Comscore Tracker

[OPINI] Haruskah Setiap Manusia Memiliki Cita-cita? 

Berjalan untuk melihat 

Saat anak-anak dulu, pasti orang tua kita sering menanyakan cita-cita apa yang kita kehendaki. Jujur, dulu saya bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut, 'kalau udah besar mau jadi apa?'. Bagi saya pertanyaan tersebut sangat sulit dan membingungkan. Saya diam sangat lama untuk menjawab pertanyaan tersebut. Sampai akhirnya saya melihat pekerjaan ibu saya sebagai seorang guru, langsung saja saya jawab 'ingin jadi guru'. Pikiran saya saat itu adalah menjadi guru akan menyenangkan karena akan menilai pelajaran sesuka hati.

Keinginan menjadi seorang guru pun sirna seiring dengan berjalannya waktu. Saat itu saya yang duduk di sekolahan memperhatikan seorang guru yang mengajarnya asal-asalan tak mengerti apa yang diucapkannya. Ternyata menjadi seorang guru juga tidak gampang. Guru yang seperti itu biasanya diolok-olok para murid, dan saya tidak mau diolok-olok.

Kemudian saya berpikir lagi. Apakah cita-cita itu penting? Haruskah semua orang memilikinya. Bukankah hidup baik saja sudah cukup tanpa harus ada sesuatu yang ingin dikejar seperti cita-cita?, dan mengapa cita-cita tersebut harus berpatokan pada kehidupan dunia yang tinggi, seperti dokter, direktur, atau yang lebih universal menjadi orang yang sukses yang mengarah pada keberlimpahan harta.

Jika kita buka kembali Q.S Adh-Dhāriyāt ayat 56, yang artinya "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku". Dari ayat tersebut sangat jelas Allah menegaskan bahwa kita hidup di dunia untuk mengabdi kepadaNya, bukan mengabdi pada dunia dan melalaikan dari segala perintahNya. Kemudian sambungan ayat tersebut (Adh-Dhāriyāt:57-58) menyebutkan "Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan, Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh."

Terus terang ayat tersebut terkadang membuat saya malu. Saya takut pekerjaan dunia yang tidak selesai, takut dimarahi atasan ataupun merasa kewajiban itu sangat penting, tapi saya sering mengabaikan suara azan yang telah berkumandang. Dan itu berjalan sudah cukup lama.

Kutipan dari Khalid Basalamah juga turut menyadarkan saya untuk apa saya ada di sini. Dalam kutipan tersebut menjelaskan tentang tujuan hidup seorang muslim di dunia adalah beribadah, meningkatkan ibadah, istiqamah, lalu mati sebagai hamba yang saleh.Tujuan hidup kita bukan target-target keduniaan. Allah ta’ala tidak mengharapkan dunia yang dicapai hamba-Nya, justru Dia-lah yang mengkaruniakan dunia kepada hamba-Nya.

Lantas pertanyaannya adalah apakah cita-cita masih dibutuhkan, jika tujuan hidup kita masih terombang-ambing dalam menyalahartikan kehidupan dunia dan akhirat? Haruskah cita-cita sejalan dengan tujuan hidup? Tentu saja iya.

Cita-cita harus diiringi dengan tujuan hidup yang benar. Tidak menghalalkan segala cara, tapi harus didominasi dengan tindakan yang benar dan lurus sesuai perintah agama. Bukankah seseorang yang bekerja dengan tidak memperhatikan hal benar dan cenderung melakukan berbagai cara dalam mencapai tujuannya tanpa memperhatikan hal baik dan buruk akan senantiasa gelisah dan khawatir dengan hasil yang akan diperolehnya?

Hal seperti itu memang lumrah terjadi. Jika kita sengaja berbuat curang dalam aksi kita untuk mencapai tujuan kita akan cenderung gelisah dan khawatir. Akhirnya kita pun akan menyesal jika hasil itu ternyata berdampak buruk bagi kita.

Cita-cita yang kita punya menuntut tujuan hidup yang akan dilakukan. Berjalan di jalan yang benar tanpa harus mengabaikan kewajiban utama. Cita-cita memang penting, tapi tujuan hidup harus serta merta mengikutinya. Cita-cita ataupun tujuan hidup haruslah senantiasa beriringan dan berpatokan terhadap hal-hal benar tanpa mengabaikan kewajiban utama.

Baca Juga: [OPINI] Pergaulan dan Penerapan Kata Terima Kasih, Tolong, dan Maaf

Susan Photo Community Writer Susan

Gak boleh TAMAT belajar sampai AJAL menjemput

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Just For You