Comscore Tracker

Semakin Mencekam, Pengunjuk Rasa di Sudan Blokir Jalan

AS serukan penghentian kekerasan terhadap pengunjuk rasa

Jakarta, IDN Times - Para pengunjuk rasa pro pemerintah sipil memblokir jalan-jalan di Khartoum, ibu kota Sudan, dengan barikade darurat dan membakar ban pada Selasa (26/10/2021), sehari setelah militer merebut kekuasaan dalam kudeta cepat yang dikecam secara luas oleh masyarakat internasional.

Pimpinan militer tertinggi di negara itu mengatakan pemerintah yang digulingkan pada hari Senin ditahan untuk keselamatan mereka sendiri. Kabarnya, saat ini pejabat-pejabat yang ditahan tersebut sedang berada di rumah sang Jenderal. Militer juga menyatakan perdana menteri Abdallah Hamdok dalam keadaan sehat.

1. Protes besar-besaran pasca kudeta

Semakin Mencekam, Pengunjuk Rasa di Sudan Blokir JalanAksi protes yang terjadi pada hari Selasa setelah kudeta militer. (twitter.com/African Narratives)

Beberapa jam setelah dilakukan aksi kudeta oleh pihak militer, warga Sudan membanjiri jalan-jalan ibu kota, Khartoum, dan kota-kota lain sebagai bentuk protes. Melansir AP News, dalam aksi protes itu setidaknya 4 orang tewas dan lebih dari 80 lainnya terluka akibat aksi koersif yang dilakukan oleh pihak militer ketika membubarkan massa. Pasukan keamanan menembaki massa yang melaksanakan protes.

Pasukan khusus dari militer yang ditakuti diterjunkan semalaman di kota Khartoum untuk berpatroli dan mengejar para pengunjuk rasa. Kelompok internasional Human Rights Watch mengatakan pasukan militer itu menggunakan peluru tajam terhadap para demonstran.

Dunia internasional tengah memusatkan perhatian pada hal tersebut, mengenai apakah tindak kekerasan berdarah akan kembali terjadi di wilayah itu seperti yang terjadi pada kudeta 2019 lalu. Beberapa pengunjuk rasa memilih tetap berada di jalan-jalan Khartoum dan Omdurman hingga Selasa pagi dengan memblokir jalan.

2. AS serukan penghentian kekerasan terhadap pengunjuk rasa

Semakin Mencekam, Pengunjuk Rasa di Sudan Blokir JalanAntony Blinken, Menteri Luar Negeri AS (twitter.com/Secretary Antony Blinken)

Baca Juga: Kudeta Militer di Sudan, AS Tangguhkan Bantuan

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menyerukan penghentian segera kekerasan terhadap pengunjuk rasa dan juga untuk segera memulihkan jaringan internet. Al Jazeera melaporkan bahwa militer memutus akses internet dan menutup beberapa jalan, jembatan, dan bandara di Khartoum. 

Blinken mengatakan AS sedang berkoordinasi dengan mitra untuk memetakan pendekatan diplomatik bersama untuk mengatasi tindakan ini dan untuk mencegah situasi ketidakstabilan lebih lanjut di Sudan.

Melansir Reuters, pada hari Selasa, aksi demonstran semakin memanas. Masyarakat pendukung pemerintah sipil turun ke jalan membakar ban serta meneriakkan “jangan kembali ke militer, mereka tidak akan melindungimu.” Khartoum dan Omdurman saat ini sudah diblokade oleh pihak militer dan pengunjuk rasa.

Toko, sekolah, dan pom bensin di dalam kota sudah tutup sejak aksi kudeta. Suara-suara dari Masjid menyerukan kepada semua pihak untuk melakukan pemogokan umum.

3. Militer klaim tidak lakukan kudeta

Semakin Mencekam, Pengunjuk Rasa di Sudan Blokir JalanAbdel Fattah Al-Burhan, Pemimpin tertinggi militer Sudan (twitter.com/HornDiplomat)

Melansir Reuters, jenderal tertinggi Sudan, Abdel Fattah Al-Burhan mengkalim bahwa upaya mereka dalam membubarkan pemerintahan transisi dengan menangkap pejabat pemerintah bukanlah sebuah upaya kudeta. Burhan mengatakan tindakan militer tidak berarti kudeta, karena tentara telah berusaha untuk memperbaiki jalur transisi politik.

“Kami hanya ingin memperbaiki arah ke transisi. Kami telah berjanji kepada rakyat Sudan dan seluruh dunia. Kami akan melindungi pemerintahan transisi ini," kata Burhan. Dia mengatakan pemerintahan baru akan dibentuk dan tidak akan berisi politisi biasa.

Dia berjanji untuk mengadakan pemilihan pada Juli 2023 mendatang dan menyerahkannya kepada pemerintah sipil terpilih saat itu. Meski demikian, negara-negara Barat mengecam kudeta tersebut dan menyerukan agar menteri kabinet yang ditahan dibebaskan serta mengatakan mereka akan menghentikan bantuan jika militer tidak memulihkan pembagian kekuasaan dengan warga sipil.

Baca Juga: Krisis Parah, Rakyat Sudan Serukan Kudeta Militer

Zidan Patrio Photo Verified Writer Zidan Patrio

News Writer

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya