Comscore Tracker

[OPINI] Catcalling Wanita Biar Mau Senyum, Aneh atau Malah Salah?

Senyum dong, biar kelihatan cantiknya!

"Senyum dong, cantik-cantik kok cemberut aja sih. Jelek tahu!"

Kalimat itu, atau yang mirip-mirip kayak gitu, sudah menghantuiku sejak entah kapan aku juga gak bisa mengingatnya. Dan tolong, ini bukan sebuah hal yang sepele. Kayaknya kita sebagai wanita gak pernah secara resmi diperintahkan untuk tersenyum, apalagi ke orang asing yang kita temui di jalan.

Entah itu lagi jalan sendirian, gak ganggu siapa pun juga, atau lagi nongkrong sama temen-temen sekalipun, rasanya banyak orang yang bikin persepsi kalau aku ini orangnya menyedihkan dan harus dibuat ceria dan tersenyum.

Seolah-olah kalau menyuruhku senyum itu bakal beneran bikin aku dengan sukarela tersenyum.

1. Jadi gini, aku harus kasih tahu kalau aku punya ekspresi bernama resting bitch face (RBF) dan mungkin bakal terus begini sampai aku tua nanti

[OPINI] Catcalling Wanita Biar Mau Senyum, Aneh atau Malah Salah?unsplash.com/@bbvphotos

Ekspresi ini, bakal bikin raut wajahku terlihat sedih/marah/gak tertarik/ atau semua hal itu kalau aku lagi gak ngomong sama siapapun, alias lagi diam gak ngapa-ngapain.

Sebenarnya, gak peduli seberapa senangnya atau bahagianya perasaanku, ekspresiku cuma gak bisa merefleksikannya. Sepanjang waktu, bahkan aku gak sadar kalau aku lagi pakai mode resting bitch face - sampai pada akhirnya seseorang menyuruhku untuk tersenyum, ya kayak gitu. Ngerti kan?

Ya, kali aja aku dengan sengaja mencoba buat terlihat menyedihkan; sepanjang waktu aku sebenarnya sedang konsentrasi atau ngurusin masalahku sendiri, tapi tetap saja itu gak menghentikan orang-orang untuk memberikan pendapat mereka tentang bagaimana seharusnya wajahku terlihat.

2. Kemudian, menyuruh seseorang untuk tersenyum, bahkan ketika mereka terlihat sedih, mungkin juga gak bakal bikin mereka bahagia. Serius deh gak bohong!

[OPINI] Catcalling Wanita Biar Mau Senyum, Aneh atau Malah Salah?unsplash.com/@kendylenelsen

Katakanlah aku lagi gak punya suasana hati yang bagus dan aku beli es coklat di sebuah kedai - aku pasang wajah (RBF) ini karena, tentu saja, aku lagi punya hari yang gak bersahabat. Tiba-tiba, ada cowok yang teriak dari seberang jalan:

"Woy, cemberut aja! Senyum kenapa sih? Cakep-cakep kok cemberut."

Beneran, ini pernah terjadi sama aku dan aku gak sedang lebay. Aku cuma diam dan:

a. Kamu siapa?

b. Kenapa kamu mikir kalau kamu punya hak buat menyuruh apa saja yang sebaiknya aku lakukan terhadap wajahku sendiri?

c. Apa dampak yang ditimbulkan dari wajahku terhadap hidupmu?

d. Sekali lagi, kamu siapa?

Dan tentu saja, suasana hati yang sedang diperbaiki semakin memburuk karena ada orang aneh yang menyatakan kalau ekspresi wajahku gak bisa dia terima, seolah-olah ini adalah hal yang normal untuk dikatakan dan dilakukan.

Penafian: Ini gak normal dan gak seharusnya dilakukan.

Baca Juga: Jangan Takut, Hadapi Catcalling dengan 5 Cara Ini!

3. Dan momen di mana seorang wanita dipaksa untuk tersenyum gak hanya terjadi pada satu orang saja. Kenyataannya, ada banyak, yang mengalami kejadian serupa

[OPINI] Catcalling Wanita Biar Mau Senyum, Aneh atau Malah Salah?unsplash.com/@nikarthur

Salah satu temanku, saat ia sedang berjalan dengan headphone menyala memutar musik di telinga, salah satu pekerja proyek dari gedung yang ia lewati berteriak padanya untuk tersenyum. Tiba-tiba temannya juga ikut bergabung dan ikut berteriak pada temanku untuk tersenyum agar semakin cantik.

Apakah salah, kalau wanita cuma pengen jalan kaki di pinggir jalan tanpa harus diminta orang asing buat tersenyum? Gak ada yang pengen jalan kaki dengan senyum lebar kayak orang aneh; kalau pun tersenyum, pasti bakal dilihatin orang-orang sekitar karena dikira gila. Gak ada yang bisa bermanfaat, sebenernya.

Pengalaman lain pernah dialami ketika kami sedang pergi nongkrong di sebuah bar malam. Saat ingin membayar minuman, salah satu pegawainya menjauhkan mesin EDC dariku dan ngomong kalau aku harus tersenyum jika ingin minumanku dibuatkan.

Aku masih ingat dia ngomong:

Mau aku buatin minumnya? Senyum dulu dong.

4. Gak peduli seberapa innocent-nya orang-orang ini menyuruh wanita buat tersenyum, itu cuma jadi cara mereka buat gimana caranya bisa mengontrol wanita

[OPINI] Catcalling Wanita Biar Mau Senyum, Aneh atau Malah Salah?unsplash.com/@isaiahrustad

Meskipun sampai sekarang aku masih gak ngerti manfaatnya di mana, catcalling wanita dan kemudian menganggap itu pujian sehingga kami para wanita wajib berterima kasih dan tersenyum balik sebagai tanda terima itu bukan hal yang oke dan classy.

Akui saja, para pria-pria ini gak bakal dengan random menyuruh pria lain di jalan buat tersenyum - gak peduli seberapa menyedihkannya tampang mereka saat berjalan. Mereka gak bakal saling bersiul dan berteriak, "Abang cakep, senyum dong. Ganteng deh!"

Hal yang benar-benar menggangguku adalah bahwa wajahku, ekspresiku, apa pun yang aku perlihatkan sebagai bentuk emosi, bukan urusan orang lain. Jadi hak apa yang mendasari mereka untuk dengan random berteriak ke wanita dan menyuruh kami untuk melakukan sesuatu dengan ekspresi wajahnya?

Kalau memang mau tersenyum, gak bakal disuruh pun pasti bakal senyum juga.

Kalau memang mau mellow karena sedih, gak bakal disuruh pun pasti bakal menangis juga.

Kalau memang mau berjalan kaki dengan RBF sepanjang hari, ya gak bakal senyum juga walau disuruh siapa pun.

Karena ini wajahku. Aku gak dengan random menyuruh para pria buat tersenyum, kok. Susahnya di mana?

5. Kalau kamu gak menganggap teriakan, sahutan, siulan, atau panggilan random ke wanita sebagai catcall, kamu harus tahu kalau hal tersebut gak oke

[OPINI] Catcalling Wanita Biar Mau Senyum, Aneh atau Malah Salah?unsplash.com/@timothypaulsmith_436580_sink

Banyak anak gadis dari usia belia harus tumbuh di lingkungan yang menganggap panggilan dari pria seperti itu adalah pujian dan mereka boleh melakukannya terhadapmu di pinggir jalan.

Jadi, tolong maafkan kami jika kami bereaksi berlebihan jika suatu hari kami diminta untuk tersenyum, karena kami sedang mencari cara untuk menghindari situasi yang nantinya mengharuskan kami untuk menyelamatkan diri karena (semoga gak kejadian) diserang segerombolan pria yang gak terima kalau ada wanita yang gak suka di-catcall.

Aku yakin sih akan ada orang yang ngomong buat gak usah lebay atau berlebihan, karena yang mereka lihat hanyalah seorang pria meminta wanita untuk tersenyum. Tapi tanyakan ini ke dirimu sendiri: kenapa mereka minta (lebih seringnya menyuruh) kami untuk tersenyum?

Apakah itu untuk membuat kami ceria, atau membuat kami merasa lebih baik terhadap diri sendiri? Atau karena mereka melihat adanya kesempatan untuk mengingatkan kami tentang anggapan bahwa kami seharusnya terlihat cantik, penurut, dan hanya bisa tersenyum tanpa harus menimbulkan banyak suara?

6. Mungkin mereka percaya kalau mereka sedang membantu kita untuk berbahagia kalau mereka menyuruh kita untuk tersenyum, karena senyum adalah tanda kebahagiaan bukan?

[OPINI] Catcalling Wanita Biar Mau Senyum, Aneh atau Malah Salah?unsplash.com/@thewzrdharry

Salah.

Sebenarnya, kami terpaksa tersenyum hanya untuk menghindari konfrontasi dan bakal langsung cepat-cepat pergi dengan perasaan kesal atau malu terhadap situasi ini. Jarang sekali kamu menemukan kasus di mana para wanita korban catcall ini menyerang balik dan menyuruh pelaku catcall untuk diam dan ngurusin urusannya sendiri. Karena tentu saja, kami bakal dibombardir dengan serangan balik yang lagi-lagi menyuruh kami biar gak lebay dan berlebihan karena cuma diminta buat senyum.

Alah, omong kosong.

Rasanya apa yang orang lain gak sadari adalah apa yang akan terjadi ketika kami menolak untuk tersenyum; jika kami mengabaikan omongan mereka atau mengusir mereka, kami berpotensi untuk dicelakai orang asing yang bahkan baru kami temui hari itu juga.

Jadi, kebanyakan sih, ya, terpaksa aku tersenyum kecut atau pura-pura gak denger kaalu ada yang teriak kayak gitu, karena itu pilihan terbaik. TAPI bukan berarti aku bahagia atau mereka berhasil bikin aku bahagia. Faktanya, malah kebalikannya, aku jijik dan gak suka.

Truth to be told, I'm fed up.

Muak dengan fakta, terlepas dari seberapa majunya hak-hak wanita yang sudah kita raih dalam beberapa dekade ini, kami para wanita masih saja dianggap harus memperbolehkan orang-orang untuk bertindak semena-mena pada kami.

Jadi, nggak. Aku gak bakal menerimanya dan bakal mempermasalahkannya kalau kamu menganggap ini bukan hal yang serius alias sepele. Apa yang seharusnya dilakukan orang-orang adalah berhenti memperlakukan wanita seolah-olah kami adalah boneka yang bisa disuruh-suruh sesuai permintaan.

Selain itu menggurui, itu juga merendahkan, aku sudah gak tahan lagi.

So. Stop. Telling. Us. To. Smile.

Kita cuma pengen jalan dengan tenang.

Baca Juga: Bro, Ini 5 Alasan Kamu Harus Stop Melakukan Catcalling

Ice Juice Photo Verified Writer Ice Juice

A dyslexic peculiar organism capable of turning caffeine into words.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Just For You