Comscore Tracker

5 Alasan Anak Muda Indonesia Harus Tetap ‘Melek’ Politik

Bahkan meski terkesan kisruh dan ribet terus.

Apa yang terlintas di benak kamu kalau ditanya soal Pemilihan Kepala Daerah yang lagi hit belakangan ini? Atau soal beberapa friksi yang terjadi antara para pemimpin? Atau tentang pergelutan partai-partai hingga konflik di daerah-daerah perbatasan?

Hmm, terdengar berat, ya! Apalagi buat kita-kita yang sehari-hari sudah dibebani banyak tugas, tanggung jawab, dan masalah. Rasanya, males banget deh, ikut memikirkan hal-hal kayak begitu. Toh, nggak berpengaruh secara langsung juga sama kita.

Eits, tunggu dulu. Jauh sebelum hari ini, penulis juga berpikiran sama, kok! Tapi, berikut ada 5 alasan mutlak yang bikin kamu harus buru-buru menengok perkembangan politik dan pemerintahan di Indonesia, ya!

1. Paling dasar: Supaya kalau ngobrol nggak roaming!

5 Alasan Anak Muda Indonesia Harus Tetap ‘Melek’ PolitikPlaybuzz

Memangnya ada ya yang mau ngobrol soal masalah-masalah berat kayak gini? Males banget, deh! Ya memang sih, nggak setiap saat setiap detik kamu dan teman-teman akan bicara soal perkembangan Indonesia. Kecuali kalau kamu memang kuliah dan bekerja di bidang yang menuntut hal itu. Tapi, adakalanya obrolan kamu menyerempet dengan topik terkini.

Kan, nggak lucu kalau teman-teman kamu sudah ngobrol soal kisruh penetapan aturan Taksi online, sedangkan kamu masih berkecimpung sama vonis hukuman untuk Jessica. Atau, saat kamu bahkan nggak ngeh kalau Menteri Pendidikan sudah bukan lagi Anies Baswedan.

2. Pintar itu bisa kalah sama wawasan yang terbuka

5 Alasan Anak Muda Indonesia Harus Tetap ‘Melek’ PolitikPhoto Bucket

Kamu memang nggak punya kompetitor, sih. Tapi, kalau situasinya kamu lagi pendekatan sama seseorang, dan orang itu jauh lebih pintar, ngetop, atau keren dibanding kamu. Percaya deh, kamu bakal dapat nilai lebih dengan wawasan yang terbuka.

Karena secantik-cantiknya atau seganteng-gantengnya orang, tapi begitu diajak ngobrol soal topik terkini dan nggak nyambung, rasanya bakal mengurangi ketertarikan, deh!

3. Jembatan kamu dan orang tua

5 Alasan Anak Muda Indonesia Harus Tetap ‘Melek’ PolitikMy Health OC

Kesenjangan usiamu dan papamu mungkin kerap bikin kamu lebih memilih ponsel dibanding ngobrol sama papa. Kita asik chatting dan nonton Youtube. Tanpa sadar, kadang papa dan mama juga pengen banget diajak ngobrol sama kita.

Nah, meski kamu sebetulnya males banget ngobrolin politik atau masalah negara, kamu bisa lah sedikit tanya-tanya saat lagi nonton televisi sama orang tuamu. Misalnya, “Pa, memangnya Patmi siapa, ya?” atau “Pa, memangnya kasus korupsi E-KTP itu sudah sejauh apa, sih?” Biasanya papa atau mama bakal semangat banget diajak diskusi!

4. Supaya nggak salah kasih pendapat

5 Alasan Anak Muda Indonesia Harus Tetap ‘Melek’ PolitikTale Picker

Lho, memangnya pendapat ada yang salah, ya? Memang sih, pendapat nggak ada yang salah. Maksudnya di sini masih mirip sama poin roaming. Ketika teman-teman kamu lagi asik ngobrol soal kisruh salah satu calon pemimpin Ibukota, terus kamu tiba-tiba nyambung dan salah sebut nama, kan lumayan malu juga, tuh! Ya walaupun pasti teman-teman kamu nggak keberatan untuk mengoreksi dan lanjut ngobrol.

5. Siapa tahu ada rezeki kamu di sana

5 Alasan Anak Muda Indonesia Harus Tetap ‘Melek’ PolitikInfo Seputar Presiden

Meski kamu sudah nggak duduk di bangku sekolah dasar yang sering mengadakan lomba cerdas cermat, tapi siapa yang bisa menyangka? Ketika tiba-tiba radio kesayangan, situs, vlogger, atau bahkan pak presiden mengadakan kuis berhadiah! Kayak Bapak Jokowi yang baru-baru ini menggelar kuis berhadiah sepeda di Facebook.

Bagaimana kamu bisa menang menjawab pertanyaannya, kalau kamu bahkan nggak tahu kondisi dan pergeliatan Indonesia sekarang? Ya, nggak?

 

Sebetulnya, kepedulian kita sama masalah-masalah di Indonesia sangat berpengaruh untuk ke depannya, lho! Karena bagaimana pun juga, nasib Indonesia ada di tangan anak-anak muda seperti kita, seperti kamu. Iya, kamu!

Mutikhadijah Photo Writer Mutikhadijah

A lifetime writer. We are healed by healing each other. Welcome to my thoughts land.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yogie Fadila

Berita Terkini Lainnya