Comscore Tracker

5 Eksperimen Psikologi yang Berakhir Tragis, Bikin Merinding!

Tidak ada yang menyangka akan berakhir seperti ini

Kemajuan ilmu psikologi yang ada sekarang tentunya didukung oleh berbagai eksperimen yang melahirkan pengetahuan baru. Eksperimen dilakukan untuk melihat tingkah laku manusia dalam suatu kondisi tertentu. Siapa sangka, 5 eksperimen ini membuat respondennya mengalami luka batin dan trauma berkepanjangan.

1. Rhythm 0 experiment (1974)

5 Eksperimen Psikologi yang Berakhir Tragis, Bikin Merinding!imdb.com

Seorang seniman asal Yugoslavia, Marina Abramovic, melakukan sebuah pertunjukkan seni berjudul 'Rhythm 0' pada tahun 1974. Eksperimen ini sangat unik, sebab Abramovic diam seperti patung selama 6 jam dan membiarkan audience melakukan hal apa pun yang mereka inginkan terhadapnya. Dalam pertunjukkan ini, Abramovic menyediakan 72 objek untuk digunakan oleh audience, beberapa di antaranya merupakan objek berbahaya.

Seperti yang disebutkan dalam jurnal berjudul 'No Innocent Bystanders: Performance Art and Audience', ketika orang orang sadar bahwa Abramovic benar benar pasif terlepas apapun perlakuan orang terhadapnya, terjadilah kekerasan. Baju seniman ini dipotong menggunakan silet, bahkan ada yang membuat Abramovic menodongkan pistol ke lehernya sendiri. Setelah 6 jam berlalu dan durasi eksperimen selesai, Abramovic bergerak, dan audience langsung membubarkan diri.

Eksperimen yang diadakan pada tahun 1974 ini memberikan trauma yang mendalam bagi Abramovic. Berkat eksperimen yang dilakukannya, dapat diketahui bahwa masyarakat akan terus melakukan hal hal kejam kepada korban yang pasif, sampai korban tersebut mulai bertindak aktif. 

2. Stanford Prison Experiment (1971)

5 Eksperimen Psikologi yang Berakhir Tragis, Bikin Merinding!simplypsychology.org

Pada tahun 1971, Profesor Philip Zimbardo melakukan sebuah eksperimen untuk melihat bagaimana manusia menyesuaikan diri dengan peran sosial yang dimilikinya. Eksperimen ini melibatkan 24 mahasiswa yang diberikan peran sebagai sipir penjara dan sisanya sebagai tahanan. Mereka diberikan perintah untuk menjalankan peran yang didapat seperti apa yang dilakukan oleh sipir dan tahanan di dunia nyata.

Dalam kesaksian Zimbardo yang ditulis dalam catatan kongres pemerintah Amerika Serikat dengan judul 'The Power and Pathology of Imprisonment', para mahasiswa beradaptasi dengan peran yang mereka terima dengan cepat. Sampai akhirnya, eksperimen dihentikan pada hari keenam sebab eksperimen ini mulai menjadi berbahaya, di mana para sipir mulai melakukan kekerasan terhadap tahanan. Eksperimen ini meninggalkan trauma bagi beberapa mahasiswa yang berperan sebagai tahanan. Dari eksperimen ini, dapat disimpulkan bahwa manusia akan beradaptasi dengan peran sosial yang dimilikinya, terlebih peran yang memiliki stereotip, seperti sipir.

3. Bobo doll experiment (1961, 1963)

5 Eksperimen Psikologi yang Berakhir Tragis, Bikin Merinding!simplypsychology.org

Seorang profesor dari Universitas Stanford, Albert Bandura, ingin membuktikan teori yang mengatakan bahwa manusia akan mendapatkan perilaku baru melalui pengalaman langsung atau dengan cara mengobservasi perilaku orang lain. Eksperimen yang dituangkan dalam jurnal berjudul 'Transmission of Aggression Through The Imitation of Aggressive Models' ini melibatkan anak anak yang dibagi menjadi 3 grup, grup pertama diberikan tontonan perlakuan kasar orang dewasa terhadap bobo doll, grup kedua diberikan tontonan perlakuan baik orang dewasa terhadap bobo doll, dan grup ketiga yang tidak diberikan tontonan apa pun, hanya diberi lihat bobo doll saja.

Setelah diberikan perlakuan tersebut, ketiga grup tersebut dibawa ke ruang bermain yang di dalamnya terdapat bobo doll dan ternyata grup yang menonton perlakuan kasar terhadap bobo doll mengadaptasi perlakuan yang sama. Hal mengejutkannya, anak perempuan yang berada di grup tersebut bereaksi lebih kasar secara fisik terhadap subjek laki laki dan kasar secara verbal terhadap subjek perempuan. Melihat hal ini, Bandura menyimpulkan bahwa perilaku anak berasal dari hasil observasinya terhadap orang lain.

Baca Juga: 8 Eksperimen Militer yang Gak Manusiawi demi Penemuan Senjata Baru

4. Little Albert Experiment (1920)

5 Eksperimen Psikologi yang Berakhir Tragis, Bikin Merinding!exploringyourmind.com

John B. Watson meraih hadiah nobel dari eksperimen yang dilakukannya ini. Penelitiannya bertujuan untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai classical conditioning, yaitu proses belajar yang mengubah perilaku seseorang setelah diberikan treatment tertentu. 

Subjek dari penelitian ini adalah seorang bayi 9 bulan bernama Albert. Sebelumnya, Albert sangat menyukai tikus putih. Di awal eksperimen, Albert dibiarkan bermain dengan seekor tikus putih. Kemudian, selagi Albert bermain, Watson memberikan suara suara mengagetkan dan menyeramkan. Lama kelamaan, Albert menjadi fobia dengan benda putih dan dan berbulu. Dari eksperimen ini, ditemukanlah bahwa fobia bisa muncul dari pembelajaran asosiatif. Eksperimen yang menjadi kontroversial ini didokumentasikan oleh Watson dalam jurnal berjudul 'Conditioned Emotional Reactions' yang ditulisnya pada tahun yang sama.

5. The Monster Study (1939)

5 Eksperimen Psikologi yang Berakhir Tragis, Bikin Merinding!class.uiowa.edu

Penelitian yang diberi nama 'The Monster Study'  ini bertujuan untuk membuktikan dampak dari pemberian cap terhadap seseorang. Subjek penelitian ini adalah anak anak panti asuhan yang dibagi menjadi 2 grup, yaitu grup anak anak gagap dan anak anak normal. Di dalam grup anak anak gagap, hanya setengahnya yang benar benar terindikasi gagap.

Grup anak anak normal diberikan perlakuan positif, mengakibatkan meningkatnya kemampuan berbicara mereka. Grup anak anak gagap terus menerus diyakinkan bahwa mereka gagap, mengakibatkan anak anak yang tadinya normal menjadi kesulitan berbicara, dan yang memiliki indikasi gagap menjadi lebih parah. Walaupun penelitian ini hanya dilakukan selama Januari sampai Mei 1939, grup anak gagap sudah menganggap diri mereka gagap sehingga dampak negatif ini terbawa seumur hidup mereka.

Eksperimen yang dipimpin oleh Wendell Johnson di Universitas Iowa ini menjadi rahasia umum, sebab dianggap tidak etis oleh masyarakat dan kaum intelek. Hingga pada akhirnya, Universitas Iowa 'mengakui' eksperimen ini dan mengeluarkan permintaan maaf pada tahun 2001. Meskipun tidak ada jurnal yang ditulis langsung oleh Johnson demi menjaga reputasi diri dan institusinya, banyak psikolog lain yang menganalisa eksperimen ini, salah satunya Franklin H. Silverman dalam jurnal berjudul 'The "Monster" Study'.

Itulah 5 eksperimen yang meninggalkan trauma psikologis bagi subjek penelitiannya. Eksperimen mana yang menurutmu paling menyeramkan?

Baca Juga: 12 Hewan Ini "Tak Sengaja Diciptakan” oleh Manusia Melalui Eksperimen

Aviliani Vini Photo Writer Aviliani Vini

Hello there! I'm Avi and currently studying economics at Universitas Padjadjaran and still learning how to write properly.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Berita Terkini Lainnya