Comscore Tracker

Hidup Selama Periode Sengit, 9 Fakta tentang Generasi Terbesar

Benarkah mereka generasi tangguh dan hebat?

Orang yang lahir antara tahun 1900-an sampai 1920-an dianggap sebagai anggota Generasi Terbesar atau G.I Generation. Orang yang lahir selama periode ini harus berjuang dalam perang yang meluas ke seluruh dunia, yakni Perang Dunia II.

Akhir Perang Dunia I adalah awal dari pandemi global, dan pada akhir tahun 1920-an, dunia memasuki krisis ekonomi global, yakni Great Depression. Dalam menghadapi peperangan, ketidakstabilan ekonomi, dan berbagai kesulitan lainnya pada zaman itu, para pemuda generasi ini dikenal memiliki sifat-sifat yang mengagumkan seperti kerendahan hati, integritas, hemat, dan komitmen. Benarkah demikian?

1. Memiliki julukan lain

Hidup Selama Periode Sengit, 9 Fakta tentang Generasi Terbesarpotret Tom Brokaw (kiri) bersama Norman Schwarzkopf (dok. National Archives/Military Service Digital Photographic)

Pada tahun 1998, generasi yang sekarang dikenal sebagai "Generasi Terbesar" sebenarnya dikenal dengan nama yang berbeda, lapor Time. Sebelum tahun itu, mereka yang lahir antara 1901 sampai 1924 disebut G.I. Generation (general issue dan government issue), yang berarti "masalah umum" dan "masalah pemerintahan". Namun, pada tahun 1998, penerbitan buku oleh jurnalis dan penulis Tom Brokaw mengubah banyak hal.

Buku Brokaw yang berjudul The Greatest Generation, menampilkan kisah kehidupan tentang individu-individu yang tumbuh dalam Great Depression dan berjuang dalam Perang Dunia II. Popularitas buku mengubah sebutan G.I. Generation menjadi Generasi Terbesar. Brokaw terinspirasi untuk menulis buku itu pada tahun 1984, ketika ia menghadiri upacara peringatan 40 tahun invasi D-Day.

2. Generasi Terbesar menghadapi banyak konflik rasial

Hidup Selama Periode Sengit, 9 Fakta tentang Generasi Terbesarpenyintas yang selamat setelah kerusuhan Tulsa (commons.wikimedia.org/unknown photographer)

Melansir laporan The Breeze, lebih dari 1,3 juta tentara Afrika berperang melawan Poros dalam Perang Dunia II, dan University of Kentucky menemukan bahwa lebih dari 1,5 juta orang Afrika-Amerika berperang melawan Poros. Mayoritas kulit putih di Amerika Serikat terus menganiaya komunitas kulit hitam, dan dianggap sebagai salah satu era terburuk untuk keadilan rasial sejak sebelum berakhirnya perbudakan.

Orang Afrika-Amerika di Amerika Serikat mengalami 18 kerusuhan dan pembantaian dari massa kulit putih yang rasis. Salah satunya seperti Pembantaian Ras Tulsa "Black Wall Street" pada tahun 1921, ketika gerombolan kulit putih membunuh 250 orang, dan memenjarakan sebagian besar penduduk Afrika-Amerika di kota itu karena bisnis milik orang kulit hitam Tulsa dibakar habis. Era itu juga ditandai dengan eksekusi tanpa pengadilan yang dilakukan kelompok kulit putih.

3. Gerakan eugenika dimulai pada era ini

Hidup Selama Periode Sengit, 9 Fakta tentang Generasi Terbesarpotret Theodore Roosevelt, 1907 (dok. Library of Congress/Harris and Ewing, photographer)

Berbicara tentang rasisme institusional, mari kita bahas eugenika dan ilmu rasial. Gerakan eugenika melonjak selama kuartal pertama abad ke-20, seperti yang dirinci Stanford University, asal-usulnya sudah ada sejak Yunani kuno. Pembunuhan bayi dipraktikkan di zaman kuno, termasuk di Sparta, di mana bayi-bayi "yang lahir sakit" akan dilempar dari Gunung Taygetus.

Mengutip laporan Nature, gerakan eugenika kembali meningkat di akhir 1800-an. Francis Galton, sepupu Charles Darwin, menerbitkan dan menggembar-gemborkan keuntungan praktik eugenika. Ia mengatakan bahwa masyarakat kelas atas Inggris memiliki kecerdasan superior lewat genetika, Galton pun mendorong program pemuliaan selektif dalam karyanya tahun 1869 berjudul Heritary Genius.

Gerakan ini datang ke AS pada awal abad ke-20. Pendukung terkemuka eugenika di antaranya Theodore Roosevelt, Alexander Graham Bell, dan John D. Rockefeller, Jr. Gerakan ini menargetkan minoritas, orang-orang dengan cacat mental, dan mereka dari latar belakang kelas pekerja.

Negara-negara bagian mengesahkan undang-undang sterilisasi paksa, tetapi dihapuskan 15 tahun kemudian. Banyak orang kulit hitam Amerika dan penduduk asli Amerika dari latar belakang kelas pekerja disterilkan sebelum, selama, dan setelah keputusan itu. Program dan kebijakan eugenika Amerika menginspirasi Nazi Jerman.

4. Generasi Terbesar di kota-kota Amerika memiliki gaya hidup yang tinggi

Hidup Selama Periode Sengit, 9 Fakta tentang Generasi Terbesarpotret Fifth Street Department Store di 5th Street, Los Angeles, 1922 (commons.wikimedia.org/University of Southern California)

Seperti yang diceritakan oleh US History, tahun 1920-an menandai titik balik utama dalam ekonomi AS. Teknologi dan penemuan modern seperti penyedot debu, lemari es, mesin cuci, dan pertumbuhan supermarket dan department store membuat hidup jauh lebih nyaman dan menghemat waktu.

Pada saat yang sama, adanya iklan modern dan kredit, membuat pengeluaran semakin meningkat untuk kelas menengah Amerika. Sayangnya, belanja yang tak terkendali dan menumpuknya utang kredit yang besar, akhirnya berkontribusi pada kehancuran ekonomi yang menandai dekade berikutnya.

5. Intervensi dan imperialisme Amerika dan negara-negara Eropa

Hidup Selama Periode Sengit, 9 Fakta tentang Generasi Terbesarilustrasi perundingan imperialisme (archives.gov)

Mengutip tulisan Counter Current, antara tahun 1900 sampai 1920, Amerika Serikat mengirim militernya ke 20 negara yang berbeda. Era sebelum Perang Dunia I menjadi salah satu imperialisme di mana negara-negara kuat Eropa dan Amerika Serikat ingin memperluas budaya dan ekonomi mereka dengan menduduki wilayah yang kaya dengan sumber daya dan bahan mentahnya. Sementara Eropa berfokus pada benua Afrika, mayoritas imperialisme Amerika Serikat berada di Amerika Selatan dan Tengah, Karibia, dan Pasifik.

Pernyataan Presiden Woodrow Wilson juga sangat berpengaruh dan kontroversial tentang hal tersebut. Menurut Hubungan Luar Negeri Amerika, Wilson mendorong Amerika Serikat untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam memimpin dunia. Tidak lama setelah berakhirnya Perang Dunia II, doktrin Wilson agar Amerika Serikat memimpin di panggung internasional menjadi praktik kebijakan luar negeri yang umum bagi presiden selanjutnya, dari Perang Dingin hingga Perang Melawan Teror.

6. Menjadi Zaman Keemasan Hollywood 

Hidup Selama Periode Sengit, 9 Fakta tentang Generasi Terbesaraktris Hollywood Mae West, 1933 (dok. Library of Congress)

Industri film mulai terbentuk pada awal abad ke-20, dan pada titik akhir dari Generasi Terbesar, film bisu telah membuka jalan bagi Zaman Keemasan Hollywood. Sebelum tahun 1910-an, Hollywood memainkan peran kedua bagi perusahaan film pantai timur.

Perusahaan Thomas Edison memegang paten atas film-film di timur, pada tahun 1920-an, Hollywood pun menjadi ibu kota film nasional dan Zaman Keemasan Hollywood dimulai. Pada puncak Great Depression, film dianggap lebih penting sebagai bentuk hiburan. Selama tahun-tahun perang, film memberikan propaganda pro-Amerika.

Zaman Keemasan Hollywood berlangsung sepanjang paruh pertama abad ke-20. Baru pada akhir 1950-an, televisi yang dapat dinikmati secara komersial di setiap rumah, mampu menyaingi industri film.

7. Phantom, pahlawan super pertama dalam komik 

Hidup Selama Periode Sengit, 9 Fakta tentang Generasi Terbesarcover komik The Phantom (comics.org)

Banyak yang mungkin berasumsi bahwa pahlawan super di buku komik pertama adalah Batman atau Superman. Mereka adalah dua karakter tertua dan paling terkenal dalam genre ini, dengan sejumlah film dan acara televisi yang dibintangi karakter tersebut.

Keduanya adalah produk dari anggota Generasi Terbesar (Bob Kane dan Bill Finger untuk Batman, Jerry Siegel dan Joe Shuster untuk Superman) dan membantu meluncurkan genre ke zaman keemasannya. Namun, ada yang mendahului kedua pahlawan super itu.

Phantom, pahlawan super berpakaian ungu ini diciptakan oleh Lee Falk pada tahun 1936, yang terinspirasi dari Zorro dan Scarlet Pimpernel. Bahkan hingga saat ini, karakter tersebut tetap populer di banyak negara.

Sebelum kelahiran Phantom, komik telah ada selama hampir empat dekade, seperti yang dilaporkan Illustration History. "The Yellow Kid in McFadden's Flats," diterbitkan pada tahun 1897, dan dianggap sebagai buku komik pertama dalam sebuah majalah. Komik buku pertama diterbitkan pada Februari 1935, tiga tahun sebelum Superman dan Batman datang.

8. Ideologi Nazi belum sepenuhnya hilang bahkan setelah kekalahan Jerman

Hidup Selama Periode Sengit, 9 Fakta tentang Generasi Terbesarpotret Adolf Hitler bertemu tentara (commons.wikimedia.org/Unknown author)

Salah satu pencapaian besar dari Generasi Terbesar adalah mengalahkan Nazisme dan fasisme dalam Perang Dunia II. Ini menandai superioritas politik demokrasi atas ideologi sayap kanan. Akan tetapi, Nazisme tidak hilang sepenuhnya.

Museum Nasional Perang Dunia II melaporkan bahwa pada tanggal 20 Februari 1939, 22.000 anggota Bund Jerman-Amerika, sebuah organisasi pro-Nazi Amerika, mengadakan rapat umum besar-besaran di Madison Square Garden. Dengan sejumlah besar orang Amerika keturunan Jerman, organisasi tersebut menyebarkan ideologi Nazi dan menyelenggarakan kegiatan masyarakat untuk mendapatkan dukungan publik.

Ideologi Nazi juga berjalan seiring dengan sentimen anti-komunis di negara tersebut. Namun, ketika Perang Dunia II dimulai pada bulan September 1939, organisasi tersebut goyah melawan tekanan publik. Bahkan dengan kekalahan Nazi pada April 1945, ini bukanlah akhir dari simbolisme dan kepercayaan Nazi, seperti yang dibahas oleh Washington Post.

9. Kematian tinggi akibat perang dan wabah 

Hidup Selama Periode Sengit, 9 Fakta tentang Generasi TerbesarPandemi influenza tahun 1918 di Washington, D.C. (commons.wikimedia.org/National Photo Company)

Dua perang dunia menyapu bersih jutaan orang di seluruh dunia. Namun, bukan senjata, bom, atau pedang yang merenggut nyawa paling banyak di zaman itu, melainkan penyakit. Pandemi Flu Spanyol tahun 1918 menginfeksi sekitar 500 juta orang atau sepertiga dari populasi global, dan diperkirakan telah membunuh antara 20 hingga 50 juta orang di seluruh dunia, lapor History. Data ini belum sepenuhnya akurat, tetapi banyak yang berspekulasi bahwa jumlah korban tewas bisa mencapai 50 hingga 100 juta orang.

Spanyol adalah negara netral dalam Perang Dunia I, dan karena itu, mereka tidak membatasi pers seperti beberapa negara lain. Dengan demikian, dilaporkan secara terbuka ketika flu baru melanda Spanyol pada Mei 1918. Negara-negara lain menuduh bahwa penyakit itu dimulai di Spanyol, maka nama Flu Spanyol dipakai.

Kasus penyakit pertama yang diketahui sebenarnya didokumentasikan di AS, di Camp Funston di Fort Riley, Kansas pada bulan Maret 1918. Selama dua bulan berikutnya, sekitar 200.000 tentara dari kamp melakukan perjalanan ke Eropa untuk berperang, dan mungkin saja menyebarkan penyakit itu ke eropa.

Tak seperti dipikirkan banyak generasi selanjutnya, Generasi Terbesar juga tak selalu sempurna dan terlihat tangguh dalam menghadapi gejolak politik, peperangan, krisis ekonomi, dan wabah yang melanda selama periode tersebut. Banyak keputusasaan dan masalah rasial yang masih berputar di dalamnya.

Itulah alasan mengapa mereka disebut sebagai generasi terkuat, tangguh, dan bisa memiliki gaya hidup yang hemat. Semoga kita bisa mencontoh banyak hal baik dari generasi sebelumnya, ya!

Baca Juga: 5 Penyebab Dasar Mengapa Jerman Kalah dalam Perang Dunia II 

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Write to communicate. https://linktr.ee/ameliasolekha

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ane Hukrisna

Berita Terkini Lainnya