Comscore Tracker

Polisi India Tandai Warga Belum Divaksinasi dengan Poster Tengkorak

Polisi bahkan minta dukun untuk promosikan vaksin

Jakarta, IDN Times - Kepolisian di distrik Niwari, Madhya Pradesh, menandai warga yang belum divaksinasi COVID-19 dengan poster bergambar tengkorak. Dalam poster juga terdapat penggalan kalimat bertuliskan “jauhi saya, saya belum divaksinasi.”

Belum cukup sampai di situ, polisi yang bertugas di blok Prithvipur bahkan meminta warga yang belum divaksinasi membaca keras-keras pesan dalam poster dan bersumpah bahwa mereka akan diinokulasi dalam waktu dua hari.

Sementara mereka yang telah divaksinasi diberi lencana dengan warna bendera India bertuliskan “saya seorang patriot sejati karena telah divaksinasi,” seperti dilansir The Indian Express. 

Baca Juga: India Instruksikan Hapus Konten soal COVID-19 Varian India

1. Cara untuk meningkatkan keinginan untuk divaksinasi

Polisi India Tandai Warga Belum Divaksinasi dengan Poster TengkorakIlustrasi vaksin atau jarum suntik (IDN Times/Arief Rahmat)

Inspektur Polisi distrik Niwari, Alok Kumar Singh, mengatakan bahwa cara unik yang mereka terapkan merupakan bagian dari upaya pemerintah demi meningkatan keinginan vaksinasi masyarakat.

“Ini adalah salah satu dari banyak inisiatif dan hanya simbolis dengan niat untuk menciptakan kesadaran,” kata Singh.

“Dengan antisipasi gelombang ketiga, berbagai upaya penyadaran dilakukan untuk menghilangkan ketakutan akan vaksinasi, yang merupakan satu-satunya solusi melawan virus tersebut,” tambah dia.

2. Pro-kontra masyarakat

Polisi India Tandai Warga Belum Divaksinasi dengan Poster TengkorakOrang-orang menguburkan jenazah korban yang meninggal karena penyakit virus corona (COVID-19), di sebuah kuburan di New Delhi, India, Jumat (16/4/2021). Gambar diambil dengan drone. (ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqu)

Penduduk di Madhya Pradesh menanggapi kebijakan ini secara beragam.

Dilansir Reuters, tidak sedikit masyarakat yang melihat pendekatan ini sebagai penghinaan. Kemudian, mereka juga protes karena stok vaksin sangat terbatas di India, sehingga mereka tidak bisa diinokulasi dalam waktu dekat.

Di sisi lain, para pendukung kebijakan ini melihatnya sebagai cara yang efektif untuk menumbuhkan kesadaran vaksinasi dan menghapus stigma buruk terhadap suntikan tersebut.

“Anda merasa tidak enak karena dihentikan dan dipaksa untuk memakai lencana, tetapi ada banyak yang dipaksa untuk melakukannya. Itu adalah bagian dari sesuatu yang baik,” ujar Reshu Soni, penduduk yang terpaksa mengenakan poster bergambar tengkorak.

"Cara menghormati dan memboikot ini lebih baik daripada dipukuli oleh polisi,” terang Sonu Vishwakarma, penduduk lokal lain yang menerima lencana berwarna bendera nasional. 

Baca Juga: [UPDATE] Corona di India Masih Mengganas, Sehari Meninggal 3.205 Orang

3. Polisi berjanji akan berlaku adil

Polisi India Tandai Warga Belum Divaksinasi dengan Poster TengkorakKremasi masal korban tewas akibat terinfeksi virus corona (COVID-19), terlihat di sebuah lapangan krematorium di New Delhi, India, Kamis (22/4/2021). Gambar diambil menggunakan drone. ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui

Salah satu polisi yang bertugas Santosh Pandey menegaskan, aparat pasti akan berlaku adil, karena tidak ada keberpihakan atau kepentingan pribadi yang mereka emban ketika memberikan poster kepada masyarakat.

“Dapat dipahami bahwa jika seseorang bersumpah demi sesuatu, mereka pasti akan memenuhinya. Makanya masyarakat disumpah untuk memvaksinasi diri sendiri,” kata Pandey.

Salah satu tantangan mengakhiri pandemik COVID-19 di India adalah rendahnya keinginan vaksinasi di desa-desa. Selain cara ini, polisi bahkan telah mengadakan pertemuan dengan dukun dan meminta mereka untuk mempromosikan vaksin.

Baca Juga: COVID-19 Masih Teror Dunia, Kasus Harian Paling Tinggi di India

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya