Comscore Tracker

Riset: Penciuman Anjing Bisa Deteksi COVID-19, Akuratkah?

Hasil riset, keakuratannya mencapai 96 persen

Anjing dikenal sebagai hewan yang punya kemampuan penciuman sangat tinggi. Dilansir dari Purina, beberapa tipe anjing diperkirakan memiliki kekuatan penciuman yang mencapai 10 ribu sampai 100 ribu kali lipat ketimbang kita. Penyebabnya adalah reseptor penciuman di hidung mereka mencapai 300 juta sel.

Tidak mengagetkan bila sejumlah penelitian menunjukkan anjing dapat mencium masalah kesehatan pada tubuh kita. Sisi ilmiah ini pun coba dimanfaatkan oleh pihak-pihak dunia kesehatan demi mengatasi pandemik. Hewan yang disebut sebagai sahabat terbaik manusia itu dilatih untuk bisa mendeteksi seseorang yang menderita COVID-19.

Mungkinkah itu dilakukan? Berikut ini penjelasannya.

1. Penciuman anjing dikabarkan mampu mendeteksi dengan akurat COVID-19

Riset: Penciuman Anjing Bisa Deteksi COVID-19, Akuratkah?Penciuman anjing (bloomberg.com)

Diberitakan oleh Reuters bahwa ilmuwan di Eropa sedang melatih anjing-anjing untuk bisa mendeteksi infeksi COVID-19 pada seseorang. Berdasarkan laporan di klinik hewan Jerman, anjing yang terlatih mampu mendeteksi virus Corona pada sampel saliva seseorang akurat sampai setidaknya 94 persen. Hal itu tampak pada belgian shepherd berumur tiga tahun serta cocker spaniel satu tahun yang dilatih di Hanover's University of Veterinary Medicine.

Namun demikian, terdapat data lain yang datang dari World Health Organization (WHO) tentang akuratan penciuman anjing menangkap keberadaan COVID-19. Angka akuratnya berkisar di angka 58 persen sampai 77 persen. Cukup berbeda jauh dengan data hasil pengamatan peneliti di Jerman.

2. Dilaporkan penciuman anjing ini bisa menangkap infeksi yang datang dari para OTG

Riset: Penciuman Anjing Bisa Deteksi COVID-19, Akuratkah?Penciuman anjing (petmd.com)

Walau ada perbedaan data yang didapat, kemampuan spesial anjing ini rencananya tetap dipergunakan oleh pemerintah Inggris sebagai screening di bandara atau tempat berkumpulnya banyak orang. Mereka melihat metode ini bisa mendeteksi COVID-19 dalam kecepatan dan akurasi tinggi untuk situasi berkumpulnya banyak orang.

Tak hanya itu, pandangan peneliti yang melihat penciuman anjing juga mampu mendeteksi orang tanpa gejala (OTG) atau setidaknya bergejala ringan lebih meyakinkan pemerintah Inggris untuk melaksanakan proyek ini. Mengingat adanya mutasi virus yang muncul di Inggris, tak mengagetkan bila metode ini layak dicoba di sana.

3. Sampel air liur hingga kencingmu yang nantinya akan dideteksi anjing

Riset: Penciuman Anjing Bisa Deteksi COVID-19, Akuratkah?Anjing mencium COVID-19 (bloomberg.com)

Dalam pengaplikasian deteksi ini, sampel air liur hingga air kencing akan menjadi objek yang akan diendus hewan berkaki empat ini. Live Science menyebutkan bau yang tidak umum lewat satu komponen, atau istilahnya adalah universal detection compound (UDC), akan menjadi indikasi penentu seseorang terinfeksi atau tidak.

Pelatihan anjing untuk mencium komponen tersebut menggunakan dua skenario. Skenario pertama, anjing disuruh mencium satu tabung yang berisi target deteksi di antara tabung-tabung lainnya. Lalu di skenario kedua, anjing akan mengendus seluruh tabung yang punya bau non-target. Setidaknya pelatihan ini berlangsung hingga tiga minggu lamanya.

Baca Juga: Berukuran Raksasa, Ini 8 Ras Anjing Terbesar di Dunia 

4. Kelenjar penciuman yang mencapai ratusan jutalah yang membuat anjing bisa melakukan hal ini

Riset: Penciuman Anjing Bisa Deteksi COVID-19, Akuratkah?Penciuman anjing (in.news.yahoo.com)

Situs Roswell Park memberikan penjelasan lebih lanjut mengapa anjing mampu mencium penyakit. Dalam buku Nose of a Dog, peneliti Alexandra Horowitz menegaskan bila anjing melihat dan mengetahui sesuatu lewat hidungnya. Kemampuan ini mungkin terjadi mengingat anjing bisa mencium seribu hingga 100 ribu kali lebih sensitif ketimbang manusia.

Faktor di balik fenomena deteksi anjing ini terletak pada sel di hidung mereka. Hidung anjing punya kelenjar penciuman yang bisa mencapai 125 sampai 300 juta sel. Jika dibandingkan manusia yang hanya punya lima juta sel kelenjar penciuman, tidak mengagetkan anjing bisa mendeteksi masalah kesehatan.

5. Tidak hanya untuk COVID-19, penciuman anjing juga dilakukan untuk mendeteksi kanker serta penyakit lainnya

Riset: Penciuman Anjing Bisa Deteksi COVID-19, Akuratkah?Anjing mencium COVID-19 (businessinsider.sg)

Masih dari artikel yang sama dari Roswell Park, ada beberapa aksi yang kentara dilakukan anjing dalam mendeteksi penyakit, khususnya sel kanker. Dalam kasus kanker kulit, hewan tersebut akan terus menerus mengendus, menjilat, dan mungkin menggigit kecil kulit pemiliknya yang menjadi gejala kanker kulit tersebut.

Fenomena ini telah mendapat testimoni dari Lauren Gauthier, founder dari penyelamat anjing Magic's Mission. Dia mengatakan anjing miliknya terus menerus mengendus dan melihat bagian yang seperti jerawat di lubang hidungnya. Setelah dicek, ternyata benjolan kecil itu merupakan karsinoma sel basal, jenis kanker kulit.

Selain kanker dan COVID-19, anjing juga dinilai dapat mendeteksi beberapa masalah kesehatan lain. Beberapa di antaranya adalah narkolepsi, migrain, gula darah rendah, kejang-kejang, hingga ketakutan dan stres.

6. Penciuman anjing yang tajam ini menunjukkan mengapa mereka punya kebiasaan untuk lama mengendus

Riset: Penciuman Anjing Bisa Deteksi COVID-19, Akuratkah?Anjing mencium COVID-19 (dur.ac.uk)

Jika kamu memelihara atau setidaknya melihat anjing lama membaui sesuatu, itu disebabkan mereka menikmati momen itu. Seperti yang sudah dijabarkan pada poin sebelumnya bahwa anjing punya begitu banyak sel kelenjar di hidungnya, itu membuat penciuman mereka menjadi “mata”.

Layaknya kita yang suka berjalan-jalan dan melihat-lihat sekitar, anjing mencium sekitarnya untuk relaksasi. Penciuman itu juga dilakukan untuk memastikan kondisi sekitarnya aman atau tidak serta memperoleh informasi berlebih.

Studi mengenai deteksi COVID-19 via penciuman anjing masih dipelajari lebih lanjut. Jika memang hasilnya memuaskan, bukan tidak mungkin hewan-hewan kesayangan itu akan menjadi alat utama mengetahui kamu pembawa virus atau tidak. 

Baca Juga: 8 Ras Anjing Terpintar di Dunia, Tertarik Pelihara Salah Satunya?

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya