Comscore Tracker

9 Fakta Tunawisma di Amerika, Tak Selalu Beruntung

American dream tak seindah kedengarannya

Kehidupan bisa tampak sulit bagi beberapa orang. Teknologi yang semakin canggih justru tak bisa dijangkau oleh mereka yang kurang beruntung. Tapi selama kita memiliki tempat bernaung untuk melepas lelah, kita sudah sangat beruntung dibandingkan mereka yang tidak memiliki tempat tinggal, seperti yang dihadapi para tunawisma.

National Alliance to End Homelessness memperkirakan bahwa Amerika Serikat memiliki lebih dari 560.000 orang tunawisma pada tahun 2019, dan ini menjadi masalah yang rumit dan sulit diatasi. Yuk, mari kita ulas lebih dalam tentang tunawisma di negeri Paman Sam tersebut. 

1. Kota tenda milik tunawisma

9 Fakta Tunawisma di Amerika, Tak Selalu Beruntungilustrasi tenda tunawisma (Nathan Dumlao/Unsplash)

Beberapa tunawisma di Amerika Serikat tidak bisa pergi ke tempat penampungan karena alasan tertentu. Seperti yang ditunjukkan The Atlantic, program semacam itu tidak dapat menampung banyaknya jumlah tunawisma, yang sering kali terjadi di kota-kota besar.

Tenda-tenda dan tempat tinggal sementara yang ditemukan di daerah-daerah yang kuasi-legal dan padat ini, biasanya terletak di daerah kumuh perkotaan atau tempat-tempat perdagangan rendah lainnya.

Tunawisma yang tinggal di daerah-daerah tersebut justru membentuk komunitas untuk saling menjaga satu sama lain. Salah satunya seperti Las Vegas "Mole People" yang tinggal di bawah kota di terowongan saluran pembuangan, seperti yang dikutip Insider. Namun, selama pandemik COVID-19, keberadaan mereka menjadi masalah terkait penyebaran virus ini. 

2. Penyitaan barang-barang tunawisma

9 Fakta Tunawisma di Amerika, Tak Selalu BeruntungPolisi menyita barang-barang milik para tunawisma di Windsor. (voxpoliticalonline.com)

Melansir laman Los Angeles Times, pada tahun 2019 di Los Angeles, tuntutan hukum diajukan terhadap kota tersebut karena petugas sering kali menyita tenda dan barang-barang lainnya dari perkemahan tunawisma dalam program 'pembersihan' kota. Curbed mencatat bahwa salah satu tuntutan hukum ini menargetkan peraturan kota yang hanya mengizinkan tunawisma untuk membawa barang-barang yang dapat ditampung di dalam wadah setara 60 galon.

Dilansir laman PEW, penyisiran dan penyitaan perkemahan tunawisma ini tersebar di seluruh negeri, dari Los Angeles ke Texas, sampai ke Minnesota, dan wilayah-wilayah yang lebih jauh lagi, CDC bahkan mendukung tindakan tersebut untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Parahnya lagi, petugas seringkali menyita peralatan untuk bertahan hidup dari orang-orang yang telah kehilangan hampir segalanya. Ada orang-orang di luar sana yang menganggap pemukiman tunawisma itu 'merusak pemandangan'.

3. Menjadi tunawisma itu ilegal di banyak tempat di Amerika

9 Fakta Tunawisma di Amerika, Tak Selalu BeruntungPetugas polisi Los Angeles berbicara dengan seorang pria tunawisma di San Pedro Street di sepanjang jalur ski di pusat kota L.A. (Mark Boster / Los Angeles Times)

Kota-kota di Amerika semakin banyak mengeluarkan undang-undang yang ditujukan untuk mengurangi dampak tunawisma di kota, tetapi hal itu tidak bisa mengatasi masalah yang ada. Sebaliknya, undang-undang ini justru membuat hidup para tunawisma menjadi semakin sulit dan mendorong mereka ke daerah lain. Dilansir laman Vice, lebih dari 187 kota telah mengesahkan undang-undang 'anti-tunawisma' dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa undang-undang tersebut bahkan melarang seseorang tidur di kendaraan.

Undang-undang lain melarang tunawisma berkeliaran dan masuk tanpa izin, sehingga menyulitkan para tunawisma yang berjalan kaki jauh-jauh hanya untuk beristirahat. Seolah mereka dilarang menemukan tempat yang cocok untuk menetap atau untuk berlindung dari kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

The Coalition of Human Needs menunjukkan bahwa beberapa tempat juga melarang seseorang tidur di luar, dan ada juga yang melarang pengemis. Denda dan penangkapan akibat pelanggaran ini secara tidak proporsional mempengaruhi orang kulit hitam.

4. Perangkat anti tunawisma

9 Fakta Tunawisma di Amerika, Tak Selalu BeruntungPerangkat yang di pasang di luar Eight Penn Center, dekat 17th Street di Center City. (Samantha Melamed/philly.com)

Beberapa kota dan bisnis swasta bahkan memiliki cara lain untuk menyingkirkan para tunawisma ini. Seperti yang dijelaskan oleh Street Roots, "defensive architecture," menjadi upaya yang tidak manusiawi dalam beberapa tahun terakhir.

Interesting Engineering menjelaskan bahwa metode ini meliputi paku segitiga yang dipasang di area perusahaan dan taman umum agar seseorang tidak bisa duduk atau berkeliaran. Ada juga bangku taman yang dipasang sandaran tangan agar seseorang tidak dapat berbaring. 

Seiring dengan bahayanya tren ini untuk komunitas tunawisma, hal itu juga berdampak pada pejalan kaki juga. Mengutip Architectural Digest, perangkat ini membuat ruang publik menjadi tidak bersahabat dan membuat semua orang jadi takut. 

5. Jumlah rumah kosong melampaui jumlah tunawisma di Amerika

9 Fakta Tunawisma di Amerika, Tak Selalu BeruntungBangunan apartemen terbengkalai dan rumah kosong di dekat pusat kota Detroit. Kota ini memiliki hunian kosong tertinggi di Amerika. (Michael S. Williamson/The Washington Post)

Terus terang, ada cukup banyak rumah kosong di Amerika Serikat untuk menampung tunawisma di negara itu. Mari kita lihat angkanya, ada hampir 580.000 orang tunawisma yang tinggal di Amerika Serikat pada tahun 2020.

United States Census Bureau memperkirakan bahwa ada lebih dari 15 juta tempat tinggal kosong di Amerika selama kuartal keempat tahun 2020. Sayangnya, tunawisma tidak memiliki uang lebih untuk membayar sewa rumah ini. Padahal, menurut Statista, Amerika memiliki anggaran militer tertinggi di dunia dengan lebih dari 700 miliar dolar AS. 

Baca Juga: 5 Fakta Malcolm X, Aktivis Muslim Paling Berpengaruh di Amerika!

6. Tempat penampungan bukan satu-satunya pilihan yang terbaik bagi tunawisma

9 Fakta Tunawisma di Amerika, Tak Selalu Beruntungtempat penampungan tunawisma (nbcpalmsprings.com)

Bahkan jika setiap tempat penampungan tunawisma dapat diakses, tetap saja tidak akan ada cukup tempat penampungan untuk para tunawisma. Beberapa negara bagian memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung perkiraan populasi tunawisma, namun ada negara bagian lain yang tidak memiliki tempat tidur yang cukup, bahkan untuk setengah dari jumlah tunawisma. Selain itu, ruang bukanlah satu-satunya masalah di sini.

Banyak tempat penampungan yang melarang bekerja malam. Tempat penampungan lain memisahkan laki-laki dan perempuan atau keluarga mereka, beberapa penampungan hanya menerima mereka yang melarikan diri dari situasi kekerasan. Beberapa tempat penampungan juga dianggap tidak aman dan tidak stabil, baik oleh para tunawisma maupun staf tempat penampungan.

7. Mengapa seseorang menjadi tunawisma? 

9 Fakta Tunawisma di Amerika, Tak Selalu Beruntungilustrasi tunawisma (Pexels/Seven 7)

Ada banyak kesalahpahaman tentang mengapa seseorang tidak memiliki rumah. Banyak yang mengira bahwa tunawisma ini adalah pecandu narkoba dan alkohol, atau orang yang malas bekerja. Tentu, beberapa tunawisma diusir karena masalah kecanduan, tetapi seperti yang ditunjukkan oleh American Psychiatric Association, sebagian besar tunawisma disebabkan oleh banyak faktor yang tidak ada hubungannya dengan kemalasan atau kecanduan.

Homeless Hub menyebutkan beberapa penyebab utama kondisi tunawisma ini diantaranya melarikan diri dari kekerasan dalam rumah tangga, kebakaran rumah, dan kehilangan pekerjaan. Mereka bertahan hidup dalam kondisi yang mengancam jiwa dan hutang yang menumpuk.

Meningkatnya biaya sewa tempat tinggal dan gaji yang stagnan di banyak daerah menyebabkan beberapa orang lebih mengutamakan pangan daripada tempat tinggal. Masalah kesehatan mental yang tidak diatasi juga dapat menyebabkan lemahnya stabilitas seseorang. Sayangnya, orang kulit hitam lebih cenderung mengalami kenyataan pahit ini, menurut National Law Center On Homelessness and Poverty

8. Secara mengejutkan, ekonomi berkorelasi dengan jumlah tunawisma

9 Fakta Tunawisma di Amerika, Tak Selalu Beruntungilustrasi bisnis properti (joinpdx.org)

Ekonomi jelas mempengaruhi jumlah tunawisma, dan wajar jika kita berasumsi bahwa ketika ekonomi merosot, jumlah tunawisma akan meningkat. Dalam beberapa hal itu benar, tetapi tunawisma sebenarnya meningkat ketika ekonomi berkembang pesat. Berlawanan dengan intuisi, bukan? Namun, realitas membuktikannya. 

Dilansir McKinsey & Company, peningkatan tunawisma mengikuti garis ledakan ekonomi, dan itu terjadi karena orang kaya cenderung membelanjakan uang mereka ketika ekonomi sedang bagus. Dengan berkembangnya ekonomi ini, orang kaya akan membeli perumahan mewah — yang justru mendorong kenaikan harga sewa dan perumahan. Mereka kemudian diusir dari rumah yang sebelumnya mampu mereka sewa. 

Berbeda dengan efek ekonomi pada tunawisma, populasi tunawisma yang lebih tinggi juga memukul kantong negara. Seperti yang dicatat oleh American Security Project, mengatasi tunawisma menghabiskan biaya miliaran dolar setiap tahun melalui layanan yang didanai publik.

9. Pilihan paling sulit

9 Fakta Tunawisma di Amerika, Tak Selalu BeruntungIlustrasi tunawisma (MART PRODUCTION/Pexels)

Ketika penghasilan sangat rendah, seseorang harus pintar-pintar mengelola uang tersebut untuk kebutuhan hidup. Makanan, misalnya, menjadi hal yang sangat vital daripada tempat berteduh, karena tanpa makanan, seseorang akan mati jauh sebelum cuaca menerpa.

Seperti yang dijelaskan oleh Journal of Health and Social Behavior yang diterbitkan tahun 2008, ketahanan pangan berbeda untuk setiap tunawisma berdasarkan sumber daya yang tersedia. 

Ketika mengetahui fakta tunawisma di Amerika, sudah sangat sepatutnya kita bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang. Semoga menjadi bahan renuangan kita di masa kini dan mendatang, ya. 

Baca Juga: Mengejutkan, 5 Artis Hollywood ini Pernah menjadi Tunawisma

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Write to communicate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya