Comscore Tracker

9 Kesalahan Terburuk dari Perang Saudara Amerika

Pemimpin yang tak kompeten menjadi penyebab utamanya!

Perang Saudara AS mengadu antara negara bagian melawan negara bagian. Selama empat tahun, tentara AS dan Konfederasi bertempur di bagian timur Amerika Utara, saling membunuh dalam pertempuran berdarah yang menewaskan hampir 600.000 orang.

Akibatnya, perang tersebut menyandang sebagai perang paling berdarah di Amerika. Mengapa korbannya tinggi? Salah satu alasannya adalah banyak kesalahan yang dilakukan oleh jenderal dan politisi yang tidak kompeten.

Selama perang, banyak pria, yang namanya menghiasi banyak memorial dan monumen di seluruh Amerika, meninggal karena keputusan salah tersebut. Sering kali, kematian mereka tidak perlu dan sia-sia. Berikut ini adalah beberapa kesalahan terburuk dari Perang Saudara Amerika.

1. Pertempuran Fort Sumter, 1861: Tercetusnya perang karena sebuah kesengajaan

9 Kesalahan Terburuk dari Perang Saudara AmerikaPasukan Konfederasi di Fort Moultrie menembaki Fort Sumter di Pelabuhan Charleston pada 12-13 April 1861, ukiran kayu dari surat kabar Amerika kontemporer. (fineartamerica.com/Granger)

Perang Saudara dianggap sebagai kesalahan Konfederasi. Mises Institute mencatat bahwa tindakan Abraham Lincoln memancing Konfederasi untuk memulai perang.

Lincoln telah diminta untuk mengevakuasi instalasi federal di Charleston, Carolina Selatan, yang disebut Fort Sumter, tetapi tidak ada tindakan. Akibatnya, Konfederasi menuduh Abraham Lincoln melakukan operasi permusuhan di perairan Konfederasi.

Pada tanggal 10 April 1861, pemerintah Konfederasi menyatakan perang terhadap Amerika Serikat. Hanya Menteri Luar Negeri, Robert Toombs, yang keberatan. Dia menyebut bahwa perang itu adalah kesalahan. Dia bahkan memohon kepada Presiden Jefferson Davis untuk mempertimbangkan kembali.

Pada tanggal 12 April 1861, senjata Konfederasi di bawah Jenderal Pierre Gustave Toussaint Beauregard menembaki benteng Sumter. Perang Saudara secara resmi telah dimulai.

2. Pertempuran Pertama Bull Run, 1861: Ada campur tangan politik yang berujung kekalahan

9 Kesalahan Terburuk dari Perang Saudara AmerikaStonewall Jackson dalam Pertempuran Pertama Bull Run (britannica.com/Library of Congress, Washington, D.C)

Ohio History Connection mencatat bahwa ketika Perang Saudara dimulai pada tahun 1861, kedua belah pihak mengharapkan perang yang singkat dan cepat. Presiden Lincoln mempromosikan mayor Ohio Irvin McDowell tiga pangkat menjadi brigadir jenderal dan memberinya sekitar 30.000 sukarelawan yang tidak berpengalaman dari kalangan petani, nelayan, dan penjahat untuk dijadikan tentara.

Pasukan McDowell memukul mundur pasukan Brigadir Jenderal P.G.T. Beauregard sebelum reli Stonewall Jackson dan bala bantuan Konfederasi memukul mundur mereka.

Tapi kelas politik Amerika memblokir jalur utama. Akhirnya, mereka panik dan bergegas kembali ke Washington D.C. dalam sebuah peristiwa yang disebut "Great Skedaddle."

Gubernur William Sprague dari Rhode Island hampir terbunuh setelah pengejar Konfederasi menembak dua kudanya. Hakim Daniel McCook dari Ohio juga hampir ditembak. Yang paling terkenal dari semuanya, Perwakilan Alfred Ely dari New York ditangkap dan menghabiskan hampir setengah tahun di penjara Konfederasi.

3. Pertempuran Antietam, 1862: Jembatan Burnside 

9 Kesalahan Terburuk dari Perang Saudara AmerikaPertempuran Antietam (fortwiki.com)

Pada tahun 1862, Tentara Konfederasi Virginia Utara di bawah Jenderal Robert E. Lee menyerbu Maryland, di mana mereka bertemu dengan Tentara Potomac pimpinan Jenderal George McClellan.

Pada Pertempuran Antietam, mantan Sekretaris Konfederasi, Robert Toombs, membuat namanya terkenal karena pertahanan heroiknya di Lower Bridge.

Dilansir American Battlefield Trust, Ambrose Burnside, salah satu bawahan McClellan, ditugaskan untuk menyeberangi Antietam Creek di Lower Bridge.

Pasukan Burnside melakukan tiga serangan tidak terkoordinasi di jembatan, yang dipertahankan oleh 500 Konfederasi di bawah pimpinan Toombs. Pasukan Toombs menahan pasukan Burnside yang unggul secara numerik selama empat jam, dan masih berdiri pada pukul 1 siang.

Sebelum menyerang, National Park Service mencatat bahwa Burnside telah mengirim Isaac Rodman untuk mencari penyeberangan lain di hilir. Akhirnya, dia menemukannya di Snavely Ford.

Seandainya Burnside menunggu, banyak nyawa Union yang mungkin selamat. Toombs menarik anak buahnya agar tidak terjebak, sayangnya, ia kehilangan 120 orang.

4. Pertempuran Fort Donelson, 1862: Brigadir Jenderal Gideon Pillow melarikan diri karena takut

9 Kesalahan Terburuk dari Perang Saudara AmerikaPertempuran Fort Donelson, penangkapan Jenderal S.B. Buckner dan pasukannya, 16 Februari 1862 (commons.wikimedia.org/Library of Congress)

Dari pengadilan militer di Meksiko hingga kegagalan karier politiknya di Amerika, Brigadir Jenderal Gideon Pillow, bukanlah pemimpin yang bisa dipercaya. Terlepas dari sejarah kegagalannya, Pillow ditugaskan untuk mempertahankan Fort Donelson, Tennessee, melawan pasukan Ulysses S. Grant.

Saat mengetahui pertahanan Donelson akan runtuh, Pillow dan atasan jenderalnya, John Floyd, berencana untuk melakukan sebuah pelarian. Pasukan Pillow mengusir pasukan Union, tetapi dikutip laman American History Central, sang jenderal memutuskan untuk mundur ke parit anak buahnya. Akibatnya, serangan balik Union memaksa Konfederasi kembali ke benteng.

John Floyd menyerahkan kendalinya ke Pillow dan melarikan diri melintasi Sungai Tennessee. Pillow justru mengalihkan komando ke Brigadir Jenderal Simon Bolivar Buckner dan melarikan diri juga, karena takut ditangkap. Buckner menyerahkan benteng dan dianggap bertanggung jawab atas kekalahan itu, terlepas dari kesalahan Pillow dan Floyd.

Baca Juga: 12 Peristiwa Sejarah dan Keterlibatan Amerika di Mata Dunia

5. Pertempuran Shiloh, 1862: Terlalu percaya diri yang mengakibatkan kekalahan

9 Kesalahan Terburuk dari Perang Saudara AmerikaPertempuran Fort Donelson, penangkapan Jenderal S.B. Buckner dan pasukannya, 16 Februari 1862 (commons.wikimedia.org/Library of Congress)

Pada tahun 1862, terjadi pertempuran besar pertama Front Barat antara Ulysses Grant melawan jenderal veteran Konfederasi Albert Sidney Johnston. Di Shiloh, sebuah kota kecil Tennessee, Konfederasi berusaha mengalahkan Union untuk maju ke Mississippi.

Melalui serangkaian manuver cepat dan brilian, pasukan Johnston mengepung pasukan Grant, mendorong Angkatan Darat AS ke tepi Tennessee ke daerah yang disebut "Hornet's Nest." Sayangnya, Johnston tewas tertembak.

Jenderal P.G.T. Beauregard, dipindahkan dari Virginia, menggantikan Johnston. Namun, 10.000 pasukan Beauregard tewas. Beauregard mengirim telegram kepada Richmond, mengklaim bahwa pasukannya menang dan meminta menunda serangan terakhir ke pagi berikutnya.

Tanpa sepengetahuan Beauregard, Jenderal Don Carlos Buell tiba pada pukul 6 pagi dengan membawa hampir 20.000 pasukan. Konfederasi yang kalah jumlah tidak memiliki kesempatan dan harus mundur ke Korintus, Mississippi.

6. Pertempuran Sungai Stones, 1862/1863: Kalah akibat mabuk

9 Kesalahan Terburuk dari Perang Saudara AmerikaPertempuran Stone River, dekat Murfreesboro, Tennessee (dok. Library of Congress/Kurz and Allison)

Tentara Persatuan Cumberland dan Tentara Konfederasi Tennessee, menghabiskan Malam Tahun Baru 1862 dan Hari Tahun Baru 1863 untuk saling bertarung di musim dingin Appalachian. Pada Pertempuran Sungai Stones, kekalahan Konfederasi diperburuk ketika Jenderal Benjamin Franklin Cheatham merayakan Tahun Baru alih-alih bertugas.

Selama Pertempuran Sungai Stones, Braxton Bragg dari Konfederasi dan William Rosecrans dari Union saling menyerang satu sama lain. Bragg menyerang lebih dulu, memaksa Rosecrans ke posisi bertahan.

Di bawah jenderal kelahiran Irlandia, Patrick Cleburne di pihak Konfederasi, mempelopori serangan. Rekan Cleburne, Mayor Jenderal Benjamin Cheatham, tidak mengerahkan pasukannya untuk mendukung penuh Cleburne seperti yang direncanakan Bragg.

Benjamin Cheatham seharusnya menyerang lawannya, Philip Sheridan, dengan kekuatan penuh divisinya. Cheatham justru mengirim brigade individu untuk menyerang sedikit demi sedikit. Dengan demikian, Philip Sheridan punya waktu untuk mengusir lawan-lawannya dan mengatur ulang rencananya dengan membantai pasukan Cheatham.

Mengapa sang jenderal tidak kompeten? Menurut ahli, Cheatham dan anak buahnya sedang mabuk wiski, yang membuat mereka tak terkoordinasi.

Kegagalannya untuk mengalahkan Philip Sheridan memungkinkan William Rosecrans untuk memenangkan pertempuran hari itu, memaksa Braxton Bragg mundur ke Tennessee Timur.

7. Pertempuran Chickamauga, 1863: Salah menduga

9 Kesalahan Terburuk dari Perang Saudara AmerikaPertempuran Chickamauga sekitar tahun 1890 (commons.wikimedia.org/Library of Congress)

Pada tahun 1862 hingga 1863, Konfederasi berhasil mengumpulkan pasukan baru, Angkatan Darat Tennessee di bawah Jenderal Braxton Bragg. Ia memimpin pasukannya ke serangkaian kemenangan taktis di Tennessee, tetapi karena dia tidak menindaklanjutinya, jenderal Union William Rosecrans menguasai pusat kereta api Chattanooga di jalur negara bagian Georgia-Tennessee.

Bragg memutuskan untuk mengepung musuhnya, tetapi gesekan dengan bawahannya, menggagalkan rencana itu. Namun, Bragg memusatkan pasukannya di sepanjang Chickamauga Creek di dekat garis negara bagian, dan memaksa tentara federal masuk ke dalam pertempuran yang tidak diharapkan.

Di Chickamauga, kedua belah pihak saling menyerang satu sama lain dalam pertempuran jarak dekat menggunakan bayonet. Sayangnya, jenderal Union membuat kesalahan besar yang membuatnya kalah.

Saat pertempuran berlangsung, Rosecrans menyadari ada celah di garis pertahanannya. Namun, dugaannya salah. Pasukan Konfederasi segera menyerbu dan menghancurkan pasukan Rosecrans, yang mundur ke Chattanooga.

8. Pembantaian Centralia, 1864: "Bloody Bill" Anderson pemicu pembantaian mengerikan

9 Kesalahan Terburuk dari Perang Saudara Amerikailustrasi penghancuran kota Lawrence, Kansas, dan pembantaian penduduknya oleh gerilyawan pemberontak, 21 Agustus 1863 (dok. Library of Congress/Harper's weekly)

Missouri adalah salah satu dari empat negara bagian perbatasan yang memilih untuk tetap menjadi bagian dari Amerika Serikat pada tahun 1861, tetapi tuan rumah simpatisan Konfederasi ini bangkit melawan pasukan Union di sana.

Perang di Missouri adalah konflik gerilya yang penuh pembantaian. Di antara yang paling terkenal adalah Pembantaian Centralia 1864, ketika anak-anak petani Missouri yang tidak terlatih dan tidak bersenjata dikirim untuk melawan gerilyawan Konfederasi veteran dan mengalami kekalahan.

Sebagaimana yang ditulis dalam American Experience, para perampok pro-Konfederasi yang dipimpin "Bloody Bill" Anderson, meneror kota-kota, merampok warga sipil, dan memperkosa serta membunuh budak. Setelah anak buahnya membantai sebuah kereta rekrutan Union di Centralia, komandan Union setempat mengirim Infanteri Berkuda Missouri ke-39 untuk menghentikan pasukan gerilya tersebut.

Anak buah Anderson meninggalkan Centralia dan bersembunyi di balik bukit di luar kota. Akan tetapi, mereka diikuti dan dibantai.

9. Pertempuran Franklin, 1864: Keegoisan yang menewaskan banyak pasukan

9 Kesalahan Terburuk dari Perang Saudara AmerikaPertempuran Franklin, 30 November 1864 (commons.wikimedia.org/Library of Congress)

Pada tahun 1864, Tentara Konfederasi Tennessee meninggalkan Atlanta. Mengutip laman Tennessee Encyclopedia, pasukan yang dipimpin jenderal John Bell Hood itu berusaha menjebak pasukan Union di dekat Nashville, semata-mata untuk meningkatkan kembali semangat Konfederasi yang lesu.

Setelah pengepungan yang gagal, keinginan Hood untuk membalas dendam menghasilkan kesalahan terburuk dalam perang, yang menghancurkan Tentara Tennessee.

Hood menerjunkan 23.000 orang ke puncak bukit Union di dekat Franklin, Tennessee. Pasukan Konfederasi, tanpa dukungan artileri dan senapan, tidak memiliki peluang melawan pasukan AS di dataran tinggi, yang dipersenjatai dengan 16 senapan berulang. Pasukan Hood harus membayar keputusan gegabah komandan mereka dengan nyawa.

Tidak mengherankan, pertempuran itu menjadi pembantaian yang mengerikan. Tentara Hood yang kalah senjata dan kalah jumlah harus kehilangan lebih dari 6.000 orang (20% dari pasukannya), termasuk tujuh jenderal (enam tewas, satu ditangkap) dan 63 komandan resimen yang tewas.

Bahkan menurut standar Perang Sipil, ini adalah bencana besar. Perwira berpangkat lebih rendah terpaksa mengambil alih divisi yang lebih besar karena kurangnya komandan.

Di Nashville, Tentara Tennessee dialihkan dan dikurangi menjadi gerombolan 20.000 orang, akhir yang menyedihkan bagi tentara yang telah berjuang begitu keras.

 

Perang Saudara Amerika menjadi pengingat bahwa keputusan militer atau seorang komandan yang buruk memiliki konsekuensi yang harus dibayar dengan nyawa dan darah manusia.

Baca Juga: 7 Misteri Tak Terpecahkan di Periode Kolonial dalam Sejarah Amerika

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Write to communicate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Albin Sayyid Agnar

Berita Terkini Lainnya