persen narapidana adalah berurusan dengan pelanggaran narkotika.

"Jika kami tidak mendapatkan cukup vaksin atau jika kami tidak dapat menahan penyebaran dengan cepat, kami harus berpikir untuk mengurangi jumlah narapidana dalam sistem melalui pembebasan lebih awal," kata Menteri Kehakiman Somsak Thepsuthin, sebagaimana dilansir dari The Straits Times, Rabu (19/5/2021). 

Baca Juga: Thailand Tangkap Jurnalis Myanmar yang ke Negaranya

1. Thailand tidak ingin narapidana lebih menderita

Klaster COVID-19 Lapas, Thailand Berencana Lepaskan 50 Ribu NapiIlustrasi Penjara (IDN Times/Mardya Shakti)

Pada Senin (17/5/2021), Thailand mencatat penambahan 9.653 kasus infeksi baru, dengan dua per tiga di antaranya merupakan klaster lapas. Penularan wabah di lapas mencerminkan kondisi di banyak daerah metropolitan Bangkok, di mana infeksi telah menyebar dengan cepat di daerah kumuh yang padat, lokasi konstruksi, dan bahkan kompleks perumahan pemerintah.

"Mereka sudah dipenjara. Mereka seharusnya tidak menderita lebih dari itu," tambah Thepsuthin.

2. Berencana melepas 50 ribu narapidana

Klaster COVID-19 Lapas, Thailand Berencana Lepaskan 50 Ribu NapiIDN Times/Sukma Shakti

Kementerian Kehakiman sedang mencari program pembebasan dini khusus untuk sekitar 50 ribu narapidana, yang dapat mencakup penggunaan sistem pemantauan elektronik dan penyesuaian kriteria.

Kendati begitu, Somsak mengatakan bahwa prioritas kementerian saat ini adalah memberikan vaksin kepada narapidana dan petugas pemasyarakatan untuk mengurangi infeksi. Artinya, pembebasan narapidana adalah opsi terakhir.

Dalam jangka panjang, undang-undang narkoba Thailand akan diubah untuk memungkinkan hukuman penjara yang lebih pendek bagi pelanggaran ringan dan lebih fokus pada rehabilitasi, yang akan mengurangi kepadatan dan biaya berlebih.

Baca Juga: Thailand Pastikan 3 Juta Warga Asing Juga Divaksinasi

3. Rp186 miliar disiapkan bakal anggaran penanganan COVID-19 di lapas

Klaster COVID-19 Lapas, Thailand Berencana Lepaskan 50 Ribu NapiIlustrasi penjara (IDN Times/Mia Amalia)

Sementara itu, dilansir dari The Bangkok Post, Departemen Pemasyarakatan melaporkan total narapidana yang terinfeksi corona mencapai 11.670 orang. Terkait prosedur penelusuran (tracing), otoritas kesehatan akan melakukan tes swab dan rontgen dada pada semua tahanan dan pejabat di penjara ditemukannya infeksi.

Narapidana yang negatif pada tes pertama akan diminta untuk menjalani tes usap setiap tujuh hari sampai situasinya teratasi. Mereka yang terinfeksi akan dikirim ke rumah sakit untuk perawatan hingga sembuh.

Departemen Pemasyarakatan telah mengajukan proposal kepada Biro Anggaran untuk meminta tambahan anggaran sebesar 411 juta baht (Rp186 miliar). Uang tersebut ditujukan untuk mendirikan rumah sakit lapangan dan belanja alat kesehatan.

Baca Juga: 7 Aktor Thailand yang Positif COVID-19 Selama 2021, Ada yang Meninggal

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya