Comscore Tracker

Menegangkan, 5 Pertandingan Olahraga yang Ubah Wajah Dunia

Dunia berubah dalam sportivitas

Diplomasi secara bilateral dapat terjalin lewat kunjungan kenegaraan, kerja sama infrastruktur dan ekonomi, serta... pertandingan olahraga? Iya, kamu mungkin berpikir kalau pertandingan olahraga hanyalah ajang adu kekuatan dan strategi. Namun, secara politis, ternyata pertandingan olahraga memiliki makna dalam sendiri.

Hubungan bilateral yang buruk antar negara amat susah dikendurkan dalam ketegangan dan kealotan proses politik. Tetapi, keindahan dan sportivitas dalam pertandingan olahraga dalam hitungan jam bisa saja meredakan semua itu. Mengapa? Karena dalam hal olahraga, kita semua berdiri dan duduk di lapangan yang sama.

Sejarah peradaban manusia di abad ke-20 telah melihat banyak pertandingan olahraga yang mengubah arus sejarah ke arah yang lebih baik atau lebih buruk. Dari tenis meja hingga pertandingan gulat, inilah lima pertandingan olahraga yang menorehkan sejarah dunia menurut Nicholas Griffin dalam bukunya, "Ping Pong Diplomacy".

1. Kejuaraan Tenis Meja Jepang 1971: AS vs. Tiongkok (intermeso)

Menegangkan, 5 Pertandingan Olahraga yang Ubah Wajah DuniaPingpong. pixabay.com/Huskyherz

Dari dulu, Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) terkenal memiliki paham yang berbeda, sehingga keduanya tidak saling berinteraksi, terutama sejak Perang Korea 1950. Bahkan, belum pernah ada presiden AS yang menginjakkan kakinya ke Negeri Tirai Bambu tersebut.

Namun, semua berubah pada 1971, saat Jepang mengadakan Kejuaraan Dunia Tenis Meja 1971 di Nagoya. Mendadak, Tiongkok mengundang skuad pingpong AS ke Beijing dalam sebuah pertandingan persahabatan! Pertandingan ini sempat diparodikan dalam film "Forrest Gump" (1994) yang dibintangi oleh Tom Hanks.

Kenyataannya, pemerintah Tiongkok memang merencanakan undangan tersebut untuk membuktikan kekuatan politik mereka (bagi mereka, olahraga pun bersifat politis). Alhasil, para skuad pingpong AS menjadi orang-orang Amerika pertama yang mengunjungi Tiongkok, bahkan lebih dulu daripada presiden AS ke-37 saat itu, Richard Nixon.

Menegangkan, 5 Pertandingan Olahraga yang Ubah Wajah DuniaZhuang Zedong (Kiri) memberikan hadiah pada Glenn Cowan (Kanan). chinausfocus.com

Bagi Tiongkok, inilah kesempatan untuk membuka hubungan dengan AS, di tengah hubungan Tiongkok yang memburuk dengan Uni Soviet. AS pun ingin bersahabat dengan Tiongkok demi meraih perjanjian damai dengan Vietnam Utara.

Tak ada momen paling bersejarah dalam pertandingan tersebut selain persahabatan antara tiga kali juara dunia tenis meja, Zhuang Zedong, dengan pemain pingpong AS, Glenn Cowan. Momen bersejarah tersebut ditandai dengan pertukaran hadiah, Zedong memberikan gambar Gunung Huang (Huangshan) sementara Cowan memberikannya kaos band asal Inggris, The Beatles.

Disebut "Diplomasi Pingpong", pertandingan persahabatan tersebut membuka jembatan baru antara AS dan Tiongkok dengan kunjungan Nixon ke Tiongkok pada 1972 dan membuahkan Shanghai Communique untuk hubungan bilateral AS - Tiongkok.

Selain itu, AS pun mengangkat sanksinya terhadap Tiongkok, lebih dari 2 dekade setelah Perang Korea.

