Comscore Tracker

Api St. Anthony, Penyakit Mengerikan Disertai Halusinasi

Penyakit ini dianggap sebagai siksaan dari Sang Ilahi

Sejarah dipenuhi dengan wabah dan pandemi, dan biasanya disertai dengan gejala umum, di antaranya seperti gangguan pencernaan, dan ruam atau kondisi kulit lainnya. Tapi ada penyakit yang membawa semacam halusinasi yang begitu kuat, hingga beberapa orang harus dirantai agar mereka tidak bunuh diri karena menghadapi penyakitnya. Akibatnya, penyakit ini dianggap sebagai azab dari sang ilahi — yang saat itu diyakini dan tertulis dalam beberapa Perjanjian Lama.

Penyakit ini dikenal sebagai Api St. Anthony, tetapi penyakit ini ada penjelasan ilmiahnya, lho. Yuk, kita ulas tentang penyakit yang merenggut banyak nyawa dengan cara yang cukup mengerikan ini. 

1. Dokumentasi pertama penyakit Api St. Anthony

Api St. Anthony, Penyakit Mengerikan Disertai HalusinasiPelukis Renaisans Utara pada abad ke-16 membuat karya yang menggambarkan api St. Anthony. (ranker.com/Slowking4)

Penyakit ini pertama kali disebut ignis sacer (atau, "api suci,") dan menurut Lapham's Quarterly, penyebutan itu terjadi pada tahun 994. Sejarawan Prancis François Eudes de Mézeray menulis tentang "wabah api" di bagian selatan negaranya, menewaskan sebanyak 40.000 orang. Pada 944, sekitar 20.000 orang di Aquitaine — hampir setengah dari seluruh populasi daerah itu — meninggal karena penyakit ini. 

Paul L. Schiff, Jr., PhD. dari University of Pittsburgh mengatakan melalui American Journal of Pharmaceutical Education, penyakit api suci ini disebabkan oleh jamur yang disebut ergot - dan telah ditemukan dalam teks-teks yang berasal dari Cina pada 1100 SM. Itu juga disebutkan pada tablet tanah liat Asyur kuno, dalam papirus Mesir kuno, dan dalam beberapa buku Alkitab. 

2. Gejala Api St. Anthony 

Api St. Anthony, Penyakit Mengerikan Disertai HalusinasiIlustrasi penderita Api St. Anthony di Abad Pertengahan. (ranker.com/Michael Hurst)

Paul L. Schiff, Jr., PhD. mengatakan bahwa penyakit ini ada dua jenis. Pertama dikenal sebagai "convulsive form". Jenis ini sering terjadi di Jerman - gejalanya seperti kejang otot, kejang, serta lengan dan kaki mengalami kaku, bersama dengan halusinasi, delirium, dan diare yang mengancam nyawa. 

Jenis kedua disebut "gangrenous form". Jenis ini lebih banyak terjadi di Prancis, serta ditandai dengan pembengkakan tangan dan kaki — terkadang, di seluruh lengan. Ditambah dengan sensasi terbakar dan aliran darah ke ekstremitas akan berhenti.

3. Halusinasi yang dialami penderita Api St. Anthony 

Api St. Anthony, Penyakit Mengerikan Disertai HalusinasiAltarpiece Isenheim menunjukkan siksaan yang diderita oleh para korban Api St. Anthony. (ranker.com/JarektUploadBot)

Menurut Hyperallergic, penderita api St. Anthony bukan diserang halusinasi sembarangan, tetapi halusinasi yang terkait dengan apa yang mereka alami secara fisik. Sensasi terbakar membuat penderita seolah dibakar hidup-hidup, atau dilalap api, yang juga tampak sangat nyata - dan itu mengapa banyak yang percaya bahwa penyakit ini adalah azab atau hukuman dari Sang Ilahi. 

Lapham's Quarterly mengatakan bahwa banyak yang menggambarkan penyakit ini dengan orang yang dihinggapi dengan serangga, diganggu oleh setan, atau disiksa oleh hewan jahat. Api St. Anthony dan halusinasi api yang menyertainya menjadi inspirasi bagi banyaknya pelukis Renaisans untuk menggambarkan penderitaan yang dirasakan oleh para penderita. 

4. Bagaimana St. Anthony terlibat dengan penyakit ini? 

Api St. Anthony, Penyakit Mengerikan Disertai HalusinasiIlustrasi St. Anthony yang disiksa dengan halusinasi iblis. (risdmuseum.org)

Penyakit ini populer dengan sebutan api St. Anthony, tetapi mengapa? Hyperallergic mengatakan bahwa hal ini terlihat jelas dalam banyaknya lukisan Renaisans yang menggambarkan penderitaan St. Anthony, seperti yang digambarkan oleh Michelangelo. Orang suci yang sedang kita bicarakan ini bernama St. Anthony dari Mesir. Menurut Britannica, dia dikenal sebagai seorang pertapa, dan menderita beberapa halusinasi yang cukup serius. 

Pengikutnya yang paling awal — para biarawan pertama Kekristenan — menjadi saksi dari halusinasinya atau yang mereka yakini sebagai penglihatannya. St. Anthony pernah mengatakan bahwa orang yang membawa makanan ke komunitasnya adalah setan yang sedang menyamar, atau binatang buas akan turun ke komunitas Anthony. Oleh sebab itu, banyak pelukis Renaisans mengaitkan ceritanya dengan kisah orang-orang biasa yang menderita penderitaan dengan "penglihatan suci". 

5. Perawatan di rumah sakit St. Anthony 

Api St. Anthony, Penyakit Mengerikan Disertai HalusinasiIlustrasi St. Anthony dan para biara (jdiezarnal.com)

Api St. Anthony juga disebut ergotisme, dan menjadi wabah yang meluas sehingga pada sekitar tahun 1100, pengikut St. Anthony  mengorganisir diri di Grenoble, Prancis, dan menjadi relawan untuk membantu mereka yang menderita penyakit tersebut, seperti yang dilansir Britannica. Mereka membentuk Order of Hospitallers of St. Anthony, dan Dr. John Horgan dari Concordia University Wisconsin mengatakan melalui Brewminate bahwa selama 300 tahun berikutnya, mereka mendirikan sekitar 400 rumah sakit untuk penderita ergotisme.

Perawatannya ada air St. Anthony (krim topikal) dan anggur St. Anthony, yang diyakini mampu menyembuhkan karena disimpan di katedral tempat santo. Antonites-balsam, kata penelitian dari International Congress Series, adalah "sistem terapi transdermal pertama dalam sejarah kedokteran."

Perawatan ini memiliki efek positif, karena mereka tidak hanya mendapatkan makanan dan salep yang diberkati oleh kekuatan orang suci, anggur yang dibuat oleh mereka juga memiliki sifat penghilang rasa sakit, dan mereka juga menghindari makanan jamur yang menjadi penyebab timbulnya penyakit ini. 

6. Lalu, apa penyebab wabah ini bisa terjadi pertama kali? 

https://www.youtube.com/embed/dt-fED3VjME

Apa yang menyebabkan wabah, halusinasi massal, dan kematian dari penyakit ini? Jawabannya adalah gandum hitam, yang dipenuhi dengan jamur yang disebut ergot. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Paul L. Schiff, PhD., manusia sebenarnya sudah tahu sejak lama bahwa gandum hitam bisa terinfeksi dengan "pustula berbahaya" yang digambarkan oleh bangsa Asiria kuno pada 600 SM.

Awalnya, gandum hitam itu tidak dianggap sebagai infeksi, sebelum terjadi sampai tahun 1764, ketika para ilmuwan mengklasifikasikan adanya pertumbuhan tidak biasa — yakni jamur. 

Lapham's Quarterly mengatakan bahwa jamur yang tumbuh pada gandum hitam adalah hal yang biasa ditemukan di daerah tertentu di Eropa, khususnya di Prancis dan Jerman. Biji-bijian dipanen, dikirim ke pabrik, dan digiling menjadi tepung. Nah, tepung ini biasanya dijadikan roti, dan siapa pun yang memakan roti itu kesehatannya akan memburuk. 

Bahkan sebelum ergot dikenali sebagai jamur, orang-orang sudah mengetahui bahwa penyakit api St. Anthony disebabkan olehnya. Hal ini ditemukan pada tahun 1597 di Universitas Marburg, dan sekitar 30 tahun kemudian, para peneliti juga menemukan bahwa hal ini memiliki efek yang sama pada hewan. Namun, pengolahan gandum ini terus dilakukan meskipun undang-undang diberlakukan untuk mencoba menghentikan penggunaan gandum yang terinfeksi. 

Baca Juga: Mengenal Penyakit Tay-Sachs, Penyakit Saraf yang Sering Menyerang Bayi

7. Ergot terkait dengan zat yang sangat kontroversial 

https://www.youtube.com/embed/Ut53YALp3ms

Sifat halusinogen jamur rye yang disebut ergot diangkat ke publik pada tahun 1917. Itu, menurut The Atlantic, diteliti oleh seorang profesor bernama Arthur Stoll. National Geographic mengatakan bahwa ergot "bekerja" dengan mengganggu sistem peredaran darah, dan para peneliti tahu bahwa dalam dosis kecil yang dikontrol dengan hati-hati, ergot tidak menyebabkan halusinasi atau kematian. Sebaliknya, jamur ini justru bisa digunakan untuk menghentikan pendarahan yang berlebihan setelah melahirkan, yang di praktikan bidan kuno. 

Isolasi aotamine yang dilakukan Arthur Stoll menyebabkan minat pada isolasi senyawa lain yang memiliki sifat medis yang sah, dan menemukan inti pusat dari apa yang membentuk ergot, inilah yang disebut asam lisergat.

Ahli kimia Albert Hoffman mulai menempelkan senyawa lain ke dasar asam lisergat ini, dan pada percobaannya yang ke-25, ia menggunakan dietilamina, dan menciptakan LSD. Tetapi jelas, ini bukanlah obat seperti yang kita kenal sekarang. 

8. Apakah ergot ada hubungannya dengan wabah menari? 

https://www.youtube.com/embed/yHVTgZw7geY

Menurut The Lancet, ada insiden histeria massal pertama yang ditandai dengan tarian tak terkendali pada tahun 1021. Salah satunya terjadi pada 1374, wabah menari ini dicatat oleh banyak penulis. Mereka menulis bahwa ada ribuan orang yang menari tanpa henti yang disebabkan oleh energi tak terlihat, mereka juga melakukannya sambil berteriak, seperti kerasukan.

Mereka memohon kepada pemuka agama setempat untuk menyelamatkan mereka dari iblis yang menyiksa, dan dari lautan darah yang membuat mereka tenggelam. Penulis sejarah lainnya menulis tentang orang-orang yang menari sampai tulang mereka patah, atau sampai mereka pingsan dan mati. 

Hal ini memunculkan teori bahwa wabah menari yang terkenal ini terkait dengan ergot. Masuk akal, tapi tidak semua orang yakin. Ada yang menyangka bahwa itu semacam delusi massal yang disebabkan karena stres akut dan ketakutan akan kutukan abadi. Dilansir Smithsonian, ada yang menghubungkannya dengan penyakit yang menyebabkan getaran tak terkendali.

9. Ergot dan Revolusi Prancis

Api St. Anthony, Penyakit Mengerikan Disertai Halusinasiilustrasi Revolusi Prancis (frenchrevolutionmadeeasy.weebly.com)

Revolusi Prancis, ternyata ada hubungannya dengan ergot. Mary K. Matossian adalah seorang sejarawan di Universitas Maryland, dan dia berpendapat bahwa wabah keracunan ergot bertanggung jawab atas gelombang kepanikan, teror, dan kekerasan yang melanda Prancis pada akhir musim panas tahun 1789. Insiden itu disebut Ketakutan Besar, dan menurut History, itu adalah pemberontakan yang dipicu oleh penyerbuan Bastille.

Para petani membuang bajak mereka, mengambil garpu rumput, dan membakar semuanya. Matossian melihat catatan kontemporer dan menemukan bahwa dalam banyak kasus, iklim dan tahunnya bertepatan dengan penyakit yang disebabkan oleh ergot, dan ada tanda-tanda pecahnya Api St. Anthony, seperti yang dijelaskannya kepada The Washington Post. 

10. Pengadilan penyihir Salem dan hubungannya dengan jamur ergot

https://www.youtube.com/embed/mF-9FH9d7wo

The Salem Witch Trials adalah salah satu peristiwa paling terkenal dalam sejarah Amerika, dan pada tahun 1976, seorang ilmuwan perilaku bernama Linnda Caporael mengatakan bahwa mereka yang menuduh orang lain sebagai penyihir yang bersekutu dengan iblis sebenarnya dipengaruhi oleh jamur ergot.

Dilansir Country Living, ia menunjukkan bahwa mereka dihantui penglihatan-penglihatan neraka, mengalami kejang-kejang, dan bahkan menderita luka kulit yang diidentifikasi dengan keracunan ergot. 

Menurut Vox, tetapi pernyataan ini tidak diterima secara luas. Alan Woolf dari Harvard Medical School menyimpulkan bahwa mengingat kurangnya data tentang cuaca, kegagalan panen, kurangnya efek sisa penyakit, dan kejadian lain dari tuduhan penyihir pada pertengahan hingga akhir abad ke-17, "tampaknya sangat tidak mungkin bahwa teori keracunan ergot menjadi alasannya." 

11. Ergot atau perang biologis? 

Api St. Anthony, Penyakit Mengerikan Disertai HalusinasiPencobaan St. Anthony, 1649. (artmuseum.mtholyoke.edu)

Pada tahun 1951, 230 orang yang tinggal di desa Prancis Pont Saint-Esprit menjadi korban penyakit yang menyebar sejak Abad Pertengahan, seperti yang dilansir BBC. Seorang pria mencoba menenggelamkan dirinya di sungai, menurut Smithsonian, ia mengatakan bahwa perutnya seperti ada ular yang membakarnya. Ada juga yang berhalusinasi dimakan hidup-hidup oleh hewan liar, atau dihantui tengkorak. Bahkan, ada seorang wanita yang lompat dari jendela lantai tiga karena berhalusinasi bahwa gedung yang ditempatinya terbakar, seperti yang dilansir Lapham's Quarterly.  

Ergot diyakini menjadi penyebabnya. Dalam autopsi yang dilakukan pada mereka yang meninggal, ditemukan ergot dalam tubuhnya. Akibatnya, baik tukang giling gandum maupun tukang roti dituduh atas pembunuhan tidak disengaja. Namun, itu tidak menghentikan rumor yang beredar bahwa semuanya adalah eksperimen CIA yang melibatkan LSD, dan cerita itu masih muncul sesekali. 

12. Ergot dalam obat

Api St. Anthony, Penyakit Mengerikan Disertai Halusinasiilustrasi sakit kepala (unsplash.com/Nik Shuliahin)

Ergot mungkin terdengar menakutkan, tetapi sebenarnya memiliki kegunaan obat - dan di beberapa negara, mungkin diresepkan untuk beberapa hal yang berbeda. Mayo Clinic mengatakan bahwa nama merek obat Cafergot adalah salah satu alkaloid ergot dalam keluarga terkenal ini, dan itu diresepkan untuk orang yang menderita migrain parah.

Mengingat bahwa obat ergot memiliki efek samping seperti serangan panik, tekanan darah tinggi, dan agorafobia - tidak mengejutkan bahwa European Medicines Agency mengatakan bahwa UE menangguhkan penggunaan dan penjualan berbasis ergot. Obat ini diresepkan secara ketat untuk migrain, serta yang digunakan untuk mengobati gangguan peredaran darah.

Menurut Paul L. Schiff, PhD., versi senyawa sintetis dan alami ergot digunakan dalam obat yang diresepkan untuk demensia terkait usia, penyakit Parkinson, dan untuk mencegah pendarahan setelah melahirkan. 

Tak seperti diyakini oleh orang terdahulu sebagai penyakit kutukan. Api St. Anthony ternyata disebabkan oleh jamur bernama ergot. Wah, cukup logis dan masuk akal, ya! 

Baca Juga: 5 Fakta Penyakit Emfisema, Penyakit yang Sering Menyerang Perokok

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Write to communicate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Berita Terkini Lainnya