Comscore Tracker

Wartawan Ethiopia Ingin Tukar Pengalaman dengan Media di Indonesia

Berita baik dari Afrika nih

Addis Ababa, IDN Times - Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia telah menempatkan media sebagai salah satu elemen penting untuk kemajuan bangsa. Pengakuan terhadap pemberitaan dan pengelolaan usaha media di Indonesia telah diakui oleh jurnalis Ethiopia. Bahkan, mereka ingin bertukar pengalaman dengan wartawan Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur.

“Dengan bertukar pengalaman dan kerja sama itu, diharapkan hubungan dan kerja sama bilateral kedua negara akan semakin kuat dan meningkat serta berdampak kepada kerja sama-kerja sama bilateral lain,” terang Al Busyra kepada IDN Times, Kamis (4/4).

Baca Juga: 5 Persamaan Kecelakaan Pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines 

1. Al Busyra ingatkan peran penting wartawan

Wartawan Ethiopia Ingin Tukar Pengalaman dengan Media di IndonesiaDok. IDN Times/Istimewa

Di kediaman resmi duta besar, di Wisma Indonesia, Al Busyra menghadirkan tujuh pewarta Ethiopia untuk makan siang bersama. Sebagai mantan jurnalis daerah, dia mengingatkan betapa pentingnya peran wartawan dalam kemajuan bangsa.

“Kontribusi wartawan dan media dalam mencerdaskan kehidupan dan memotivasi masyarakat untuk lebih maju adalah sangat besar,” ulas dia.

2. Asa wartawan Ethiopia untuk bertukar pengalaman kian terbuka

Wartawan Ethiopia Ingin Tukar Pengalaman dengan Media di IndonesiaDok. IDN Times/Istimewa

Ihwal keinginan jurnalis Ethiopia untuk bertukar pengalaman, Al Busyra menjelaskan bahwa Indonesia memiliki Bilateral Inter-Media Dialogue (BIMD) dan Journalist Visit Program (JIP) sebagai langkah mempererat hubungan media antar dua negara.

“Wartawan Ethiopia sangat antusias untuk pertemuan lintas media,“ ujar penulis buku Diplomasi Publik: Catatan, Inspirasi, dan Harapan itu.

3. Wartawan Indonesia akan menghadiri Annual World Press Freedom Conference

Wartawan Ethiopia Ingin Tukar Pengalaman dengan Media di IndonesiaDok. IDN Times/Istimewa

Ketika diinformasikan bahwa sejumlah wartawan Indonesia akan hadir di 26th Annual World Press Freedom Conference pada 2-3 Mei 2019 di Markas Uni Afrika, ketujuh tamu undangan berkeinginan sekali untuk mengundang wartawan Indonesia berkunjung dan berdiskusi di kantor media mereka masing-masing.

“Akan kami komunikasikan dengan kawan-kawan wartawan di Indonesia yang akan menghadiri konferensi tersebut”, sambung mantan Direktur Diplomasi Publik itu. 

Ketujuh wartawan yang hadir pada jamuan makan siang itu adalah Amanuel Aby, Tsehay Aklilu, dan Joseph Yonas dari Ethiopian Broadcasting Corporation, Yodit Admasu Tefera dari Impact Communication Plc, Sisay Sahlu dari The Daily Monitor, Assegid Mulugeta dari EBC Radio 104.7 FM, dan Kiram Tadese dari Afro FM 105.3 FM.

4. Pers di Ethiopia mengalami perkembangan pesat

Wartawan Ethiopia Ingin Tukar Pengalaman dengan Media di IndonesiaTwitter/Portal_Kemlu_RI

Media di Ethiopia dewasa ini mengalami perkembangan dan kemajuan yang pesat, baik dari sisi jumlah media maupun kualitas pemberitaan. Demikian juga tingginya penggunaan media sosial di kalangan milennial di kota-kota besar.

Menurut data terakhir, jumlah total media pers Ethiopia sekitar 200 yang tersebar di ibu kota dan daerah. Hal lain yang menarik dicatat adalah profesi wartawan menjadi salah satu pekerjaan favorit generasi muda Ethiopia saat ini.

Baca Juga: Produk Indonesia Ternyata Banyak Diminati Masyarakat Ethiopia

Topic:

  • Vanny El Rahman
  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya