Comscore Tracker

[OPINI] Hari Aksara Internasional, Masihkah Buta Aksara di Era Digital

Bukan untuk pengetahuan saja

Peringatan hari aksara internasional diperingati setiap bulan September, tepatnya pada tanggal 8. Banyak hal yang dilakukan untuk mengisi momen ini dengan kegiatan positif berhubungan pada literasi sebagai media aksara atau tulisan. Namun begitu banyaknya kegiatan dalam mengisi peringatan hari aksara internasional ini, apakah kampanye literasi atau mendorong literasi telah tepat sasaran khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Membaca menjadi kegiatan yang dapat mengenalkan pada literasi. Kegunaan membaca telah teruji menjadi salah satu kegiatan yang dapat mendorong imajinasi. Para ahli dalam masing-masing bidangnya berlomba menerbitkan karya mereka sehingga dapat memaparkan dan menjelaskan ilmu yang mereka kuasai agar membantu dan menarik minat baca pembaca, baik yang bersangkut paut dengan bidang keilmuan ataupun untuk menambah pengetahuan.

Beralih dalam kategori, penerbit buku sendiri baik itu mayor atau selfpublish mengategorikan bahan bacaan sesuai santapan atau minat pembaca seperti kategori genre pada novel fiksi, dan untuk non fiksi seperti parenting, teknologi, psikologi, agama, tanaman dan sebagainya.

Perhatian yang besar bagi dunia literasi tidak terhenti pada dunia penulis dan percetakan saja namun pemerintah lewat kementerian terkait mendorong kegiatan literasi ini agar menjadi budaya dan kebiasaan bagi warga Indonesia. Pembangunan perpustakaan daerah yang mampu menjadi wadah membaca warga setiap daerah, kelengkapan koleksi bacaan bagi mahasiswa di setiap kampus tidak hanya itu bahkan dilengkapi dengan akses jurnal berbagai bidang keilmuan.

Besarnya perhatian pada dunia literasi di Indonesia tercermin lewat berbagai upaya pemerintah, sosialisasi juga kampanye duta baca dan berjubelnya karya penulis lokal yang siap meladeni minat baca masyarakat Indonesia. Namun, apakah telah menumbuhkan kebiasaan dan menjadi salah satu budaya masyarakat Indonesia.

Kita bisa mengamati sekeliling kita dengan kecanggihan saat ini yang kita alami, era digital. Budaya membaca yang menjadi program dan harapan masih tersendat untuk kita jalani menjadi kebiasaan. Terlebih seharusnya pada era digital, dapat menjadi solusi untuk mengakses jika kesulitan untuk mendatangi perpustakaan. Tetapi, lagi - lagi ini masalah minat dan keinginan yang harus ditempa dan dibiasakan agar menjadi kebutuhan dan menjadi keinginan yang timbul dalam diri masing-masing. 

Lalu siapa yang harus menumbuhkan minat baca agar menjadi kebutuhan, jawabnya adalah keluarga. Keluarga merupakan porsi paling kecil dalam tatanan masyarakat. Menempati porsi kecil dalam tatanan masyarakat menjadikan keluarga memiliki privasi di dalamnya. Itulah mengapa kampanye membaca akhir-akhir ini gencar mengampanyekan pada keluarga se-Indonesia agar memasukkan membaca sebagai agenda dalam kegiatan keluarga sehari-hari.

Anak-anak dan remaja menjadi sasaran awal kegiatan ini. Banyak keuntungan yang dapat dirasakan jika tren budaya dan kebiasaan membaca ini berhasil pada tingkat keluarga. Kedekatan emosional antar anggota keluarga semakin terjalin, menumbuhkan sikap teliti dan tenang, dan kemampuan juga olah kata semakin kaya merupakan sedikit dari manfaat menumbuhkan budaya membaca. 

Upaya mengampanyekan dan sosialisasi budaya membaca melalui keluarga dapat kita lihat di ruang publik yang kini menyediakan fasilitas penyediaan membaca yang dapat menampung sekeluarga. Bahkan pada transportasi publik mulai disediakan ruang atau bagian sisi untuk menampung bacaan. Kini, penggalakan budaya dan kebiasaan membaca pada keluarga ini tinggal melihat hasil dari segala upaya positif berbagai kalangan untuk kegiatan positif ini.

Baca Juga: [OPINI] Yang Perlu Kita Bicarakan Saat Membincangkan Bullying

J.Sari Photo Community Writer J.Sari

Menulis hingga ke sukma. Karena berbagi ilmu pengetahuan tidak berbatas.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Just For You