Comscore Tracker

Untukmu yang Bertahan Sendiri di Tengah Hujan Postingan Mesra Medsos

Bagi yang masih lajang, timeline instagram terkadang serupa teror menakutkan

Selain perseteruan politik berbumbu agama, perkara lain yang mendominasi timeline media sosial kita adalah seputar pernikahan. Entah ini dialami oleh semua orang, atau hanya aku saja? Sepertinya kalian yang umurnya berkisar di angka dua puluhan pun sedang merasakan hal yang sama.

Pagimu diawali dengan story seorang kawan yang menyeduh secangkir kopi untuk pasangan. Siangmu diwarnai tulisan kawanmu di facebook yang baru saja menempati rumah baru bersama seseorang yang ia nikahi sebulan lalu.

Soremu dihiasi dengan lanskap senja di belakang sepasang muda-mudi yang tersenyum saling memandang. Malammu, ah, sudahlah, tak berbeda dengan apa yang kau jumpai dari pagi. Propaganda betapa enaknya bersama mereka yang sudah halal bagi kita.

Tak hanya di dunia maya, kehidupan nyata di sekitar kita juga. Undangan pernikahan, berita dikhitbahnya kawan lama, hingga kalimat bertema “Happy Enggagement Day” yang tertempel di rumah tetangga. Selamat! Kau sudah mulai tumbuh dewasa!

Berat memang, sendirian di tengah mereka yang telah berpasang-pasangan. Ada iri yang merasuk hati. Perasaan ingin dimiliki dan memiliki, dilindungi dan melindungi, dicintai dan mencintai, semuanya menghantui.

Tapi tenang, setiap dari kita telah diciptakan berpasang-pasangan. Itu bukan kalimat klise penghibur kita-kita yang lajang. Itu janji Tuhan!

Menikah bukan keputusan sembarangan yang dapat diambil serampangan. Jangan hanya karena iri melihat pasangan halal yang dusel-duselan di instagram lantas kau memilih orang asal-asalan. Jangan hanya karena kau ingin sekali punya pundak untuk bersandar di akhir hari lantas kau pilih dia yang tak sevisi. Menikah bukan sekadar menghalau sepi, ada generasi yang harus kau bentuk setelahnya.

Menikah muda memang baik, tapi lebih baik lagi menikah saat kau memang sudah siap dan lunas memantaskan diri. Tiap orang punya alasan sendiri mengapa ‘menunda’ pernikahan. Ada hal lain yang perlu dikejar.

Skripsi dan studi, misal. Atau ada beban keluarga yang harus turut kau tuntaskan. Atau apa pun itu. Orang-orang mestinya tak boleh mendiskriminasi mereka yang sudah cukup umur namun belum berpasangan.

Maka, untukmu yang masih sendiri di tengah pasangan-pasangan halal yang sibuk membagikan kebahagiaan di media sosial, jangan khawatir. Pada suatu hari nanti, akan ada seseorang yang cukup berani membawamu ke akad dan cukup berkomitmen untuk membangun generasi yang hebat.

Ia yang sela-sela jarinya dapat kau isi dengan jari-jarimu. Yang pundaknya nyaman untuk sekadar meletakkan kepalamu. Yang mau mendengar seabsurd apa pun ceritamu. Seseorang yang akan kau dekap di akhir hari, dan yang pertama kau jumpai kala pagi.

Tapi pesanku, setelah kau menemukan orang itu, jangan terlampau sering kau bagikan bahagiamu. Barangkali, ada seseorang di sana yang sedang berjuang menjaga prinsip. Barangkali, bahagiamu menambah berat perjuangannya yang masih sendiri.

Ulul Mustafidah Photo Community Writer Ulul Mustafidah

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Community IDN Times

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You