Comscore Tracker

[OPINI] Belajarlah Untuk Bisa Mengatakan 'Tidak'

Menata prioritas itu penting

Sebagai makhluk sosial, kadang kita menjadi sangat rumit dalam berpikir. Kita menentukan hidup kita juga dengan hal-hal yang kita putuskan dengan banyak pertimbangan. Dan seringkali, pertimbangan-pertimbangan itu muncul dari lingkungan sekitar, dari orang-orang terdekat, atau dari keluarga sendiri, yang mana kita tidak ingin menyakiti hati mereka. Hal-hal itu kadang terbawa juga dalam kehidupan sehari-hari, dimana kita hidup berdampingan dengan banyak orang. Kita mungkin akan menjadi orang yang lebih mendahulukan kepentingan orang banyak daripada kepentingan diri sendiri. Kita mungkin akan menjadi orang yang lebih memikirkan kebahagiaan orang lain daripada kebahagiaan diri kita sendiri. Apalagi untuk orang-orang yang memiliki karakter melankolis, tentu mereka akan terbiasa untuk membuat keputusan-keputusan dengan mempertimbangkan kedudukan orang lain di sekitarnya.

Contoh kecilnya saja dalam kehidupan sosial dengan teman-teman. Kadang kita akan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak kita sukai hanya untuk menyenangkan hati orang lain di sekitar kita. Kadang kita berada di tempat yang tidak seharusnya kita datangi hanya karena kita tidak sanggup menolak ajakan teman. Bisa jadi ketika kita sama sekali tidak memiliki uang jajan tambahan, kita tetap mau-mau saja diajak teman nongkrong di cafe. Alasannya adalah karena kesetiakawanan atau karena tidak enak jika mengajak ajakan teman. Atau lebih parahnya, karena tidak ingin ketinggalan momen bersama teman-teman. Atau, ketika kita mau-mau saja mengantarkan teman ke sebuah tempat, padahal kita sendiri sedang punya pekerjaan yang sudah mendekati deadline. Tapi ujung-ujungnya kita akan tetap mengantarkan teman ke tempat tersebut dengan alasan-alasan yang memperkuat keputusan kita. Padahal jika kita pikirkan sekali lagi, alasan-alasan tersbeut adalah alasan-alasan yang klise.

Kita sepertinya perlu belajar untuk menata prioritas hidup kita. Apalagi, jika usia kita sudah tidak lagi muda. Ketika kita mulai meninggalkan masa remaja, kita perlu mengadaptasikan diri dengan kehidupan kita sebagai anak muda yang sudah mendewasa. Tentu kegiatan orang muda yang sudah mulai mendewasa akan berbeda dengan kehidupan remaja. Mulai sekarang, perhatikan lagi kepentingan-kepentingan dan prioritas di dalam hidup ini. Orang-orang di sekitar kita memang berarti untuk kita jaga perasaan dan keinginannya. Namun, diri kita sendiri juga punya perasaan dan keinginan juga –yang perlu kita perhatikan. Kita tumbuh mendewasa dengan banyak perubahan. Cara kita memandang dunia akan berubah pelan-pelan. Demikian juga dengan cara kita menanggapi lingkungan sekitar.

Jangan terus menerus memikirkan orang lain, sampai lupa memikirkan diri sendiri. Jangan terus menerus menuruti permintaan orang lain, sampai lupa menuruti permintaan diri sendiri. Waktu kita itu sangat berarti. Kadang kita perlu hidup secara egois. Kadang kita butuh untuk belajar egois, hanya untuk mengembalikan hidup kita pada prioritas yang kita miliki. Katakanlah “tidak” jika memang itu bukan hal yang kita inginkan. Belajarlah mengatakan “Tidak”, karena tidak semua hal perlu di-“iya”-kan. Belajarlah menolak permintaan orang lain jika permintaan itu tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Kita memang perlu tegas pada diri sendiri dengan cara menolak permintaan orang lain yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Baca Juga: [Opini] Pendidikan Karakter Apakah Hanya Sekadar Hitam di Atas Putih?

Elsa Fitria Bena Photo Community Writer Elsa Fitria Bena

architect - traveling - writing

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Just For You