Comscore Tracker

5 Gerakan Perlawanan Paling Ekstrem Sepanjang Sejarah Bag. 1

Dari aksi pembakaran diri hingga mogok makan selama 16 tahun

Sejarah tak luput dari konflik dan itu sudah menjadi bagian dari sifat manusia yang saling bertentangan. Itu terjadi ketika suatu sistem mencoba memaksakan kehendak yang bertentangan dengan kelompok tertentu karena dianggap tidak sesuai. Kelompok inilah yang akhirnya melakukan perlawanan demi mendapatkan keinginan dan haknya kembali.

Aksi mereka disebut gerakan perlawanan. Bentuknya bisa berupa aksi turun ke jalan seperti yang sering kita lihat di nusantara ini. Namun, di beberapa negara, gerakan perlawanan ini bisa berujung ekstrem, bahkan menyakiti diri mereka sendiri. Bisa disebut pahlawan tidak sih mereka? Coba deh, kamu nilai sendiri setelah membaca ini.

1. Perlawanan Witold Pilecki yang mengungkap kejahatan Nazi

https://www.youtube.com/embed/EhCWlOSPcOY

Witold Pilecki adalah perwira kavaleri Polandia yang menjadi sukarelawan bersama sekelompok orang dan dikirim ke kamp konsentrasi Auschwitz pada 19 September 1940.

Penulis dan koresponden bernama Jack Fairweather mengungkap kisahnya pada 2011. Dia mengatakan kepada Time bahwa kisah itu mengubah persepsi dia mengenai kamp konsentrasi.

Pilecki menjadi pejuang perlawanan. Banyak yang mendukungnya di jajaran tahanan. Mereka pun melakukan perlawanan dengan menyabotase fasilitas kamp, ​​menyelundupkan pesan dan informasi ke sekutu, bahkan membunuh petugas SS.

Menurut Jewish Virtual Library, Pilecki membenarkan bahwa Nazi ingin memusnahkan orang-orang Yahudi pada awal 1941.

Kelompok gerakan perlawanan ini kemudian mengonfirmasi bahwa adanya keberadaan kamar gas pada 1942. Baru pada 1943, Pilecki menyadari bahwa dia harus segera keluar dan melarikan diri dari kamp konsentrasi itu, tapi bantuan tak kunjung datang.

Suatu hari, ia berhasil melarikan diri dengan melintasi wilayah Nazi sejauh 161 km hanya dalam waktu beberapa hari saja. Ia pun bergabung kembali dengan Angkatan Darat Polandia.

Nahas baginya, dia ditangkap dan disiksa oleh rezim Komunis Polandia dan dieksekusi pada 1948. Kisahnya pun hampir dihapus dari sejarah sebelum dianugerahi beberapa penghargaan tertinggi Polandia pada 2006.

2. Perlawanan Irom Sharmila yang mogok makan selama 16 tahun

https://www.youtube.com/embed/vkYPgMY1ix8

Pada 4 November 2000, Irom Sharmila melakukan protes terhadap Undang-Undang Kekuatan Khusus Angkatan Bersenjata India, seperti yang dilansir Smithsonian. Singkatnya, hukum dalam undang-undang ini mengizinkan militer untuk menembak dan membunuh warga sipil di lingkungan mana pun yang telah ditetapkan sebagai daerah yang rawan.

Setelah sepuluh warga sipil tewas saat sedang menunggu bus, Sharmila memutuskan untuk melakukan mogok makan sampai undang-undang itu dicabut.

Tidak lama setelah melakukan mogok makan, dia ditangkap karena aksinya yang dianggap melanggar hukum dalam upaya bunuh diri secara ilegal. Selang 16 tahun kemudian, Sharmila dirawat di rumah sakit karena aksi mogok makannya itu.

Di bawah pengawasan konstan, dia dicekoki paksa melalui selang di hidungnya agar mendapat asupan. Dilansir laman The Guardian, Sharmila mengatakan, "Saya diisolasi dan diidolakan. Hidup di atas alas, tanpa suara, tanpa perasaan." 

Baca Juga: Kisah Hidup Park Yeon Mi, Aktivis HAM yang Dulunya Pengungsi Korut 

3. Perlawanan kaum Luddite

https://www.youtube.com/embed/kqUezvo6oRA

Istilah Luddite berasal dari kaum Ludd, sekelompok pekerja kelas menengah yang memprotes hilangnya mata pencaharian mereka. Pada awal 1800-an, orang-orang Ludd, yang bekerja sebagai penenun dan pengrajin tekstil, menghancurkan peralatan pabrik di seluruh Inggris.

Namun karena aksi tersebut, banyak dari mereka yang dikirim ke tempat pengasingan atau bahkan dieksekusi.

Gerakan perlawanan itu dilakukan karena mereka menuntut kenaikan upah; pembagian keuntungan yang adil dari barang yang mereka hasilkan; jaminan pensiun untuk pekerja; dan kondisi kerja yang lebih baik.

Menurut Quartz, perlawanan mereka merupakan pelanggaran besar. Bahkan, seorang bocah lelaki berusia 16 tahun harus dieksekusi gantung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

4. Gerakan perlawanan ekstrem dengan membakar diri

https://www.youtube.com/embed/C64q47sEw3k

Pada 11 Juni 1963, seorang biarawan Buddha bernama Quang Duc memprotes penindasan agama Buddha oleh Vietnam Selatan. Ia duduk di tengah jalan di Saigon dan membakar dirinya sendiri.

Bakar diri memang sudah menjadi bagian dari legenda Sati, salah satu istri Siwa yang membakar dirinya setelah ayahnya menghina suaminya. Namun, bentuk protes ini dianggap mengerikan.

Total keseluruhan, ada lima biksu yang bakar diri untuk memprotes pemerintahan Ngo Dinh Diem. Aksi itu berlanjut sampai Perang Vietnam. Menurut Time, tiga belas biksu membakar diri untuk memprotes perang dalam satu minggu.

Salah satu orang bernama Norman Morrison bahkan melakukannya atas dasar Pentagon sambil menggendong anaknya sendiri (yang selamat).

Sejak itu, bentuk perlawanan melalui cara ini dilakukan untuk memprotes invasi Soviet, kuota pekerjaan di India. Menurut NY Books, puluhan warga Tibet, termasuk setidaknya tujuh anak di bawah umur, membakar diri sebagai perlawanan terhadap pemerintahan Tiongkok, penindasan ajaran Dalai Lama, dan penghancuran lanskap Tibet.

5. Perlawanan anak-anak di Birmingham

https://www.youtube.com/embed/fT-W4lypkfM

Pada Mei 1963, anak-anak di Birmingham, Alabama menentang gagasan mengenai rasisme. Pada 2 Mei, dilansir Biography, ribuan remaja dan anak-anak berkumpul untuk memprotes dan melakukan perlawanan terhadap tindakan kekerasan yang mengguncang komunitas dalam bulan-bulan sebelumnya.

Gerakan perlawanan mereka yaitu parade dan konsekuensinya cukup mengerikan. Ratusan orang ditangkap di hari pertama. Lalu, pada hari kedua, penegak hukum membubarkan anak-anak menggunakan selang api.

Yang lainnya dipukuli dengan tongkat dan anjing-anjing polisi dilepaskan untuk menakuti mereka. Anak termuda dalam aksi ini berusia 6 tahun. Mereka semua menyanyikan lagu-lagu dan berbaris melewati pusat kota Birmingham.

Kadang, perlawanan bisa berubah menjadi ekstrem karena merasa tidak ada pilihan lain. Nah, setelah membaca gerakan perlawanan di atas, bagaimana menurutmu?

Baca Juga: 5 Gerakan Perlawanan dengan Aksi Damai Sepanjang Sejarah Bag. 2

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya