Comscore Tracker

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Jadi Pencinta Bulutangkis Indonesia

Menang atau kalah, tetap dukung bulu tangkis Indonesia! Setuju gak?

Generasi 90an yang gemar mengikuti perjalanan bulu tangkis Indonesia pasti masih mengingat secara jelas kemenangan  di final Thomas Cup 2002. Hendrawan—yang saat ini menjadi pelatih tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei—menjadi penentu piala Thomas kembali ke pangkuan bumi pertiwi, setelah sebelumnya kita sudah memenangkannya empat kali berturut-turut.

Semua orang saling berpelukan dan bersorak gembira. Dengan berlinang airmata, Hendrawan dipanggul ke atas bahu rekan-rekan tim Thomas Indonesia sebelum diarak bak pahlawan mengelilingi lapangan.

Indonesia pernah memegang supremasi bulu tangkis dunia. Hal-hal yang akan membuat bulu kuduk berdiri andai kita saksikan secara langsung ini mampu memanggil kita untuk menyelami kemagisannya. Kenapa kita harus mengenal dan mencintainya?

1. Indonesia berutang pada bulu tangkis

instagram.com/kevin_sanjaya

Bulu tangkis terbukti mampu menoreh nama Indonesia dengan tinta emas melalui sumbangan prestasi terbanyak bagi negeri dibanding sektor olahraga lain. Termasuk diantaranya emas Olimpiade dan Kejuaraan Dunia.

Indonesia pernah bergaung sebagai penguasa bulu tangkis dunia di era Rudy Hartono, Liem Swie King, dan Christian Hadinata.

Rudy Hartono tercatat namanya di Guinnes Book of World Records untuk rekor delapan kali kemenangan di All England, Liem Swie King sang penemu Jump Smash pernah tak terkalahkan selama 33 bulan dan Christian Hadinata sang maestro sektor ganda baik putra maupun campuran, selalu menang dengan siapapun pasangannya.

Pemain-pemain kita ditakuti dan pertandingan-pertandingan mereka direkam untuk dijadikan bahan ajar oleh negara lawan. Meski kini prestasinya sempat naik-turun, bulu tangkis Indonesia masih menjadi yang terbaik di dunia; mencoba mematahkan dominasi China dan kembali merebut kejayaan para pendahulu.

2. Membanggakan melihat atlet-atlet kita berprestasi

instagram.com/greyspolii

Tan Joe Hok dan Ferri Sonneville menjadi finalis All England yang membuka jalan pertama bagi Indonesia di kancah dunia. Diikuti kemenangan-kemenangan Thomas Cup yang mereka digawangi, nama Indonesia yang sebelumnya tak diperhitungkan menjadi top target untuk dikalahkan.

Daftar panjang atlet bulu tangkis Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia jelas tak akan cukup ditulis di sini. Namun, sedikit tentang nama-nama singkat pemain terbaik Indonesia. Di antaranya 3 terbaik di era 70-80an yaitu Rudy Hartono, Liem Swie King, dan Christian Hadinata; diikuti angkatan Alan Budikusuma dan Susi Susanti, Candra Wijaya/Sigit Budiarto, Halim Haryanto/Tony Gunawan; Taufik Hidayat; Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan; sampai Markus Gideon/Kevin Sukamuljo yang kini diakui sebagai ganda putra tersukses sepanjang tahun 2017.

3. Mencintai bulu tangkis Indonesia berarti kamu berjiwa patriot

instagram.com/jonatanchristieofficial

Bendera kebanggaan kita dapat berkibar di luar Indonesia kalau bukan karena adanya kunjungan Presiden/ acara kenegaraan; berarti kita menjadi juara di pertandingan tingkat dunia. Bulu tangkis boleh dikatakan sering memungkinkan hal ini terjadi.

Para atlet tidak hanya membawa nama mereka sendiri dalam pertarungan, tapi juga tanggungjawab agar Indonesia menjadi kebanggaan. Sebagai penonton, kita bahkan tak perlu meneteskan peluh setetes pun. Tapi kita bisa ikut menikmati kebahagiaan yang sama besar seperti yang dirasakan para atlet seusai kemenangan.

Bersyukur teknologi informasi semakin berkembang. Sehingga setiap momen-momen kemenangan Indonesia bisa kita nikmati secara leluasa via internet. Momen-momen paling khidmat bisa kita temukan saat kemenangan prestisius diraih Indonesia di ajang Olimpiade, Kejuaraan Dunia, hingga Asian Games: sang saka merah-putih dikibarkan diiringi lagu Indonesia Raya, para pemain dan seluruh pendukung Indonesia dengan sikap hormat dan airmata berkumpul di pelupuk turut menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh penghayatan dan rasa bangga tak tertahankan, memanggil nasionalisme.

Kendati demikian, setiap kemenangan Indonesia dengan ataupun tanpa linangan airmata, semuanya berharga.

4. Bulu tangkis selalu berhasil menjadi pelipur lara saat Ibu Pertiwi dirundung duka

Susi Susanti.pbdjarum.org

Kerusuhan Mei 1998 adalah mimpi terburuk yang tak diharapkan akan terwujud bagi siapapun. Golongan minoritas terutama etnis Tionghoa menjadi sasaran amuk massa di berbagai kota; mereka diburu, diusir, hartanya dijarah, rumah mereka dibakar; banyak orang mati sia-sia.

Pada waktu yang sama di belahan bumi lain, Tim Indonesia tengah mengikuti Thomas dan Uber Cup di Shanghai. Banyak pemain kita yang berasal dari etnis Tionghoa. Saat kerusuhan terjadi, mereka tetap bertanding sepenuh hati meski harus gelisah mengkhawatirkan keselamatan keluarga mereka di tanah air.

Indonesia akhirnya keluar sebagai juara. Koran-koran nasional memberitakan kemenangan ini secara masif. Mereka yang berduka menerbitkan senyum di wajah setelah menemukan penghiburan. Ada harapan untuk ke depan lebih baik. Wajah Indonesia yang bopeng karena isu kemanusiaan terselamatkan oleh prestasi gemilang bulu tangkis.

Politik kisruh di akhir 2016 hingga sepanjang  2017 tak bisa juga kita lupakan begitu saja. Menjual isu SARA, prasangka dan perpecahan tumbuh di mana-mana. Satu kelompok saling menghujat kelompok lain dengan media massa justru memanas-manasi keadaan.

Tanpa banyak menarik perhatian bulu tangkis Indonesia melenggang memperoleh prestasi-prestasi brilian; menjadi satu-satunya hiburan berkualitas di TV, bagi mereka yang peduli pada masa depan negeri.

5. Bulu tangkis adalah simbol persatuan dan perdamaian

instagram.com/kevin_sanjaya

Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

Di mana kamu lahir, disanalah hati dan jiwamu terikat.

Bulu tangkis adalah duta bagi persatuan dan perdamaian di Indonesia. Dari atlet hingga pendukung, kita semua bulat satu suara atas nama Indonesia. Apapun latar belakangmu: ras, etnis, agama, sampai warna kulit, bulu tangkis tak akan rasis mengkotak-kotakkan siapapun ke dalam kategori berbeda.

Doa kita sama dalam permohonan semoga Semesta berkenan merestui tanah tumpah darah kita harum namanya di puncak dunia. Menjadi pusaka abadi nan jaya seutuhnya; tanpa ada label bumiputera, tanpa ada label keturunan. Hanya ada KITA.

Bahwa KITA adalah SATU.

KITA, INDONESIA.

Line Ads

Topic:

  • Indra Zakaria

Just For You

I Want More !