Comscore Tracker

Pengobatan Hingga Kecantikan, Ini 11 Penggunaan Racun Dalam Sejarah

Seperti namanya, racun tetap berbahaya meski dosisnya rendah

Manusia senang bereksperimen dengan sesuatu yang berbahaya. Racun contohnya. Sudah menjadi metode pembunuhan yang diminati selama ribuan tahun karena dianggap sangat mudah dan praktis. Manusia berhasil mengekstrak racun dari jamur, bunga liar, ikan, katak, dan bahkan bumi kita sendir, serta mengembangkan racun menjadi lebih mematikan dengan merekayasanya di laboratorium.

Manusia menggunakan racun mematikan untuk banyak alasan, mulai dari industri pabrik hingga obat-obatan. Nah, jadi bagaimana sejarah racun sebenarnya? Sudah berapa lama manusia mengenal zat mematikan ini? 

1. Timbal digunakan sebagai foundation dan concealer

https://www.youtube.com/embed/CURLWPCxe-c

Ada yang bilang kalau cantik itu menyakitkan. Seperti catatan History of Cosmetics, orang Romawi kuno menganggap bahwa memiliki kulit putih mulus adalah simbol status dan kekayaan. Jadi wajar saja, jika banyak orang yang ingin dipandang kelas atas.

Seperti yang dicatat Natural Pigments, timbal digunakan sebagai alas bedak atau untuk menutupi noda di wajah sejak 400 SM. Dalam The Classical World, sejarawan Kelly Olson mencatat bahwa bahan-bahan seperti timbal, cuka, serta lemak hewani relatif murah dan mudah didapatkan di peradaban kuno. Wanita kelas bawah pun mengolesi diri mereka dengan riasan berbahaya tersebut. 

Riasan ini bahkan menjadi ciri khas orang kaya. Ratu Elizabeth pun memakainya agar terlihat pucat dan untuk menutupi bekas luka di wajah, seperti yang ditunjukkan oleh National Geographic.

Sayangnya, paparan timbal dalam jangka panjang dapat menyebabkan sakit perut, kelelahan, kehilangan ingatan, muntah, mati rasa, dan kesemutan di sekitar tangan, kaki, kejang-kejang, serta gagal ginjal. 

2. Akonit pernah digunakan untuk menyembuhkan flu

Pengobatan Hingga Kecantikan, Ini 11 Penggunaan Racun Dalam Sejarahessencevegas.com

Aconite (akonit) juga dikenal sebagai monkshood atau wolfsbane adalah jenis racun kuno yang dikenal oleh orang Yunani, Romawi, Cina kuno, dan India. Seperti yang diungkapkan ahli botani H.S. Puri. Profesor Universitas Stanford Adrienne Mayor mencatat bahwa akonit diduga digunakan untuk membunuh Alexander Agung.

Satu gram tanaman akonit yang belum diproses sama sekali, sudah cukup untuk membunuh seseorang. Jika dibuat tingtur pada akarnya, hanya dengan dua miligram saja, orang bisa terbunuh. 

Jika akonit tertelan, dalam beberapa menit jantung akan berdebar kencang, lalu melambat hingga meninggal dunia. Bisa juga berkeringat, mual, dan mati rasa. Jika tidak mengalami serangan jantung, Drugs.com mencatat bahwa dalam beberapa jam orang itu akan meninggal karena kelumpuhan pernapasan dan paru-paru akan berhenti bekerja. 

Sebagaimana dicatat oleh Poison.org, secara historis akonit juga digunakan untuk mengobati flu biasa. Itulah yang dilakukan oleh berbagai dukun selama ribuan tahun, seperti yang ditunjukkan oleh ahli botani Puri. Faktanya, akonit masih digunakan hingga hari ini dalam pengobatan homeopati, seperti yang jelaskan oleh Healthline.

3. Tumbuhan beracun yang digunakan untuk obat tetes mata

https://www.youtube.com/embed/GzdKt6KAfiA

Belladonna dalam bahasa Italia memiliki arti "wanita cantik". Namun, ini adalah nama tanaman beracun, lho. Tapi mungkin nama itu juga berasal dari praktik di era Renaisans Italia yang menggunakan tetes mata belladonna untuk mengubah ukuran pupil yang dianggap bisa membuat "mata berbintang", seperti yang dijelaskan Healthline

Memang, seperti yang ditunjukkan oleh Encyclopedia of Toxicology, belladonna membuat otot kaku, menyebabkan kehilangan ingatan dan kebingungan jangka pendek, disorientasi, dan kematian. Ahli optometri saat ini juga menggunakan tetes dilatasi yang dibuat dengan tumbuhan yang berbahaya, seperti yang ditunjukkan oleh Medical News Today

4. Efek striknina dijadikan sebagai peningkat stamina

Pengobatan Hingga Kecantikan, Ini 11 Penggunaan Racun Dalam Sejarahmohistory.org

Strychnine (striknina) adalah jenis racun yang bisa membuat seseorang merasa bersemangat. Seperti yang ditunjukkan CDC, efek racun ini membuat saraf tubuh bekerja dengan sangat cepat dan membuat otot-otot tersentak.

Pada dosis rendah, striknina dapat membuat seseorang gugup dan ingin bergerak untuk meredakan kejang. Pada dosis tinggi, seseorang akan mengalami kontraksi yang menyakitkan sebelum akhirnya mati lemas saat paru-paru tidak lagi berfungsi. 

Menurut io9, efek dari striknina ini menjadikannya obat peningkat stamina tubuh. Seperti yang dijelaskan oleh pakar doping Mark Johnson, striknina biasanya dikonsumsi oleh pelari, yang pernah dipraktikkan di Olimpiade 1904.

Peraih medali emas maraton Thomas Hicks menggunakan koktail brendi dan striknina dalam kompetisi lari yang diikutinya, ia pun menang, seperti yang dicatat Smithsonian

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Kisah Perang Opium antara Tiongkok Lawan Inggris

5. Opium digunakan untuk menenangkan bayi yang menangis

Pengobatan Hingga Kecantikan, Ini 11 Penggunaan Racun Dalam Sejarahplasticsmakeitpossible.com

Bayi yang sering menangis akan dikasih sedikit opium di zaman nenek moyang kita. Seperti yang dikisahkan oleh Dr. Michael Obladen, berbagai ekstrak dari tanaman opium digunakan selama ribuan tahun untuk menenangkan bayi. Opium menjadi solusi pertama bagi para orang tua yang sudah kelelahan.

Bukan hanya Galen dan orang Yunani kuno yang melakukannya. Opium, laudanum, dan morfin, biasanya dicampur dengan alkohol, untuk dijadikan obat anak-anak yang populer dari tahun 1700-an. Menurut Small Acorns, seorang ahli kimia Inggris bisa menjual lebih dari enam setengah galon formula dalam satu minggu.

Bahkan, peraturan medis yang lebih ketat tidak menghentikan tren tersebut. Seperti yang dikutip dari Wellcome Collection, morfin masih digunakan untuk pembuatan sirup obat batuk dan formula untuk tumbuh gigi bagi anak-anak di AS hingga tahun 1915. 

6. Makanan berbahan arsenik

Pengobatan Hingga Kecantikan, Ini 11 Penggunaan Racun Dalam Sejarahgizmodo.com

Salah satu racun paling populer sepanjang masa, baik dalam kehidupan nyata maupun fiksi adalah arsenik. Seperti yang dicatat oleh Healthline, arsenik bisa mengakibatkan beberapa masalah perut: sakit perut, kram perut, dan diare.

Menurut MedicineNet, seseorang yang terpapar dengan racun ini akan mengalami pusing, kesemutan dan detak jantung tidak menentu. Lalu, orang tersebut akan mati karena sel darah merahnya hancur. 

Dilansir dari Mental Floss, di era Victoria hingga abad ke-20, tablet dan wafer arsenik digunakan untuk membersihkan kulit. Bahkan katalog Sears mempromosikan "wafer kulit arsenik".

National Museum of American History memiliki catatan sejarah bahwa wafer arsenik dianggap memiliki manfaat untuk mengobati demam, sakit kepala, dan malaria, memberi stamina, dan vitalitas, hingga masalah sembelit.

7. Sianida digunakan di tambang emas

https://www.youtube.com/embed/QbGA-9WcwoU

Diekstrak dari biji persik, aprikot, dan buah lainnya, sianida dapat digunakan untuk meracuni orang dalam bentuk gas dan kristal, dihirup atau dilarutkan dalam minuman serta dibubuhi pada makanan. Jika tertelan racun ini, menurut CDC, seseorang bisa menderita pusing, mual, kejang, dan akhirnya meninggal karena penurunan detak jantung dan kerusakan paru-paru atau gagal napas. 

Meskipun memiliki kecenderungan mengerikan, sianida justru digunakan dalam aplikasi industri selama berabad-abad. Bahkan Kodak pernah menggunakannya sebagai salah satu solusi pemrosesan fotografis mereka. Seperti yang dicatat oleh Journal of Chemical Education, hal ini sering kali menyebabkan insiden kecil seperti keracunan yang tidak disengaja.

Sejak akhir 1800-an, sianida digunakan untuk mengekstraksi emas dari tumpukan batu - dan masih digunakan sampai sekarang. Cyanide Code mengakui bahwa air yang mengandung sianida ditemukan di banyak tambang emas. Sebagaimana disoroti oleh Pittsburgh Post-Gazette, bahkan terkadang digunakan untuk meracuni satwa liar setempat. 

8. Penghilang bulu dari bahan beracun

Pengobatan Hingga Kecantikan, Ini 11 Penggunaan Racun Dalam Sejarahallposters.com

Menurut MedicineNet, talium adalah elemen logam berat yang jika tertelan dapat menyebabkan sakit perut akut, kesemutan di tangan dan kaki, dan menyebabkan kematian. Namun, salah satu gejalanya adalah kerontokan rambut yang cepat dan parah, seperti yang diungkapkan Case Reports in Emergency Medicine.

Selama berabad-abad, manusia mencoba dan berhasil menemukan dosis talium yang tepat untuk digunakan pada kulit tanpa bahaya kematian. Seperti yang ditunjukkan oleh Bustle, hingga tahun 1931, perusahaan masih memproduksi krim penghilang bulu menggunakan zat ini, seperti yang diceritakan oleh Smithsonian

Baca Juga: 7 Praktik Kecantikan Berbahaya yang Pernah Jadi Tren di Masa Lalu

9. Wallpaper era Victoria yang beracun

https://www.youtube.com/embed/MvxnXOoFl20

Di era Victoria, Scheele's Green atau warna hijau cerah yang bisa ditemukan pada wallpaper, tirai, dan dekorasi rumah lainnya, terbuat dari senyawa arsenik yang beracun, seperti yang dikisahkan The Paris Review. Para dokter di pertengahan tahun 1800-an awalnya bingung mengapa banyak orang menderita sakit kepala, mual, dan insomnia.  Bahkan, anak-anak juga kesulitan bernapas, seperti yang ditunjukkan Smithsonian.

Menurut Ancient Origins, dokter Henry Lethby dan Thomas Orton mencari tahu penyebabnya. Orton menyadari bahwa wallpaper hijau berbahaya saat melihat efeknya secara langsung. Namun meskipun penyebabnya sudah diketahui, masih banyak perusahaan yang terus memproduksi perabotan rumah dengan senyawa beracun.

Desainer interior terkenal saat itu, William Morris, bahkan menyangkal bahaya Scheele's Green. Menurut Nature, perusahaannya tidak membuat wallpaper bebas arsenik selama lebih dari 20 tahun setelah terungkap bahwa wallpaper membunuh anak-anak. 

10. Merkuri digunakan untuk mengobati sifilis

https://www.youtube.com/embed/zTSmLFf9Nt8

Menurut The Pharmaceutical Journal, salep, pil, dan uap merkuri sering digunakan untuk mengobati sifilis, dan penyakit menular seksual, namun berpotensi mematikan. Seperti yang ditunjukkan oleh sebuah artikel di jurnal Sexually Transmitted Infections, merkuri adalah pengobatan yang populer di Inggris dan Amerika hingga awal abad ke-20. Bahkan militer AS menggunakan perawatan merkuri untuk tentara dan pelaut. Menurut sejarawan John Frith, merkuri masih digunakan oleh militer hingga 1940-an. 

11. Arsenik menjadi zat berbahaya yang menjadi obat pertama di dunia

Pengobatan Hingga Kecantikan, Ini 11 Penggunaan Racun Dalam Sejarahemaze.com

Selain digunakan dalam semua aplikasi komersial, arsenik juga digunakan sebagai obat pertama di dunia. Menurut Smithsonian, pada tahun 1909, peneliti Sahachiro Hata menguji senyawa arsenik milik kimiawan Jerman Paul Ehrlich pada kelinci yang terinfeksi sifilis. Hasilnya, kelinci itu terbebas dari bakteri.

Keduanya bekerja sama untuk mengkomersilkan temuan mereka. Produk yang dinamai Salvarsan ini meluncur ke pasar hanya dalam waktu satu tahun, seperti yang diceritakan oleh Chemical & Engineering News. Namun kenyataannya, obat ini tidak manjur pada fase akhir sifilis. Dan berakhir pada keracunan arsenik. 

Selain digunakan untuk aksi kejahatan, ternyata senyawa beracun juga digunakan untuk berbagai produk dan industri. Meskipun begitu, sejarah sudah membuktikan bahwa dosis beracun sekecil apapun tidak akan baik untuk tubuh manusia.

Baca Juga: Tak Selalu Timbulkan Korban Jiwa, Cek 10 Sejarah Perang di Dunia   

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ines Sela Melia

Berita Terkini Lainnya