Comscore Tracker

Penelitian Gabungan Berhasil Petakan 44 Varian Gen Penyebab Depresi Berat

#SainSeru Setiap orang bisa jadi membawa beberapa gen tersebut

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature Genetics berhasil memetakan faktor genetik yang memicu munculnya depresi pada seseorang. Peneliti mengidentifikasi 44 varian genetik yang disinyalir merupakan penyebab terjadinya derepresi berat, di mana 30 gen di antaranya sudah ditemukan.

Seperti dilaporkan Reuters, sejauh ini, penelitian gabungan yang melibatkan The Psychiatric Genomics Consortium, the University of North Carolina School of Medicine, the University of Queensland, King's College London, dan the Universitiy of Edinburgh ini merupakan riset terbesar yang meneliti tentang faktor risiko depresi secara genetika.

1. Faktor genetik membuat penderita depresi semakin sulit disembuhkan

Penelitian Gabungan Berhasil Petakan 44 Varian Gen Penyebab Depresi Beratprimicias24.com

Penelitian yang dilakukan secara global ini melibatkan 135 ribu pasien penderita depresi berat dari seluruh dunia dan 344 ribu penderita depresi lainnya yang berhasil mengontrol tingkat depresi yang dideritanya, sebagai pembanding. Depresi terjadi pada 14% dari seluruh populasi manusia di dunia dan hanya setengahnya saja yang dapat tersembuhkan saat menjalani treatment.

Riset yang diterbitkan pada 26 April yang lalu ini juga menyajikan fakta bahwa tiap manusia setidaknya membawa beberapa dari 44 faktor risiko genetik penyebab depresi. Faktor genetik inilah yang membuat tidak semua orang yang mengalami depresi dapat sembuh begitu saja hanya dengan meminum obat anti depresan.

2. Ada 12 level depresi

Penelitian Gabungan Berhasil Petakan 44 Varian Gen Penyebab Depresi Beratgreatist.com

Setidaknya terdapat 12 level depresi yang telah teridentifikasi, mulai dari depresi yang tergolong ringan hingga berat. Depression due to an illnes, yaitu depresi yang muncul saat seseorang sedang sakit, level ini tergolong ringan karena penderitanya dapat membaik dengan konsumsi anti depresan, sedangkan yang tergolong berat adalah bipolar depression dan major depressive disorder.

Bipolar depression adalah perubahan suasana hati yang terjadi secara tiba-tiba, sedangkan major depressive disorder adalah depresi berat yang membutuhkan penanganan khusus karena pada level yang parah dapat memicu bunuh diri.

3. Depresi dapat dicegah dengan komunikasi

Penelitian Gabungan Berhasil Petakan 44 Varian Gen Penyebab Depresi Beratguardian.ng

Sahin Ummugulsum menjelaskan dalam penelitiannya yang dipublikasikan oleh the Pakistan Journal of Medical Sciences bahwa depresi berhubungan erat dengan kesepian yang dialami seseorang dan peran keluarga sangat penting dalam mencegah depresi tersebut terjadi berlarur-larut. Depresi dapat berangsur-angsur membaik jika keluarga atau orang-orang disekitar lainnya menjalin komunikasi dengan penderita secara intens agar penderita depresi tidak semakin larut dalam kesendirian yang dapat membuat depresinya naik ke level yang berisiko, melansir National Center for Biotechnology Information.

Penanganan depresi juga harus disesuaikan dengan level depresi yang diderita agar hasil yang diperoleh optimal. Pada level tertentu, depresi tidak hanya dapat disembuhkan melalui konseling saja, melainkan juga dibantu dengan konsumsi obat-obatan. Mendeteksi depresi sejak dini juga penting sebagai bentuk pencegahan sebelum depresi naik ke tingkat yang semakin buruk.

Andes Septa Photo Verified Writer Andes Septa

The Second of Me

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya