Comscore Tracker

[OPINI] Green Book: Drama Sosial Era Rasialisme Amerika

Raih Piala Oscar Untuk Kategori Film Terbaik

Film "Green Book" arahan sutradara Peter Farrelly terpilih sebagai Film Terbaik pada gelaran ke-91 Academy Award atau yang lebih dikenal dengan Piala Oscar. Dibintangi oleh Viggo Mortensen, Mahershala Ali dan Linda Cardellini, Green Book menyisihkan nominator-nominator lainnya seperti Bohemian Rhapsody, The Favourite, BlacKkKlansman, Roma, 3 dan film lainnya.

Selain meraih penghargaan sebagai Film Terbaik, Green Book juga menghantarkan Mahershala Ali meraih penghargaan sebagai Aktor Pendukung Terbaik. Ditambah raihan penghargaan untuk kategori Skenario Asli Terbaik, total Green Book meraih 3 penghargaan.

Berangkat dari kisah nyata

[OPINI] Green Book: Drama Sosial Era Rasialisme Amerikarottentomatoes.com

"Green Book" berangkat dari sebuah kisah nyata. Mengambil setting tahun 1962, film ini bercerita tentang kisah perjalanan tur pianis kelas dunia, Don Shirley (diperankan oleh Mahershala Ali) dan supir sekaligus pengawal pribadinya, Tony Vallelonga (diperankan oleh Viggo Mortensen).

Berdurasi sekitar 130 menit, film ini tidak mengangkat perihal penampilan-penampilan Don Shiley dalam tur-nya, melainkan interaksi antar pianis dan supir sekaligus pengawalnya tersebut, yang bukan hanya berbeda pada warna kulit, namun juga pada latar belakang hidup, pendidikan dan orientasi seksual.

Judul film, "Green Book", diambil dari judul sebuah buku panduan perjalanan yang ditulis oleh Victor Hugo Green, yang berisikan tempat-tempat seperti motel, restoran dan pompa bensin yang aman dan terbuka bagi seorang negro, Afrika-Amerika. Buku ini populer di pertengahan abad ke-20, khususnya bagi pelancong Afrika-Amerika di Amerika Serikat.

Dikemas dalam genre drama, film ini menyuguhkan adegan-adegan yang didasari atas konflik pribadi dan juga kelompok, praktek-praktek kekerasan yang berhubungan dengan rasialisme, hingga intrik-intrik politik. Dengan tepat, film ini menghadirkan momen-momen yang menyentuh dan mengharukan, tapi tidak cengeng, yang menghantarkan kedua tokoh pada sebuah perjalanan seumur hidup. Don Shirley dan Tony akhirnya berteman setelah perjalanan tur mereka selesai. Pertemanan seumur hidup hingga ajal memisahkan mereka.

Baca Juga: [OPINI] Perempuan dalam Ancaman Perampasan Ruang

Telah menghasilkan US$ 144 juta lebih

[OPINI] Green Book: Drama Sosial Era Rasialisme Amerikacinemabuzz.com

Diproduksi oleh Jim Burke, Brian Hayes Currie, Peter Farrelly dan Nick Vallelonga serta Charles B. Wessler, Green Book dibiayai oleh perusahaan produsen film Participant Media bersama 3 perusahaan lainnya. Total keseluruhan, film ini menghabiskan biaya pembuatan sebesar US$ 23 juta. 

Didistribusikan oleh Universal Pictures, Green Book pertama dirilis untuk umum pada 16 November 2018. Terhitung hingga 24 Februari kemarin, film ini telah menghasilkan US$ 144 juta lebih.

Beberapa penghargaan sebelumnya

[OPINI] Green Book: Drama Sosial Era Rasialisme Amerikandtv.com

Sebelum dirilis untuk umum, Green Bookterlebih dahulu dirilis di Toronto International Film Festival (TIFF) pada 11 September 2018 dan mendapat penghargaan sebagai People's Choice Award. Berikutnya, pada November 2018, mendapat penghargaan sebagai Best Film of 2018  oleh National Board of Review Award.

Selain itu, The Green juga memenangkan penghargaan Producers Guild of America Award untuk kategori Best Theatrical Motion Picture dan Golden Globe Award untuk kategori Best Motion Picture - Musical or Comedy.

Baca Juga: [OPINI] Film Keluarga Cemara & Kapitalisme yang Tak Mau Disalahkan

Sori Siregar Photo Verified Writer Sori Siregar

Menulis untuk mengekspresikan pikiran, ide dan gagasan. Syukur, kalau bisa menebarkan kemaslahatan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Just For You