2. Olimpiade Musim Panas Australia 1956: Hongaria vs. Uni Soviet

Menegangkan, 5 Pertandingan Olahraga yang Ubah Wajah DuniaPolo air. pixabay.com/kidsnewshu

Buntut dari Revolusi Hongaria 1956, rakyat Hongaria membenci Uni Soviet yang mencoba mempelajari taktik dan metode pelatihan atlet Hongaria menuju Olimpiade Musim Panas 1956 di Melbourne, Australia. Karena terjadi kericuhan di Budapest, para atlet polo air Hongaria terpaksa pindah ke Cekoslovakia untuk berlatih.

Di cabor polo air, Hongaria adalah juara bertahan. Benar saja, lawan mereka di semifinal adalah Uni Soviet. Bagi para atlet, inilah kesempatan untuk mengembalikan harga diri Hongaria! Salah satu taktik Hongaria adalah dengan memprovokasi atlet Uni Soviet agar "panas" dan tidak konsentrasi". Betul saja, atlet Uni Soviet jadi "panas" dan permainan mereka memburuk.

Menegangkan, 5 Pertandingan Olahraga yang Ubah Wajah DuniaMata kanan Erwin Zador berdarah setelah ditinju Valentin Prokopov. nine.com.au

Tertinggal jauh, Uni Soviet mempermalukan dirinya sendiri saat atlet polo airnya, Valentin Prokopov, meninju Ervin Zádor hingga bagian atas mata kanannya berdarah. Pertandingan pun berubah ricuh karena penonton ramai-ramai turun ke kolam renang untuk menyerang atlet Uni Soviet.

"Peluit terdengar, saya melihat ke wasit dan berteriak 'Untuk apa peluit itu?' Saat saya melakukan itu, saya tahu saya telah membuat kesalahan besar. Saya berbalik dan dengan pukulan lurus, dia (Prokopov) memukul wajahku dan mencoba meninju saya hingga pingsan. Mata saya berkunang-kunang. Saya meraba wajah dan merasakan darah hangat mengalir. Saya langsung berkata, 'Ya Tuhan, saya tidak akan bisa bermain di pertandingan berikutnya!'," papar Zádor, dilansir BBC pada 2011.

Benar saja, Zádor terpaksa harus melewatkan pertandingan final dengan Yugoslavia. Wasit langsung menghentikan permainan dan Hongaria menjadi pemenangnya. Media memberi nama pertandingan ini "Blood in the Water" atau "Darah di Air".

Lebih superior, Hongaria mencukur Uni Soviet dengan skor akhir 4 - 0 dan melaju hingga mengalahkan Yugoslavia dengan skor 2 - 1 serta meraih medali emas. Setelah kemenangan Hongaria di cabor polo air yang diwarnai cipratan darah tersebut, Zádor dan beberapa rekan timnya membelot ke Barat.

Baca Juga: 9 Fakta Sejarah Unik Monopoli yang Jarang Diketahui Orang

3. India menyabet juara Piala Dunia Kriket 1983

Menegangkan, 5 Pertandingan Olahraga yang Ubah Wajah DuniaKapten timnas kriket India, Kapil Dev, menerima trofi Piala Dunia Kriket 1983. icc-cricket.com

Mengalahkan tuan rumah memang menyenangkan, apalagi saat mereka pernah menjajah negaramu! Itulah yang dilakukan India pada 1983. Digelar di Inggris dan Wales, India menjuarai Piala Dunia Kriket 1983. Saat tahap semifinal, India harus berhadapan dengan Inggris.

Dikapteni oleh Kapil Dev, tim kriket India tidak memberi ampun pada Inggris, terlebih karena kurang dari 4 dekade lalu, Britania Raya telah memperbudak rakyat India. Setelah menang tipis dari Inggris, India pun melaju ke babak final dan mengalahkan Hindia Barat.

Pertandingan ini membangkitkan jati diri India sebagai negara kriket. Hingga saat ini, India masih menjadi satu-satunya tim selain Hindia Barat dan Australia yang berhasil menjuarai Piala Dunia Kriket lebih dari sekali, terakhir pada 2011.

4. Piala Dunia Rugby 1995: Nelson Mandela dukung penuh Springboks

https://www.youtube.com/embed/ceD7U4JP5Fo

Terpilih sebagai presiden Afrika Selatan pada 1994, Nelson Mandela memiliki pekerjaan berat: mempersatukan Afrika Selatan yang masih diselubungi paham rasis apartheid antara kaum kulit putih dan kulit hitamnya. Karena sentimen tersebut, tim rugby-nya yang dijuluki Springboks tidak mendapatkan dukungan sepenuhnya!

Lagipula, saat itu, tim Springboks absen dua kali pada 1987 dan 1991 karena dunia mengecam hadirnya Springboks yang sarat dengan apartheid. Setelah setuju menanggulangi apartheid pada 1992, Afrika Selatan mendapatkan kesempatan untuk menebusnya dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby 1995. Bagi Mandela, inilah kesempatan untuk mempersatukan Afrika Selatan.

Menegangkan, 5 Pertandingan Olahraga yang Ubah Wajah DuniaNelson Mandela menyerahkan trofi Piala Dunia Rugby 1995 pada Francois Pienaar. britannica.com

Meskipun jadi tuan rumah, Afrika Selatan tidak difavoritkan. Tim Selandia Baru, yang dijuluki All Blacks sempat digadang-gadang menjadi juaranya. Namun, saat bertemu di final, Afrika Selatan melakukan hal yang mustahil tersebut, dengan mengalahkan Selandia Baru 15 - 12, sekaligus meraih Piala Dunia Rugby pertamanya!

Nelson Mandela sendiri yang menyerahkan trofi kepada kapten Springboks, François Pienaar, dan dunia melihatnya sebagai tanda bersatunya ras di Afrika Selatan. Pertandingan satu ini kemudian diabadikan dalam bentuk film "Invictus" (2009) yang diperankan oleh Matt Damon (François Pienaar) dan Morgan Freeman (Nelson Mandela).

5. Olimpiade Musim Panas Jerman 1936: Pembuktian kaum Yahudi di hadapan Führer

Menegangkan, 5 Pertandingan Olahraga yang Ubah Wajah DuniaPegulat Hongaria, Karoly Karpati, sabet medali emas di hadapan Hitler pada 1936. rmx.news

Tiga tahun sebelum PD2, Jerman sempat menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas pada 1936 di Berlin. Tentu saja, Kanselir Jerman sekaligus pemimpin Nazi, Adolf Hitler, ingin menunjukkan keunggulan ras Arya dan Nazi Jerman dibandingkan ras lain, terutama Yahudi.

Salah satu caranya adalah dengan tidak mengizinkan atlet berdarah Yahudi berpartisipasi! Namun, Hitler harus kecewa karena ternyata banyak atlet keturunan Yahudi dari negara lain, terutama Amerika Serikat, Hongaria serta Austria, yang menang medali emas!

Salah satunya adalah pegulat Hongaria, Karoly Karpati, yang mengalahkan jawara bertahan Nazi, Wolfgang Ehrl. Menahan malu, Hitler meninggalkan stadium karena tak mau menjabat tangan dan mengalungkan medali emas di leher Karpati. Dengan kata lain, Karpati pun "mengalahkan" Nazi dan Hitler!

Itulah lima pertandingan olahraga yang begitu sengit hingga menorehkan sejarah di dunia. Selain menjadi "jembatan penghubung" antar negara, ternyata pertandingan olahraga pun menjadi pembuktian dan pengembalian harga diri satu kaum yang sempat tertindas! Ya, mengesampingkan konflik, olahraga tetap olahraga dan harus sportif!

Baca Juga: 7 Fakta Sejarah Sudoku, Permainan Teka-teki Butuh Logika

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya