Comscore Tracker

Perempuan Jepang Tinggalkan Tradisi Beri Cokelat Saat Valentine

Rata-rata perempuan menghabiskan ¥4.204 untuk beli coklat

Tokyo, IDN Times- Perempuan di Jepang mulai mempertanyakan tradisi pemberian cokelat ketika Hari Valentine yang jatuh setiap 14 Februari. Bagi mereka, hal tersebut merupakan pemaksaan dalam memberikan hadiah.

Menjelang Valentine, negeri berjuluk “matahari terbit” ini memiliki tradisi  giri choco, yaitu kewajiban untuk seorang perempuan memberikan cokelat kepada rekan kerjanya di setiap perkantoran. Kemudian, setiap laki-laki diwajibkan untuk membalas pemberian si perempuan tepat pada tanggal 14 Februari. 

1. Giri choco kurang disukai banyak perempuan karena harga cokelat yang mahal

Perempuan Jepang Tinggalkan Tradisi Beri Cokelat Saat Valentinetwitter.com/02ESyRaez4VhR2l

Dilansir dari The Guardian, ternyata praktik serupa kurang disukai banyak perempuan karena pengeluaran yang cukup tinggi. Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh Matsuya Ginza, rata-rata perempuan merogoh kocek lebih dari ¥4.204 atau setara dengan Rp537 ribu untuk membeli cokelat saat Valentine. Sekitar ¥3.808 atau setara dengan Rp486 ribu dialokasikan untuk lelaki yang mereka sayangi. Sementara, kurang dari ¥1.033 atau setara dengan Rp132 ribu dikeluarkan untuk keluarga dan rekan kerja.

2. Angka perempuan yang ingin memberikan coklat masih tinggi

Perempuan Jepang Tinggalkan Tradisi Beri Cokelat Saat Valentinetwitter.com/02ESyRaez4VhR2l

Sulitnya menghapuskan giri choco tidak lepas dari tingginya angka perempuan yang terlanjur gengsi akibat tradisi yang sudah berlangsung selama puluhan tahun itu.

Hasil survei lainnya, lebih dari 60 persen akan memberikan cokelat pada 14 Februari. Lebih dari 56 persen mereka akan memberikan cokelat kepada keluarganya dan sekitar 36 persen akan memberikan cokelat kepada calon kekasihnya atau lelaki yang disayang.

Baca Juga: 8 Cokelat Termahal di Dunia, Ada yang Kemasannya Berlapis Swarovski

3. Tren pemberian cokelat di lingkungan kerja sudah berlangsung sejak 1950

Perempuan Jepang Tinggalkan Tradisi Beri Cokelat Saat ValentineIDN Times/Reza Iqbal

Memberi cokelat sebagai hadiah Valentine di lingkungan kerja mulai berkembang sejak pertengahan 1950. Kala itu, perusahaan cokelat Belgia Godvia memasang iklan di surat kabar yang mewajibkan pegawai perempuan untuk memberikan cokelat kepada rekan kerja lelakinya.

“Hari Valentine adalah hari ketika orang menyampaikan perasaan yang sebenarnya, bukan untuk membicarakan hubungan kerja,” kata iklan tersebut sebagaimana dikutip dari The Guardian.

4. Beberapa perusahaan mulai melonggarkan tradisi giri choco

Perempuan Jepang Tinggalkan Tradisi Beri Cokelat Saat Valentinetwitter.com/02ESyRaez4VhR2l

Baru-baru ini, beberapa perusahaan di Jepang mulai melonggarkan aturan tersebut.

“Sebelum pelarangan, kita harus khawatir tentang seberapa banyak yang uang yang pantas dibelanjakan untuk cokelat. Artinya, kita bisa menarik garus batas siapa yang diberi coklat dan berapa harga yang pantas. Jadi ada baiknya kita tidak lagi memiliki budaya memberi paksa,” kata seorang pekerja yang disurvei sebagaimana dikutip dari Japan Today.       

Baca Juga: Romantis! 5 Film Jepang Ini Cocok Ditonton di Hari Valentine

Topic:

  • Vanny El Rahman
  • Dwifantya Aquina

Just For You