Comscore Tracker

5 Hal yang Terjadi pada Manusia di Luar Angkasa, Ngeri!

Hitungan menit langsung mati

Bayangkan kamu adalah seorang astronaut yang menjalani misi di luar angkasa. Akan tetapi, saat kamu sedang berada di luar angkasa, tiba-tiba pengamannya rusak dan kamu terhempas ke kehampaan luar angkasa. Apa yang akan terjadi?

Sudah pasti jawabannya kematian. Akan tetapi, secara detailnya, apa yang akan terjadi pada tubuh manusia? Apakah tubuh akan meledak berkeping-keping? Atau, tubuh manusia akan membeku jadi es? Atau, dua-duanya? Duduk manis, dan simak faktanya!

1. Cairan dalam tubuh manusia mendidih di luar angkasa!

5 Hal yang Terjadi pada Manusia di Luar Angkasa, Ngeri!ilustrasi terjebak di luar angkasa (media.wired.com)

Luar angkasa bersifat hampa udara. Dengan kata lain, berbeda dengan Bumi, tak ada atmosfer yang mengelilinginya atau tekanan yang dihasilkan molekul udara. Tekanan atmosfer menentukan batas suhu cairan dapat mendidih atau menguap. 

Jika tekanan yang dihasilkan udara di luar cairan tinggi (seperti permukaan laut di Bumi), gelembung-gelembung gas akan lebih sulit terbentuk dan naik ke permukaan cairan. Namun, karena tak ada tekanan atmosfer di luar angkasa, maka titik didih cairan pun ikut turun.

"Seperti yang kamu bayangkan, karena tubuh manusia 60 persen terdiri dari air, ini adalah masalah yang serius," ujar Dr. Kris Lehnhardt dari NASA, dilansir Live Science.

Karena tak ada tekanan, cairan dalam tubuh manusia akan dengan cepat mendidih dan menguap. Kris menekankan bahwa seluruh jaringan tubuh yang mengandung cairan akan mulai mengembang.

2. Jim LeBlanc, terpapar kehampaan luar angkasa dan tetap hidup untuk menceritakan sensasinya!

https://www.youtube.com/embed/KO8L9tKR4CY

Dalam seri dokumenter "Moon Machine", Jim LeBlanc, insinyur kedirgantaraan NASA, menceritakan bahwa ia tengah menguji prototipe pakaian luar angkasa di ruang hampa udara besar pada 1966. Jim kemudian mengingat saat ia menghadapi kondisi hampa udara dalam sebuah simulasi.

Percaya atau tidak, Jim sempat menghadapi kematian saat itu. Di satu titik, selang yang memasukkan udara bertekanan ke setelan prototipe tersebut terputus dan Jim berada dalam keadaan hampa udara.

"Saat saya terpelanting ke belakang, saya merasakan air liur di lidah saya mulai menggelegak lalu saya pingsan. Itu adalah hal terakhir yang saya ingat," kata Jim di episode bertajuk "The Space Suit" pada 2008.

Untungnya, Jim berhasil diselamatkan tepat waktu dan dapat menceritakan pengalaman menegangkannya tersebut.

Baca Juga: Kesaksian Astronaut, 10 Kejadian Teraneh di Luar Angkasa 

3. Ebulisme yang dapat menyebabkan kematian

5 Hal yang Terjadi pada Manusia di Luar Angkasa, Ngeri!ilustrasi: scuba diving (pixabay.com/csitdms)

Pembentukan gelembung gas pada cairan tubuh akibat rendah atau tak adanya tekanan dapat disebut "ebulisme". Bukan hanya pada astronaut di luar angkasa, ebulisme juga dapat terjadi pada penyelam skuba yang naik dari dasar laut (tekanan tinggi) ke permukaan (tekanan rendah) laut terlalu cepat.

Kembali lagi ke luar angkasa. Jika perlengkapan astronaut rusak atau tidak dipakai, darah di pembuluh darah mendidih sedikit lebih lambat daripada cairan di jaringan tubuh. Ini karena sistem peredaran darah punya tekanannya sendiri. Akan tetapi, ebulisme pada jaringan tubuh akan segera terlihat.

4. Manusia tak akan bisa bertahan lebih dari 2 menit

5 Hal yang Terjadi pada Manusia di Luar Angkasa, Ngeri!ilustrasi: terjebak di luar angkasa (distractify.com)

Menurut penelitian di AS yang dimuat dalam jurnal "Aerospace Medicine and Human Performance", baik hewan atau manusia, kehilangan kesadaran dalam 10 detik di kondisi hampa udara. Beberapa kehilangan kendali kandung kemih dan sistem pencernaan, lalu otot membengkak hingga menyempitkan aliran darah ke jantung dan otak.

Menurut "Bioastronomics Data Book" pada 1973, NASA mengungkapkan bahwa ruang hampa udara bisa menarik keluar udara di paru-paru tubuh, menyebabkan manusia mati lemas dalam beberapa menit saja. Setelahnya, ruang hampa udara akan terus menarik gas dan uap cairan dari tubuh melalui saluran pernapasan.

"Tak ada manusia yang dapat bertahan. Hasil pastinya adalah kematian dalam kurang dari 2 menit," imbuh Kris.

5. Selain memanas, manusia juga membeku di luar angkasa

5 Hal yang Terjadi pada Manusia di Luar Angkasa, Ngeri!Ilustrasi gambar astronaut (unsplash.com/Niketh Vellanki)

Karena penguapan molekul cairan menyerap panas tubuh, cairan yang terus mendidih juga menghasilkan efek pendinginan dan menyebabkan bagian dekat hidung dan mulut hampir membeku. Memang, bagian tubuh lain juga akan mendingin, tetapi lebih lambat karena penguapan cairan tidak terlalu banyak terjadi di bagian tersebut.

Dilansir Forbes, pakar astrofisika, Paul M. Sutter, menjelaskan bahwa suhu adalah ukuran energi yang dipindahkan atom dan molekul. Akan tetapi, karena ruang angkasa hampa, hampir tak ada perpindahan atom dan molekul sehingga membuatnya dingin. Selain itu, tak ada materi di luar angkasa yang dapat memindahkan panas.

Oleh karena itu, tanpa perlengkapan yang memadai, manusia dapat membeku karena penguapan cairan tubuh dan hilangnya energi panas secara perlahan melalui radiasi tubuh.

Itulah beberapa hal mengerikan yang terjadi pada manusia yang berada di luar angkasa tanpa persiapan yang memadai. Meski rumit dan memberatkan, setidaknya, setelan astronaut yang keren tersebut melindungi manusia dari kematian di luar angkasa! Tidak mau bernasib seperti Ebony Maw di Avengers: Infinity War (2018), kan?

Baca Juga: 5 Ancaman Medis dan Ilmiah Para Astronaut ke Planet Mars

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya