Comscore Tracker

Adanya Sastra Anak terhadap Perkembangan Anak di Era Digital

Sastra anak di era digitalisasi, positif atau negatif?

Berbicara merupakan salah satu tahap perkembangan anak yang sangat dinantikan oleh orang tua. Anak akan menjadi sangat aktif untuk bertanya mengenai berbagai hal yang dilihat. Ketika hal itu terjadi maka orang tua bertugas untuk menjelaskan serta menceritakan tentang apa saja yang ditanyakan oleh anak, tentunya dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak. Kebutuhan anak mengenai berbagai informasi dapat diberikan melalui cerita. Cerita yang yang dapat dikonsumsi oleh anak yaitu lewat sastra anak.

Lukens (2003:9) menyatakan sastra mencakup dua hal utama, yaitu kesenangan dan pemahaman. Aspek apa pun yang ditawarkan dalam sebuah teks sastra, tujuan untuk memberikan hiburan dan menyenangkan pembaca adalah hal yang tidak bisa dilupakan. Tetapi jauh sebelum pendapat Lukens, Horatius dalam bukunya yang berjudul Ars Poetica (dalam Teeuw, 1984:183) menyatakan adanya fungsi dulce et utile dalam karya sastra. Artinya sastra tidak hanya bersifat menghibur lalu memberikan kesenangan saja, tetapi memiliki nilai pengetahuan serta ideologi yang berguna untuk kehidupan. Saxby (1991:4) mengemukakan bahwa jika citraan dan atau metafora kehidupan yang dikisahkan itu berada dalam jangkauan anak, baik yang melibatkan aspek emosi, perasaan, pikiran, saraf sensorik maupun pengalaman moral, dan diekspresikan dalam bentuk-bentuk kebahasaan yang juga dapat dijangkau dan dipahami oleh pembaca anak-anak, buku atau teks tersebut dapat diklasifikasikan dalam sastra anak.

Lebih ringkasnya sastra anak merupakan karya sastra yang di dalamnya terdapat hiburan dan pemahaman yang keseluruhannya dapat dipahami oleh anak. Orang yang lebih dewasa seperti orang tua, guru, dan kakak dapat melakukan pendampingan kepada anak dengan menyampaikan pemahaman yang dirasa sulit oleh anak dari sebuah karya sastra. Sastra anak biasanya menceritakan tentang hal-hal yang dianggap mustahil oleh orang dewasa. Contohnya seperti hewan yang dapat berbicara lalu memiliki tingkah laku yang sama dengan manusia.

Secara wajar jangkauan pemahaman anak memang seharusnya tentang imajinasi dan emosi yang berkaitan dengan cerita itu. Kisah semut yang rajin, gajah yang baik, anak yang sopan, dan lain sebagainya merupakan contoh kisah tentang kebaikan. Cerita yang diberikan kepada anak tidak selalu harus tentang kebaikan. Kisah tentang hal tidak baik juga perlu diberikan kepada anak agar anak dapat memahami bahwa perilaku ataupun sifat tidak baik dalam cerita tidak boleh untuk ditiru. Dengan melakukan hal ini, diharapkan anak akan lebih memiliki pemahaman tentang arti kehidupan yang tidak hanya ada kebaikan di dalamnya. Namun pada dasarnya bacaan disesuaikan kembali oleh rentang usia anak.

Perkembangan teknologi bagaikan dua sisi mata uang. Membawa dampak positif bagi satu sisinya, sisi lainnya membawa dampak negatif bagi yang belum siap menghadapi perubahan. Era digital telah membawa perubahan yang besar bagi kehidupan umat di seluruh dunia. Mengubah gaya hidup manusia yang tidak dapat dipisahkan oleh teknologi. Mengakses informasi mengenai berbagai hal dari seluruh penjuru dunia bukan lagi hal sulit untuk dilakukan. Beraneka kalangan mulai dari yang tua sampai anak-anak usia dini sekali pun mampu untuk menggunakan teknologi digital dalam berbagai bentuk, misalnya telepon pintar, komputer, dan lain sebagainya.

Jika dilihat dari sisi positif kemajuan teknologi, sastra anak dapat berkembang dengan pesat bahkan jauh lebih pesat dari sebelumnya. Banyak sekali platform digital yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan sastra anak. Saat ini bacaan sastra anak tidak hanya berbentuk buku biasa (melalui proses printing), tetapi sudah tersedia dalam bentuk digital. Pada akhirnya pengertian mengenai sastra anak meluas. Sastra anak kini dianggap sebagai suatu hal yang dapat dibaca, dilihat, maupun didengarkan oleh anak-anak. Oleh karena itu sastra anak hadir dalam berbagai bentuk seperti ebook, tayangan yang diunggah melalui kanal youtube, dan aplikasi yang disediakan dalam gawai (dikenal sebagai App Store untuk Apple dan Play Store untuk Android).

Dampak positif dari kemajuan teknologi akan sangat bermanfaat bagi perkembangan anak dalam menggunakan sastra anak. Tampilan yang menarik dan juga fitur yang canggih pasti akan membuat anak semakin menyukai sastra anak. Karena sudah tampil dengan inovasi baru yang mengimbangi kemajuan teknologi.

Tetapi dilihat dari sisi negatifnya, perkembangan teknologi membuat anak jadi lebih nyaman menonton video-video yang sedang tren pada saat ini, dibandingkan menonton video yang berkaitan dengan sastra anak. Orang tua yang cenderung salah dalam bersikap, sehingga dengan mudahnya membiarkan anaknya mengoperasikan gawai tanpa pengawasan. Membuat anak dapat mengakses segala sesuatu yang mana banyak hal tidak sesuai dengan usianya.

Peran orang tua sangat diperlukan dalam mengawasi perkembangan anaknya di era digitalisasi. Agar perkembangan anak sesuai dengan usianya dan tidak ada unsur anak menjadi dewasa sebelum usia seharusnya. Dengan memberikan pembelajaran sastra kepada anak di era digitalisasi ini memberikan banyak sekali manfaat bagi perkembangan anak. Dapat menambah pengetahuan anak mengenai nilai-nilai kehidupan, lalu membuat anak mengetahui cerita sejarah tradisional dengan cara yang ringan dan masih banyak hal lainnya.

Baca Juga: [OPINI] Mengenal Perkembangan Sastra dan Budaya Melek Baca

Zahwa Febby Utami Photo Writer Zahwa Febby Utami

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya