Comscore Tracker

11 Fakta Lemuria, Benua Hilang yang Masih Misterius 

Benarkah ada hubungannya dengan Kumari Kandam?

Kita pasti sudah hapal betul dengan sebutan Atlantis, benua tenggelam yang masih menjadi misteri hingga hari ini, tapi Atlantis bukan satu-satunya benua yang pernah didalilkan oleh penulis, pemikir, ilmuwan, dan mistikus.

Setelah Atlantis, ada benua tenggelam lainnya yang dikenal sebagai Lemuria, yang terletak di berbagai tempat, baik di Samudra Hindia, Samudra Pasifik, atau keduanya.

Tidak seperti Atlantis, yang dimulai pada zaman Yunani kuno sebagai legenda dan eksperimen pemikiran, Lemuria dimulai di zaman modern sebagai hipotesis oleh seorang ilmuwan yang sangat dihormati. Akan tetapi, gagasan itu dikembangkan oleh okultis dan nasionalis di India selatan.

Penasaran, kan? Yuk, kita jelajahi lebih dalam tentang benua Lemuria yang hilang.

1. Asal usul ilmiah Lemuria 

11 Fakta Lemuria, Benua Hilang yang Masih Misterius potret Philip Lutley Sclater yang diterbitkan dengan obituari Sclater di The Auk pada tahun 1914 (wikipedia.org/Elliot, D. G.)

Seperti yang dijelaskan oleh Gizmodo, Lemuria dihipotesiskan pada tahun 1850-an oleh Philip Lutely Sclater, ahli burung yang mengumpulkan ribuan spesimen untuk British Museum. Di usia 20-an, Sclater mulai mempelajari fauna Madagaskar, dan dia menemukan fosil hewan yang mirip dengan yang ada di daratan Afrika dan juga di India.

Teori geologi yang sekarang diterima secara umum tentang pergeseran benua dan tektonik lempeng, baru ada sekitar satu abad kemudian. Jadi, Sclater memiliki kesimpulannya sendiri tentang bagaimana hewan bisa hidup di Madagaskar dan India yang wilayahnya terpisah.

Dia berteori bahwa dulu ada jembatan darat, penjelasan umum yang diterima pada saat itu, alih-alih pergeseran benua yang diyakini pada masa kini. Ada pula benua yang tenggelam di Samudra Hindia, jadi Sclater yakin bahwa dulu ada benua yang menjembatani Afrika timur dan India.

2. Apa ada hubungannya dengan hewan lemur?

11 Fakta Lemuria, Benua Hilang yang Masih Misterius hewan lemur (pixabay.com/InspiredImages)

Jika kamu masih asing dengan Lemuria, pasti kamu akan mengaitkannya dengan kata "lemur" atau sejenis hewan. All That's Interesting menjelaskan bahwa Madagaskar adalah pusat penelitian Philip Sclater pada saat ia berhipotesis Lemuria, jadi tentu saja lemur menjadi inspirasinya.

Sclater berteori bahwa Madagaskar menjadi titik asal primata bermata besar ini, dan mereka telah melakukan perjalanan di sepanjang jembatan darat yang membentang dari India selatan ke Afrika selatan ke Australia barat dalam segitiga besar.

Kata lemur berasal dari kata Latin lemurēs, yang berarti "roh orang mati". Hewan ini diberi nama oleh ahli biologi Carl Linnaeus karena penampilannya yang menyeramkan dan gerakannya yang nokturnal. Lemuria juga merupakan nama festival Romawi kuno tentang kematian jahat.

3. Apakah Lemuria adalah Taman Eden?

11 Fakta Lemuria, Benua Hilang yang Masih Misterius Prof. Ernst Haeckel, ahli bakteriologi Jerman (commons.wikimedia.org/Library of Congress)

Scientific American melaporkan bahwa Lemuria karya Philip Sclater bukanlah satu-satunya hipotesis jembatan darat yang hilang pada saat itu, juga bukan jembatan darat pertama yang diusulkan antara India dan Madagaskar.

Gagasan ini telah diperluas oleh ahli biologi Jerman, Ernst Haeckel, yang memasukkan gagasan tentang Lemuria sebagai bagian dari karyanya tahun 1868, "The History of Creation."

Haeckel percaya bahwa Lemuria bukan hanya asal mula perkembangan lemur, tetapi juga manusia. Pada saat itu, umat manusia diyakini telah muncul di Asia, dan ada pula gagasan tentang kemanusiaan yang berasal dari Afrika.

Haeckel berpikir bahwa ada wilayah yang menghubungkan keduanya. Edisi dari buku Haeckel selanjutnya menunjukkan hubungan antara Lemuria dan kelahiran umat manusia dengan melabeli benua yang hilang sebagai "Surga", yang secara eksplisit mengidentifikasinya dengan Taman Eden.

4. Legenda Tamil tentang Kumari Kandam

https://www.youtube.com/embed/YYTgRUy92ng

Dikutip laman Ancient Origins, orang Tamil — penduduk asli India selatan, memiliki kisah dari zaman kuno tentang benua yang hilang, dengan nama Kumari Kandam yang tenggelam pada abad ke-15. Kisah-kisah tersebut menceritakan tentang dinasti Tamil awal yang dikenal sebagai raja Pandiyan, yang memerintah Kumari Kandam sebelum ditelan oleh laut.

Saat konsep Lemuria diperkenalkan ke kolonial India pada akhir abad ke-19, konsep tersebut hadir pada saat kebangkitan budaya Tamil, yang menyebabkan masuknya cerita rakyat Tamil ke dalam pemahaman sejarah yang diterima. 

Pada awal abad ke-20, Lemuria dikaitkan dengan cerita abad ke-15 dari Kumari Kandam. Tanah itu disebut-sebut sebagai tempat kelahiran seluruh umat manusia dan rumah bagi Pandiyan, yang pernah menjadi penguasa seluruh anak benua India. Menampilkan bangsa Tamil sebagai peradaban tertua di dunia dan bahasanya dianggap sebagai yang pertama di dunia.

5. Madam Blavatsky memperluas gagasan Lemurian 

11 Fakta Lemuria, Benua Hilang yang Masih Misterius Helena Blavatsky dalam lukisan cat minyak karya Hermann Schmiechen, 1884 (britannica.com/Encyclopædia Britannica, Inc.)

Pada tahun 1880-an, gagasan Lemuria menarik perhatian Helena Blavatsky, salah satu pendiri Theosophical Society, sebuah organisasi mistis yang didirikan pada tahun 1875 di New York.

Encyclopedia.com menjelaskan bahwa Madam Blavatsky memasukkan gagasan Lemuria ke dalam sejarah kosmologis ras manusia. Menurut Blavatsky, umat manusia telah berevolusi dan masih berkembang melalui serangkaian tujuh tahap. Blavatsky mengklaim bahwa ras manusia saat ini adalah ras kelima, sedangkan orang Lemurian telah menjadi tahap ketiga dalam perkembangan umat manusia.

Para teosofis mengambil gagasan-gagasan Blavatsky dan memperluas konsep Lemuria. Salah satunya yang tertulis dalam karya tahun 1904 "The Lost Lemuria" yang ditulis oleh William Scott-Elliot, ia menyertakan peta yang menunjukkan bahwa konsep Lemuria bukan hanya sekadar jembatan darat yang diusulkan Sclater.

Lemuria Scott-Elliot adalah benua luas yang membentang dari India hingga Selandia Baru, di mana Australia merupakan bagian yang masih ada. Dia juga mengemukakan bahwa Aborigin Australia adalah keturunan bangsa Lemuria kuno.

6. Lemuria dan gagasan evolusi manusia

11 Fakta Lemuria, Benua Hilang yang Masih Misterius ilustrasi evolusi manusia (zmescience.com/Ernst Haeckel)

Inti dari konsep evolusi Helena Blavatsky tentang ras manusia adalah tujuh ras akar, yang merupakan tahap perkembangan manusia yang berbeda sepanjang waktu. Theosophy World menjelaskan bahwa, ras pertama adalah Polarian, makhluk halus, non-jasmani yang bereproduksi secara aseksual seperti amuba.

Ras kedua adalah Hyperboreans, yang tinggal di Kutub Utara — yang saat itu beriklim tropis — dan berkembang biak melalui keringat. Lemurian adalah ras ketiga, berlengan empat, makhluk hermafrodit yang bertelur dan hidup berdampingan dengan dinosaurus.

Awalnya mereka hanya memiliki satu mata, tetapi kemudian berkembang menjadi tiga mata, dan akhirnya mata ketiga berubah menjadi kelenjar pineal. Juga, mereka akhirnya menemukan seks sekitar 16,5 juta tahun yang lalu.

Ras keempat adalah Atlantis, yang mungkin pernah kita dengar. Teosofis percaya bahwa Atlantis adalah manusia pertama yang mengembangkan kemampuan berbicara, dan bahasa mereka adalah dasar untuk bahasa Sansekerta.

Mereka juga penyihir jahat, itulah sebabnya mereka dimusnahkan oleh banjir besar. Ras kelima, orang kulit putih, dan ras keenam adalah hantu androgini yang tinggal di Baja California. Tidak diketahui tentang tahap ketujuh, karena dianggap sebagai akhir dari perkembangan manusia.

7. Benua Pan yang hilang

11 Fakta Lemuria, Benua Hilang yang Masih Misterius peta dari "Books of the Golden Age", 1927 oleh James Churchward (commons.wikimedia.org)

Salah satu benua tenggelam lainnya yang diidentifikasi dengan Lemuria adalah benua Pan yang hilang, yang dijelaskan dalam teks Spiritualis tahun 1882 berjudul "Oahspe: A New Bible," yang ditulis oleh John B. Newbrough.

"Oahspe" mengilhami gerakan spiritualis yang disebut Faithists, yang mendorong pasifisme, vegetarisme, dan kepercayaan akan benua kuno yang tenggelam yang simbolnya menjadi dasar bagi banyak ritual mereka.

Pan adalah benua besar yang menutupi Pasifik utara, dan sisa-sisanya meliputi daratan yang sekarang menjadi pantai barat California. California, seperti Madagaskar, memiliki flora dan faunanya sendiri, sehingga gagasan California sebagai sebidang tanah yang hilang meningkat popularitasnya setelah gagasan Newbrough.

8. Gagasan keterlibatan suku Maya

11 Fakta Lemuria, Benua Hilang yang Masih Misterius potret Le Plongeon, Augustus dalam buku Sacred Mysteries Among the Mayas and the Quiches (photogravure.com)

Kepercayaan New Age tentang Lemuria juga dipopulerkan oleh karya seorang arkeolog bernama Augustus Le Plongeon. Pada akhir abad ke-19, Le Plongeon telah mempelajari hieroglif Maya di Chichen Itza dan mengaku dapat membacanya.

Penulis okultisme, James Churchward, mengambil gagasan-gagasan Le Plongeon dalam karyanya. Churchward mengklaim telah menemukan dan menguraikan satu set tablet dalam bahasa Naacal (fiksi) yang hilang, yang menceritakan kisah benua Mu yang tenggelam, yang dipindahkan Churchward dari Atlantik ke Samudra Pasifik.

Dia mempresentasikan idenya dalam bukunya tahun 1926 yang berjudul "The Lost Continent of Mu" yang menggambarkan Mu sebagai benua besar di Pasifik, wilayah selatan Hawaii. Pergeseran Mu ke lokasi ini menyebabkannya digabungkan dengan benua cekung belahan timur lainnya, Lemuria.

9. California dan gagasan Lemuria 

11 Fakta Lemuria, Benua Hilang yang Masih Misterius Gunung Shasta, California (pixabay.com/9259603)

Penulis dan mistikus H. Spencer Lewis, dengan nama samaran Wisar S. Cerve menulis buku tahun 1894 berjudul "A Dweller on Two Planets," dengan mengatakan bahwa Lemuria ada di Samudra Pasifik.

Dia juga mengatakan bahwa ketika benua itu hancur, sisa-sisanya menghantam tepi barat Amerika Utara, menjadi California dan membentuk gunung berapi California utara yang dikenal sebagai Gunung Shasta. Sejak itu, California dan Gunung Shasta menjadi pusat kepercayaan modern tentang Lemuria, diyakini bahwa Lemuria masih ada dan tinggal di dalam gunung berapi.

Sejumlah perkumpulan rahasia, mistik, dan teosofis menganut kepercayaan bahwa Gunung Shasta diisi dengan manusia lemur. Persekutuan Lemurian mengajarkan bahwa benua Atlantis dan Mu benar-benar ada dan tenggelam di bawah laut, satu di Samudra Atlantik dan satu di Pasifik.

10. Apakah Lemuria ditemukan?

11 Fakta Lemuria, Benua Hilang yang Masih Misterius Mauritius di dekat Samudera Hindia (pexels.com/Dominik Ruhl)

Pada tahun 2013, ahli geologi menemukan fragmen granit (batuan umum di kerak benua) di Samudra Hindia di dekat Mauritius. Selain itu, di Mauritius sendiri, para ilmuwan menemukan zirkon yang mendahului pembentukan pulau selama miliaran tahun.

Beberapa orang berspekulasi bahwa zirkon berasal dari daratan yang lebih tua yang tenggelam ke dasar laut sebelum didorong kembali ke permukaan oleh lempeng tektonik. Nama untuk daratan ini adalah Mauritia, bukan Lemuria. Akan tetapi, Scientific American menulis bahwa para ahli geologi tersebut salah paham terkait bagaimana dan di mana granit terbentuk.

11. Lemuria dalam adaptasi buku dan komik 

11 Fakta Lemuria, Benua Hilang yang Masih Misterius Lemuria dalam komik Marvel (marvel.wikia.com)

Meskipun jauh tertinggal dari Atlantis dalam hal referensi, Lemuria sudah banyak diadaptasi, salah satunya muncul dalam cerita H.P. Lovecraft "The Haunter of the Dark," di mana disebutkan sebagai lokasi bekas benda terkutuk yang dikenal sebagai Shining Trapezohedron.

Robert E. Howard juga memasukkan Lemuria dalam cerita-ceritanya tentang Kull the Conqueror dan Conan the Barbarian, di mana Lemuria digambarkan sebagai negara kepulauan yang penuh dengan bajak laut barbar yang dihancurkan dalam Bencana Alam Besar.

Ada dua versi berbeda dari Lemuria di Marvel Comics, satu yang merupakan saingan bawah air Atlantis, dan satu lagi yang merupakan rumah bawah tanah bagi sekelompok ras kuno yang dikenal sebagai Deviants, musuh Eternals.

Memang, Lemuria adalah benua hilang yang misterius dengan sedikit kredibilitas ilmiah dan kemudian diperkuat dengan masyarakat mistik dan teori konspirasi. Meskipun begitu, benua hilang ini memiliki daya tariknya tersendiri, ya.

Baca Juga: 7 Fakta Benua-Benua di Muka Bumi, Bagaimana Sejarahnya?

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Write to communicate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ane Hukrisna

Berita Terkini Lainnya