Comscore Tracker

Bantuan Penyelamatan: Pengertian dan Pengawasannya 

Apa Itu Bantuan Penyelamatan?

Sebuah bantuan keuangan kepada bank yang tertahankan atau lembaga tabungan yang telah mengalami kerugian yang disebabkan karena kredit yang tak usai, kondisi pasar yang melemah dan penarikan dana dalam jumlah yang besar secara tiba-tiba. Sehingga diperlukan bantuan penyelamatan untuk bank yang hampir bankrut tersebut.

Bantuan penyelamatan ini dikenal dengan kata bailout yang memiliki fungsi untuk menjelaskan situasi sebuah entitas yang hampir bangkrut atau bangkrut pada sebuah perusahaan atau bank untuk diberikan injeksi dana segar yang likuid. Berikut penjelasan mengenai waktu yang bisa dilakukan dalam bantuan penyelamatan.

Baca Juga: Inisiasi Bantuan untuk NTT, Mensos Terima Bantuan dari Indihome

1. Waktu yang dilakukan dalam bantuan penyelamatan

Bantuan Penyelamatan: Pengertian dan Pengawasannya 

1. Saat Bank maupun lembaga pemerintahan tidak mampu dalam membayar pemenuhan permintaan dana-dana lainnya kepada para deposan.

2. Memberhentikan operasional bank yang telah mengalami kegagalan terdapat dua pilihan yaitu:

a. Dapat dilikuidasi meskipun tanpa skema penjaminan.

b. Ketika bank atau lembaga yang mengalami kegagalan masih dipertanggungkan. Sehingga para investor dan pemerintah yang berada dalam jaminan pembayaran yang berdasarkan dengan penjaminan oleh lembaga penjaminnya (pemerintah).

Kemudian terdapat penjelasan mengenai strategi pengawasan yang dilakukan oleh Bank Indonesia, selain itu Bank Indonesia ini juga menetapkan beberapa jenis pengawasan berdasarkan analisis terhadap kondisi suatu bank. Berikut merupakan penjelasan mengenai strategi pengawasan yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

Baca Juga: Gojek Gelontorkan Rp260 Miliar untuk Bantuan Mitra Selama Pandemik

2. Strategi pengawasan yang dilakukan oleh bank Indonesia

Bantuan Penyelamatan: Pengertian dan Pengawasannya Pexels/Pixabay

Pengawasan Normal
Pengawasan ini terjadi dan dilakukan terhadap bank yang telah memenuhi kriteria yaitu tidak memiliki potensi atau tidak membahayakan terhadap kelangsungan usahanya. Pada umumnya frekuensi dalam pengawasan dan pemantauan kondisi suatu bank dilakukan secara normal dan dilakukan pemeriksaan secara berkala. 

Pengawasan Intensif
Pengawasan intensif ini dilakukan oleh  bank yang telah memenuhi dan memiliki potensi kesulitan yang dapat membahayakan keberlanjutan usaha yang sedang dirintis. Adapun beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh Bank Indonesia pada bank dengan status pengawasan intensif sebagai berikut:

a. Meminta kepada bank untuk melaporkan hal-hal tertentu kepada Bank Indonesia selaku bank pengawas.

b. Melakukan peningkatan frekuensi berkaitan dengan pengkinian dan penilaian rencana kerja dengan penyesuaian terhadap tujuan yang akan dicapai.

c. Meminta kepada bank untuk menyusun rencana mengenai tindakan yang sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi.

d. Menempatkan pengawas dan pemeriksa Bank Indonesia pada bank jika diperlukan.

Pengawasan Khusus
Pengawasan khusus merupakan salah satu pengawasan yang dilakukan terhadap bank yang dinilai mengalami kesulitan yang dapat membahayakan kelangsungan usahanya. Untuk bank dengan status pengawasan khusus ini maka terdapat beberapa tindakan Bank Indonesia yang dilakukan yaitu:

a. Meminta kepada bank dan pemegang saham bank untuk mengajukan rencana perbaikan dalam permodalan (capital restoration plan) secara tertulis kepada BI.

b. Meminta kepada bank untuk segera memenuhi kewajiban dalam melaksanakan tindakan perbaikan (mandatory supervisory actions).

c. Meminta kepada bank atau pemegang saham bank agar melakukan tindakan sebagai berikut:

  • Menggantikan dewan komisaris dan direksi bank.
  • Menghapusbukukan kredit atau pembiayaan berdasarkan dengan Prinsip Syariah yang tergolong macet dan memperhitungkan kerugian yang terjadi pada bank dan modal bank.
  • Melakukan merger dan konsolidasi dengan bank lainnya.
  • Menjual bank kepada pembeli yang bersedia untuk mengambil alih seluruh kewajiban bank.
  • Menyerahkan semua pengelolaan atau sebagian dari kegiatan bank kepada pihak lainnya.
  • Menjual keseluruhan atau sebagian harta dan kewajiban bank kepada bank atau pihak lainnya.
  • Membekukan kegiatan usaha tertentu bank.

Selain itu, adapun beberapa larangan dan pembatasan bagi bank dalam pengawasan khusus adalah sebagai berikut:

  1. Bank tidak diperbolehkan untuk melakukan pembayaran distribusi modal (pembagian dividen atau pemberian bonus).
  2. Bank tidak diperbolehkan untuk melakukan transaksi dengan pihak terkait maupun pihak lain yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.
  3. Bank dikenakan pembatasan dalam pertumbuhan aset.
  4. Bank tidak diperbolehkan melakukan pembayaran terhadap pinjaman subordinasi.
  5. Bank akan dikenakan pembatasan kompensasi terhadap pihak terkait.

Secara umum, frekuensi dan intensitas pengawasan dan pemeriksaan terus meningkat terutama dalam rangka mengawasi perkembangan kinerja dan komitmen serta kewajiban bank yang telah diperintahkan oleh Bank Indonesia. Terdapat dua pilihan resolusi bank yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

Bank dalam Penyehatan 
Bank yang telah ditetapkan dengan status bank dalam penyehatan jika bank tersebut dinilai memiliki potensi yang dapat digunakan untuk memperbaiki aspek permodalan. Proses penyehatan bank ini dilakukan oleh BPPN dan komunikasi dan kerjasama antara Bank Indonesia dengan BPPN.

Bank Beku Kegiatan Usaha
Bank beku kegiatan usaha ini merupakan salah satu bank yang telah ditetapkan jika bank memenuhi persyaratan. Jika kondisi bank menurun sangat pesat maupun program penyehatan BPPN atas bank dalam penyehatan tidak dapat diselesaikan oleh bank dalam jangka waktu yang telah disepakati sebelumnya.

Baca Juga: Firli Bahuri: KPK Butuh Bantuan Pihak Lain untuk Berantas Korupsi 

3. Penutup

Demikian penjelasan mengenai bantuan penyelamatan yang diawasi oleh Bank Indonesia, semoga dengan adanya informasi ini dapat menambah pengetahuan dan pengawasan kamu berkaitan dengan bantuan penyelamat. Semoga bermanfaat.

Topic:

  • Kiki Amalia

Berita Terkini Lainnya