Comscore Tracker

[OPINI] 5 Alasan Geopolitik Sebagai Faktor Pencegah Perang AS vs Iran

AS mempertimbangkan dampak geopolitik internasional

Beberapa pekan lalu dunia digemparkan oleh kabar terbunuhnya Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Tragedi ini menyebabkan dunia merasa terancam akan adanya Perang Dunia III. Namun realitanya perang antara Amerika Serikat dengan Iran hingga kini tidak terjadi.

Menanggapi serangan Amerika Serikat atas pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani, Iran melancarkan serangan balik dengan peluncuran rudal-rudal balistik terhadap markas militer Amerika Serikat. Tidak cukup dengan serangan balistik, Iran melakukan serangan pula terhadap situs-situs militer Amerika Serikat.

Menanggapi serangan ini Amerika Serikat bersikap defensif dengan niat mencegah pecahnya perang. Hal demikian dilakukan Amerika Serikat salah satunya adalah karena pertimbangan geopolitik internasional. Sebagai negara adi kuasa Amerika Serikat tentu sangat mempertimbangkan geopolitik Internasional. Hal ini menjadi sebuah pandangan baru dalam menilik peristiwa ini menggunakan faktor geopolitik Internasional.

Berikut adalah 5 alasan geopolitik internasional sebagai pencegah perang Amerika Serikat melawan Iran yang wajib kamu ketahui.

1. Negara-negara besar akan melakukan intervensi

[OPINI] 5 Alasan Geopolitik Sebagai Faktor Pencegah Perang AS vs Iranpexels.com

Sejarah mencatat bahwa dalam terjadinya perang setidaknya tetap ada negara-negara yang mendukung di balik layar. Hal ini tidak dapat dipungkiri dapat menyebabkan adanya intervensi dari negara lain selama berlangsungnya perang. Negara-negara besar yang ingin melebarkan kekuasaan dan pengaruhnya akan memanfaatkan momentum perang untuk menariknya dalam kelompok hegemoni. Hal ini ditakutkan Amerika Serikat apabila pecah perang dengan Iran maka dimungkinkan negara-negara besar yang selama ini dekat dengan Iran melakukan intervensi dalam melawan Amerika Serikat. 

Negara-negara yang diprediksi oleh Amerika Serikat akan melakukan intervensi apabila pecah perang antara lain Rusia. Bahkan Rusia telah dianggap dunia sebagai sekutu Iran, hal ini telah terbukti dengan adanya kerjasama yang kerap dilakukan Iran dan Rusia dalam bidang militer. 

Intervensi-intervensi akan tetap terjadi melihat peran Amerika Serikat cukup vital dalam dunia internasional. Tercatat bahwa Iran bukanlah musuh baru Amerika Serikat dan masing-masing negara juga memiliki sekutu-sekutunya yang siap membantu dalam medan perang. Amerika Serikat menganggap bahwa intervensi akan memperkuat pengaruh negara yang melakukan intervensi tersebut di Iran.

2. Kerjasama militer antara Iran dengan Rusia mengancam Amerika Serikat

[OPINI] 5 Alasan Geopolitik Sebagai Faktor Pencegah Perang AS vs Iranunsplash.com

Iran dikabarkan kerap melakukan kerjasama dalam bidang militer dan energy dengan Rusia. Hal ini ditandai dengan aktivitas Rusia menyuplai alutsista yang hingga kini digadang-gadang sebagai alat pertahanan utama Iran. Kerjasama ini terus berjalan meskipun pengiriminan alutsista ini acap kali terhenti akibat adanya ikatan perjanjian yang melibatkan Rusia, Amerika Serikat, dan Iran. 

Tidak hanya itu, serangan rudal balistik yang dilakukan Iran ke pangkalan Amerika Serikat menggunakan teknologi satelit milik Rusia. Menurut laporan dari media penerbangan Rusia, Avia.Pro rudal Iran diluncurkan dengan dioperatori menggunakan satelit Rusia yang sukses mengenai target di Irbil. Iran menggunakan rudal buatan Rusia untuk melakukan serangan balik terhadap Amerika Serikat. Sejumlah rudal diluncurkan sejak 8 Januari 2020 kemarin dengan beberapa serangan ke pangkalan Amerika Serikat. Rudal balistik Fateh 313 dan roket BM-13 Katyusha merupakan senjata Iran yang tidak lain dan tidak bukan berasal dari Rusia.

Amerika Serikat tidak menginginkan kerjasama militer yang dilakukan Rusia dengan Iran dapat menciptakan hegemoni antara keduanya. Mengetahui hal ini pihak Amerika Serikat berusaha untuk menghentikan seranga-serangan ofensif secara militer.

3. Amerika Serikat tidak ingin terjadi proxy war dengan Rusia

[OPINI] 5 Alasan Geopolitik Sebagai Faktor Pencegah Perang AS vs Iranpexels.com

Istilah Proxy War pertama kali digunakan pada saat perang dingin antara Amerika Serikat dan Rusia. Proxy war dapat terjadi apabila aktor yang seharusnya berperang menghindari keterlibatanya sehingga perang diwakilkan oleh negara lain atau bahkan aktor  non negara. 

Iran yang sudah jelas memiliki hubungan dekat dengan Rusia menjadi pertimbangan besar Amerika Serikat apabila serangan militer bertubi-tubi dilancarkan. Iran ditakutkan akan menghindari keterlibatanya dalam perang sedangkan Rusia bak penyelamat Iran muncul menggantikan Iran untuk melawan Amerika Serikat. Bahkan Rusia secara gamblang telah memperlihatkan dukunganya terhadap Iran.

Diawali dengan bantuan militer posisi Rusia tidak dapat dianggap remeh oleh Amerika Serikat. Keterbatasan Iran melancarkan serangan terhadap Amerika Serikat seakan membuka pintu gerbang masuknya Rusia untuk membentuk hegemoni dengan Iran. Amerika Serikat nantinya justru akan menghadapi musuh lain dan tidak memperoleh kepentingannya untuk melawan Iran. 

Baca Juga: Khamenei: Kehadiran Amerika Serikat di Timur Tengah Harus Diakhiri

4. Geopolitik Timur-Tengah sedang tidak kondusif

[OPINI] 5 Alasan Geopolitik Sebagai Faktor Pencegah Perang AS vs Iranunsplash.com

Masih berkaitan dengan eksistensi Rusia di Timur Tengah, reputasi Amerika Serikat seakan semakin melemah di daratan Timur Tengah. Hal ini terjadi tidak lain dan tidak bukan akan adanya jalinan kerja sama yang cukup erat dalam bidang energi dengan Rusia. Beberapa negara di Timur Tengah yang semula membeli pesawat F-35 buatan Amerika Serikat kini memilih untuk beralih untuk membeli pesawat superior SU-57. Tidak hanya itu kekuatan Rusia semakin besar di Timur Tengah dengan kerja sama energi seperti pasokan minyak maupun alutsista. 

Ikut campurnya negara-negara NATO dalam berbagai kerja sama di Timur Tengah membuat Amerika Serikat semakin khawatir. Pasalnya apabila Amerika Serikat melancarkan serangan brutal terhadap Iran dan terjadi perang, belum tentu sekutunya yang ada di Eropa bersedia untuk membantu dalam perang. 

Geopolitik di Timur Tengah diperkirakan tidak kondusif dan dapat mengancam keberhasilan serangan Amerika Serikat apabila berperang. Sekutu Amerika Serikat yang dahulu dianggap sangat loyal, kini justru menjadi tanda tanya besar. Berperang sejatinya tidak hanya membahas antara dua negara, melainkan dukungan dari negara sekutu menjadi sebuah indikator yang perlu dipertimbangkan dalam kelancaran perang. Belajar dari konflik di Suriah, Amerika Serikat dengan upayanya menggulingkan rezim Assad justru tanpa disadari berdampak semakin kuatnya pengaruh Rusia di sana. Amerika Serikat menjadi sangat berhati-hati dalam melakukan serangan terhadap Iran.

5. Dukungan dari DK PBB untuk Iran

[OPINI] 5 Alasan Geopolitik Sebagai Faktor Pencegah Perang AS vs Iranpixabay.com

Amerika Serikat cukup menyadari bahwa Iran mendapat dukungan dari negara-negara DK PBB seperti Rusia dan China. Hal ini diketahui Amerika Serikat semenjak terjalinya kerjasama perdagangan yang baik antara kedua negara tersebut dengan Iran. Belajar dari kesepakatan nuklir JCPOA Amerika Serikat mengevaluasi dukungan China dan Rusia terhadap Iran. Setelah Amerika Serikat sempat menghentikan pasokan uranium kepada Iran justru China dan Rusia datang menggantikan Amerika Serikat.

Amerika Serikat menyikapi hal tersebut sebagai ancaman akan keberhasilan serangan yang akan dilakukan. Amerika Serikat tidak dapat memungkiri bahwa keberadaan China dan Rusia dalam DK PBB tidak dapat dianggap remeh. Gayung berlalu, setelah Iran keluar dari kesepakatan nuklir, Rusia dan China masih terpantau mendukung Iran dalam posisinya sebagai DK PBB. Alih-alih memperlihatkan dukungan dari belakang, China, Rusia, dan Iran juga mengadakan latihan militer bersama di Samudera Hindia dan Teluk Oman.

Meskipun keterlibatan Rusia dan China dikabarkan tidak secara langsung, namun posisi kuat Rusia dan China dalam DK PBB tidak dapat diremehkan. Menyikapi hal tersebut Amerika Serikat melakukan tindakan yang cepat dan tepat untuk mencegah pecahnya perang dengan Iran. Itulah 5 alasan geopolitik internasional menjadi faktor pencegah perang Amerika Serikat dan Iran. 

Baca Juga: Mengukur Kekuatan Militer Amerika Serikat Vs Iran

Anung Riyanti Photo Writer Anung Riyanti

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya