Comscore Tracker

Militer Nigeria Sebut Pimpinan ISIS Afrika Barat Telah Tewas

Diduga terbunuh dalam bentrokan dengan faksi saingannya

Jakarta, IDN Times - Militer Nigeria pada hari Kamis (14/10/2021) mengklaim bahwa Abu Musab al-Barnawi, pemimpin kelompok ekstremis yang terkait dengan ISIS di wilayah Afrika Barat telah tewas. Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP) belum mengomentari klaim tersebut.

Pada konferensi pers, kepala staf pertahanan Nigeria, Jenderal Lucky Irabor, mengatakan kepada wartawan, “Saya dapat secara resmi mengonfirmasi kepada Anda bahwa Abu Musab telah meninggal”, tuturnya, dilansir dari AP.

Dia tidak memberikan informasi lebih lanjut dan tidak mungkin untuk secara independen menguatkan klaim tersebut.

1. Diduga terbunuh dalam bentrokan dengan faksi saingannya

Militer Nigeria Sebut Pimpinan ISIS Afrika Barat Telah TewasIlustrasi Pistol (IDN Times/Mardya Shakti)

Menurut laporan AP, berbagai sumber menyebut bahwa al-Barnawi telah terluka parah selama bentrokan dengan faksi ekstremis saingannya, Boko Haram. Namun sejauh ini, pihak militer tidak memberikan rincian tentang bagaimana mereka mengkonfirmasi kematiannya.

ISWAP, cabang ISIL (ISIS), belum mengkonfirmasi kematian al-Barnawi dan tentara Nigeria telah mengklaim sebelumnya bahwa mereka telah membunuh komandan kelompok bersenjata hanya agar mereka muncul kembali.

2. Pertentangan dengan Boko Haram

Baca Juga: Nigeria: 187 Orang Dibebaskan dari Penculik

Pengumuman mengenai kematian pemimpin ISWAP itu datang hanya lima bulan setelah Al-Barnawi dan pasukannya mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan pemimpin ekstremis saingannya, Abubakar Shekau.

Abubakar Shekau adalah seorang pemimpin militan Boko Haram yang juga sebelumnya bekerja sama dengan Al-Barnawi. Al-Barnawi menjadi terkenal setelah memutuskan berpisah dengan Boko Haram pada tahun 2016 karena perbedaan pendapat dengan komandannya, Abubakar Shekau, yang meninggal awal tahun ini selama pertikaian antara kedua faksi.

Sebelumnya, Al-Barnawi menjadi juru bicara Boko Haram tetapi sering bentrok dengan Shekau. Dia kritis terhadap kebijakan Boko Haram yang lebih ekstrem, termasuk menggunakan anak-anak sebagai pelaku bom bunuh diri dan menargetkan ruang publik seperti pasar dan masjid.

3. ISWAP di bawah pimpinan Al-Barnawi

Militer Nigeria Sebut Pimpinan ISIS Afrika Barat Telah TewasIlustrasi teroris (IDN Times/Mardya Shakti)

Pada tahun 2009 silam ketika Al-Barnawi masih remaja, ayahnya, Mohammed Yusuf dibunuh oleh pasukan kemanan Nigeria. Kematian pemimpin pendiri Boko Haram tersebut telah memicu pemberontakan selama lebih dari satu dekade melawan pemerintah Nigeria yang akhirnya meluas ke negara tetangga seperti Niger, Chad dan juga Kamerun.

Shekau mengambil alih komando kelompok tersebut setelah kematian Yusuf, tetapi sering bentrok selama bertahun-tahun dengan al-Barnawi, yang dilaporkan telah dipilih oleh organisasi Negara Islam untuk memimpin Boko Haram. Sebaliknya, faksi yang memisahkan diri dibentuk pada tahun 2016 yang kemudian dikenal sebagai Negara Islam di Provinsi Afrika Barat atau ISWAP.

Tidak seperti kelompok Shekau yang sering menggunakan kekerasan dengan menargetkan penduduk sipil, ISWAP di bawah al-Barnawi menargetkan militer Nigeria serta mereka yang membantu tentara. Organisasi ini menarik perhatian dunia setelah menargetkan warga sipil yang bekerja untuk Organisasi bantuan internasional di timur laut dalam serangkaian penculikan dan pembunuhan.

Faksi yang masih dipimpin oleh Shekau melemah dalam beberapa tahun terakhir dan kematiannya diumumkan pada bulan Mei. ISWAP kemudian berusaha memperluas jangkauannya tetapi al-Barnawi gagal menggaet ribuan pengikut Shekau dan sebagai gantinya banyak yang menyerah kepada militer Nigeria.

Baca Juga: Ditahan Boko Haram, 15 Warga Nigeria Berhasil Melarikan Diri

Zidan Patrio Photo Verified Writer Zidan Patrio

News Writer

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya