Comscore Tracker

Throwback: Film 'GIE' Perjuangan Mahasiswa dalam Menuntut Keadilan

Lebih baik diasingkan, daripada menyerah pada kemunafikan

Film ini berkisah tentang perjalanan hidup dan pemikiran Gie, mulai dari sudut pandang, narasi-narasi, dan pergolakan emosinya melihat keadaan lingkungan sosialnya. Gie, bernama lengkap Soe Hok Gie. Lahir tanggal 17 Desember 1942, dari sebuah keluarga keturunan Tionghoa.

Mengikuti kisah perjalanan Soe Hok Gie, dalam menuntut demokrasi seutuhnya untuk rakyat tanpa digawangi kepentingan kelompok dan orgganisasi politik yang haus akan kuasa dan kesenangan elitenya di masa lampau.

1. Terinspirasi dari buku harian Soe Hok Gie

Throwback: Film 'GIE' Perjuangan Mahasiswa dalam Menuntut KeadilanMilesfilms.net

Film ini menggambarkan kembali kisah nyata mahasiswa bernama Soe Hok Gie di tahun 1960-an. Film Gie adalah Film garapan Miles Production tahun 2005, yang disutradarai oleh Riri Riza. Film GIE ini digarap lantaran terinspirasi dari buku harian milik Seo Hok Gie, yaitu seorang aktivis mahasiswa UI yang berani menyuarakan suaranya lewat tulisan-tulisan kritis tentang pemerintahan yang tidak benar dan menyimpang.

2. Gie benci dengan penguasa yang selalu bermain dengan kekuasaannya

Throwback: Film 'GIE' Perjuangan Mahasiswa dalam Menuntut KeadilanMilesfilms.net

Gie adalah sosok yang pintar, teguh dalam segala hal. Melihat setiap hari golongan atas selalu melakukan kirab dan memuja-mujanya, Gie yang sedari kecil mengamatinya tidak pernah percaya dengan para pemimpin bangsa waktu itu. Bagaimana seorang pemimpin di sini Soekarno, memimpin bangsanya dengan merencanakan pembangunan besar-besaran yang menggelontorkan uang rakyat hanya untuk diakui dunia luar sebagai pemimpin yang hebat. Tapi Gie tahu benar banyak orang miskin di sekitar lingkungannya dengan keadaan miris dan butuh bantuan, tak pernah ditengok secara tulus oleh penguasa.

3. Keadilan itu barang langka, di mana hanya Tuhan yang memilikinya

Throwback: Film 'GIE' Perjuangan Mahasiswa dalam Menuntut KeadilanMilesfilms.net

Mulailah dari situ Gie merasa dunia itu tidak adil baginya, tidak ada yang bisa mengangkat keadilan di kehidupan ini. Hati Gie semakin keras layaknya Batu. Lama-lama rasa benci yang terus membesar terus menumpuk atas rasa kekecewaan terhadap kehidupannya sendiri. Membuat Gie menjadi sosok yang pendendam dan pembenci mereka orang-orang berkepentingan yang penuh dengan permainan licik, tipu muslihat, dan tak pernah menjunjung apa yang namanya keadilan.

Di dalam film ini dinarasikan emosi Gie sangat jelas dari pergantian scene dan dari suara berita-berita yang memuji Soekarno dan bersuarakan suara rakyat. Berikut narasi Gie,

Tidak ada yang adil di dunia ini, keadilan hanya berada di langit, bukan di orang-orang.”

Baca Juga: [OPINI] Gagalnya PSBB: Remang-remang Transparansi dan Minim Edukasi

4. Jika sebuah keadilan bisa diluruskan, kenapa malah ditentang?

Throwback: Film 'GIE' Perjuangan Mahasiswa dalam Menuntut KeadilanMilesfilms.net

Di kehidupannya saat kuliah Gie suka membuat diskusi-diskusi yang revolusioner menentang kepemimpinan terpimpin oleh Soekarno. Walaupun banyak yang meremehkannya dan menganggapnya terlalu melangit, namun keyakinan Gie selalu didukung oleh sahabat-sahabatnya yang merupakan orang-orang netral. Sahabat-sahabat Gie awalnya ada 4 yaitu Ira, Herman, Denny, dan Jaka.

Namun, lambat laun si Jaka berubah haluan yang awalnya dia bergerak demi rakyat untuk menentang Soekarno karena dirasa buruk. Akhirnya Jaka memilih untuk bergabung ke salah satu sayap, yaitu sayap kiri sebagai dasar gerakannya, dan secara terang-terangan dia menjalankan organisasi yang ditunggangi sebuah kelompok kepentingan politik.

Bukannya Gie menentang pemerintahan, tapi jika pemerintahan sudah berjalan tidak benar, kenapa harus dianut kenapa tidak boleh diluruskan? Gie mulai menuangkan gagasannya lewat tulisan-tulisan surat kabar.

5. Jika mahasiswa bisa menjadi penyuara rakyat, kenapa malah mengingkari

Throwback: Film 'GIE' Perjuangan Mahasiswa dalam Menuntut KeadilanMilesfilms.net

Di saat mahasiswa lain mungkin mencari aman atau berusaha menentang kelompok lain yang berbeda kepentingan, Gie seakan muak. Saat dalam senat semua calon yang diusung tidak bisa lepas dari kepentingan politik, sampai baku hantam di dalam ruang rapat. Gie hanya menyaksikan, bagaimana sebuah politik partai bisa masuk ke organisasi kampus dan mencari keuntungan untuk dirinya sendiri suatu saat nanti.

Politik partai sudah masuk ke organisasi kampus, seperti di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), bahkan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Pada saat itu karena Gie sudah terlalu jengah. Dia meminta sahabatnya Herman, untuk menjadi ketua senat, karena hanya Herman dan kawan-kawannya sajalah yang tidak pro ke partai manapun.

6. Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan

Throwback: Film 'GIE' Perjuangan Mahasiswa dalam Menuntut KeadilanMilesfilms.net

Lika-liku Gie tetap ada semasa hidupnya dalam menyerukan keadilan yang sesungguhnya. Sampai dia dikucilkan oleh lingkungan tempat dia bekerja dengan bisikan-bisikan dan cemoohan orang-orang. Gie sadar, itu merupakan hal berat baginya setidaknya sampai membuat pemikirannya kalut, yang bisa dilihat dari narasi-narasi akhirnya tatkala akan bertemu Ria sang pujaan hatinya. Gie pun ditemukan meninggal di Semeru pada usia 27 tahun, tanggal 16 Desember 1969 dipangkuan Herman.

Tapi dari semuanya, film ini bagus apalagi sebagai sumber wawasan mengenai sejarah dan semangat kaum muda dalam mengkritisi jalannya sebuah pemerintahan yang diam-diam bermain untuk kepentingan kelompok. Mengilhami para generasi muda agar tidak takut bahkan bersuara mengemukakan gagasannya sebagai warga negara Indonesia yang sama akan perolehan hak dan kewajibannya.

Baca Juga: [OPINI] Menerka Masa Depan Ojek Online Pasca Corona

Tamarin Er Photo Writer Tamarin Er

たまりん

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya