Taliban Harap Ancaman ISIS-K Mereda setelah AS Pergi dari Afghanistan

Taliban gembira pasukan AS cabut total dari Afghanistan

Jakarta, IDN Times - Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, berharap serangan Islamic State-Khorasan (ISIS-K) akan berakhir setelah pasukan asing meninggalkan Afghanistan. ISIS-K, yang dikenal juga dengan nama Islamic State of Khorasan Province (ISKP), merupakan dalang bom bunuh diri dan penembakan di sekitar Bandara Kabul yang menewaskan 175 orang.

"Kami berharap orang-orang Afghanistan yang dipengaruhi oleh ISIS akan menghentikan operasi mereka untuk melihat pembentukan pemerintahan Islam tanpa kehadiran orang asing," kata Mujahid sebagaimana dikutip dari AFP.

"Jika mereka menginginkan perang dan melanjutkan operasi mereka, maka kami, pemerintahan Islam, akan menangani mereka,” tambah dia.

Baca Juga: AS Pergi dari Kabul, Taliban: Alhamdulillah, Afghanistan Merdeka!

1. Taliban mengecam serangan drone AS yang menewaskan warga sipil

Taliban Harap Ancaman ISIS-K Mereda setelah AS Pergi dari AfghanistanJuru bicara kelompok Taliban, Zabihullah Mujahid. (Twitter.com/MSharif1990)

Serangan bom bunuh diri, yang juga menewaskan 13 personel militer AS, membuat Washington geram. Pentagon membalas teroris cabang ISIS itu dengan serangkaian serangan, termasuk menghalau roket yang meluncur ke arah bandara dan melakukan serangan drone terhadap mobil yang hendak digunakan sebagai bom bunuh diri pada Minggu (29/8/2021).

Namun, serangan itu membuat Taliban geram. Pasalnya, sejumlah warga sipil ikut menjadi korban. Al Jazeera melaporkan, sedikitnya enam orang menjadi korban, tiga di antaranya adalah anak-anak. Sementara media lokal menyebut jumlah korban adalah sembilan orang, dengan enam di antaranya adalah anak-anak.

"Tidak ada izin bagi mereka untuk melakukan operasi seperti itu, kemerdekaan kita harus dihormati," tambah Mujahid.

2. Taliban akan mengumumkan model pemerintahan saat semua pasukan asing pergi

Taliban Harap Ancaman ISIS-K Mereda setelah AS Pergi dari AfghanistanMarinir AS bersama Satuan Tugas Udara-darat Laut Tujuan Khusus - Tanggap Krisis - Komando Pusat, memberikan batuan selama evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan, Jumat (20/8/2021). ANTARA FOTO/Lance Cpl. Nicholas Guevara/U.S. Marine Corps/Handout via REUTERS/AWW

Pada saat yang sama, Taliban juga menegaskan bahwa model rezim Afghanistan yang baru tidak akan diumumkan, sampai semua pasukan asing angkat kaki.

"Penting untuk mengumumkan pemerintah tetapi ini membutuhkan banyak kesabaran. Kami mengadakan konsultasi untuk membentuk pemerintahan yang bertanggung jawab," kata Mujahid.

"Kami memiliki beberapa masalah teknis tentang masalah ini," tambahnya.

Baca Juga: 10 Cabang ISIS di Berbagai Belahan Dunia Selain ISIS-K 

3. Taliban menyambut gembira kepergiaan pasukan asing

Taliban Harap Ancaman ISIS-K Mereda setelah AS Pergi dari AfghanistanSuasana kekacauan di luar Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan setelah ledakan pada Kamis (26/8/2021) (Twittr/@BarzanSadiq)

Setelah serangkaian serangan ISIS-K, Taliban berjanji tidak akan membiarkan Afghanistan jatuh ke tangan teroris. Walupun keduanya mengklaim sebagai kelompok beraliran sunni, tapi mereka memiliki kepentingan dan intepretasi atas ajaran Islam yang berbeda.

Mujahid, melalui akun Twitter-nya, menyambut gembira kepergian pasukan asing. Dia bahkan menyebut 31 Agustus 2021 sebagai salah satu momen kemerdekaan Afghanistan, yaitu kemerdekaan karena setelah 20 tahun akhirnya mereka bisa bebas memimpin negaranya.

“Warga tidak khawatir dengan kepergian pasukan AS. Suara yang terdengar di Kabul adalah tembakan kegembiraan,” cuit Zabihullah.

“Sekarang negara kami benar-benar bebas dan merdeka. Alhamdulillah,” sambung dia.

Baca Juga: Taliban Segera Bentuk Pemerintahan, Dewan Syura Diprediksi Isi Kabinet

Topik:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya