Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Red Crested Malkoha, si Burung Berjambul Merah dari Filipina

5 Fakta Red Crested Malkoha, si Burung Berjambul Merah dari Filipina
burung dasylophus superciliosus (inaturalist.org/matthewkwan)
Intinya Sih
  • Red-crested Malkoha adalah burung endemik Filipina dengan jambul merah mencolok dan kulit merah di sekitar mata, menjadikannya salah satu burung paling eksotis di hutan tropis negara tersebut.
  • Berbeda dari kebanyakan cuckoo, Red-crested Malkoha tidak menjadi parasit sarang; ia membangun sarangnya sendiri dan kedua induk aktif merawat telur serta anak-anaknya di cabang pohon tersembunyi.
  • Spesies ini menghadapi ancaman serius akibat hilangnya hutan tropis, sehingga pelestarian habitat melalui kawasan konservasi menjadi kunci menjaga populasi Red-crested Malkoha tetap stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Red-crested Malkoha merupakan salah satu burung paling unik yang hidup di Filipina. Burung ini terkenal karena jambul merah mencolok di kepalanya serta kulit merah terang di sekitar mata. Penampilannya yang eksotis membuat Red-crested Malkoha terlihat sangat berbeda dibanding banyak burung hutan tropis lainnya.

Selain memiliki warna mencolok, Red-crested Malkoha juga dikenal sebagai burung yang cukup pemalu di alam liar. Spesies ini hidup di kawasan hutan tropis dan lebih sering bergerak di antara cabang pohon daripada terbang jauh di udara terbuka. Berikut 5 fakta menarik Red-crested Malkoha, si burung berjambul merah dari Filipina.

1. Memiliki jambul merah yang sangat mencolok

Burung Dasylophus superciliosus
burung dasylophus superciliosus (inaturalist.org/Pavel Shukov)

Ciri paling khas Red-crested Malkoha adalah jambul merah di bagian kepalanya. Warna tersebut terlihat kontras dengan tubuhnya yang didominasi hitam dan ekor panjang dengan corak putih. Penampilan unik ini membuat burung tersebut mudah dikenali di habitat hutan tropis.

Selain jambulnya, area kulit merah terang di sekitar mata juga menjadi daya tarik tersendiri. Warna merah terang tersebut menciptakan tampilan yang eksotis. Karena itu, Red-crested Malkoha sering dianggap sebagai salah satu burung tercantik di Filipina.

2. Endemik dan hanya hidup di Filipina

Burung Dasylophus superciliosus
burung dasylophus superciliosus (inaturalist.org/hokoonwong)

Red-crested Malkoha merupakan burung endemik Filipina yang tidak ditemukan secara alami di negara lain. Spesies ini hidup di beberapa pulau besar yang masih memiliki kawasan hutan tropis cukup baik. Keberadaannya menjadi bagian penting dari kekayaan fauna unik Filipina.

Mengutip DataZone by BirdLife, habitat utamanya meliputi hutan dataran rendah hingga kawasan hutan pegunungan. Burung ini lebih menyukai area dengan pepohonan lebat yang menyediakan tempat berlindung dan mencari makanan. Karena persebarannya terbatas, Red-crested Malkoha cukup sensitif terhadap kerusakan habitat.

3. Tidak memiliki kebiasaan parasit sarang

Burung Dasylophus superciliosus
burung dasylophus superciliosus (inaturalist.org/matthewkwan)

Walaupun masih termasuk keluarga cuckoo, Red-crested Malkoha berbeda dari beberapa kerabatnya yang terkenal sebagai parasit sarang. Burung ini membangun dan merawat sarangnya sendiri bersama pasangan. Perilaku tersebut membuatnya berbeda dibanding cuckoo lain yang sering menitipkan telur pada sarang burung lain.

Dilansir Birds of the World, sarangnya biasanya dibuat di cabang pohon yang cukup tersembunyi di dalam hutan. Kedua induk akan bekerja sama menjaga telur dan merawat anak burung setelah menetas. Kebiasaan ini menunjukkan pola pengasuhan yang cukup aktif pada Red-crested Malkoha.

4. Aktif berburu serangga dan hewan kecil

Burung Dasylophus superciliosus
burung dasylophus superciliosus (inaturalist.org/Jeremy Gatten)

Red-crested Malkoha merupakan burung omnivora yang memakan berbagai jenis hewan kecil. Dilansir eBird, makanannya meliputi serangga, ulat, laba-laba, kadal kecil, hingga buah-buahan tertentu. Burung ini biasanya bergerak perlahan di antara ranting sambil mencari mangsa di dedaunan.

Ekor panjangnya membantu menjaga keseimbangan saat berpindah dari satu cabang ke cabang lain. Cara berburu yang tenang membuat Red-crested Malkoha sering sulit terlihat di habitat aslinya. Meski begitu, warna kepalanya yang mencolok kadang terlihat di sela pepohonan.

5. Menghadapi ancaman akibat hilangnya hutan

Burung Dasylophus superciliosus
burung dasylophus superciliosus (inaturalist.org/Forest Botial-Jarvis)

Seperti banyak satwa endemik Filipina lainnya, Red-crested Malkoha menghadapi ancaman dari kerusakan habitat hutan. IUCN Red List menyebutkan bahwa penebangan pohon dan pembukaan lahan mengurangi area tempat hidup burung ini di alam liar. Karena bergantung pada hutan tropis, spesies ini cukup rentan terhadap perubahan lingkungan.

Upaya pelestarian hutan menjadi langkah penting untuk menjaga populasi Red-crested Malkoha tetap stabil. Kawasan konservasi dan taman nasional membantu menyediakan habitat aman bagi spesies ini. Keberadaan burung unik ini juga menunjukkan pentingnya menjaga ekosistem hutan tropis Filipina.

Red-crested Malkoha menjadi salah satu contoh burung tropis dengan penampilan paling unik di Asia Tenggara. Jambul merah menyala dan kulit merah terang di area mata membuat spesies ini terlihat sangat mencolok di habitat hutannya. Keindahan dan keunikannya menjadikan Red-crested Malkoha salah satu burung paling menarik dari Filipina.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More