Comscore Tracker

5 Fakta Kesultanan Ottoman, Pemerintahan Khalifah Terakhir di Dunia

Pernah menguasai Eropa sampai Timur Tengah

Kesultanan Ottoman adalah pemerintahan khalifah yang didirikan oleh bangsa Turki di Anatolia, dan tumbuh menjadi salah satu negara paling kuat di dunia selama abad 15 dan 16.

Kekuasaan Ottoman berlangsung lebih dari 600 tahun dan berakhir pada 1923, saat digantikan oleh Republik Turki dan negara-negara koloni di Eropa Timur dan Timur Tengah memisahkan diri. Lalu bagaimana kisah perjalanan salah satu pemerintahan terbesar itu? Simak ulasannya!

1. Didirikan oleh Osman I di Anatolia, Turki

5 Fakta Kesultanan Ottoman, Pemerintahan Khalifah Terakhir di Duniateachmideast.org

Kesultanan Ottoman didirikan oleh Osman I, seorang pemimpin bangsa Turki di Anatolia pada 1299. Osman I memperluas kekuasaan dengan menginvasi dan menyatukan negara-negara merdeka di sekitar Anatolia di bawah pemerintahannya. Osman I  mendirikan pemerintahan resmi dan mengizinkan rakyat di negara yang ditaklukannya untuk memeluk keyakinan masing-masing.

2. Dipimpin oleh seorang Sultan secara turun-temurun

5 Fakta Kesultanan Ottoman, Pemerintahan Khalifah Terakhir di Duniacolumbiaspectator.com

Pemimpin Kesultanan Ottoman disebut Sultan. Gelar Sultan diwariskan kepada anak laki-laki tertua. Saat Sultan baru dilantik, ia harus memenjarakan semua saudara laki-laki yang lain. Lalu jika ia punya anak laki-laki sebagai pewaris, semua saudara laki-laki tersebut harus dieksekusi.

Agama punya peran penting di Kesultanan Ottoman. Mereka adalah pemerintahan Muslim, tapi tidak memaksa rakyat di negara yang ditaklukan untuk mengubah keyakinan. Hal ini dilakukan agar tidak muncul upaya pemberontakan dan bisa membuat mereka tetap berkuasa.

3. Menaklukan Konstantinopel dan mengubahnya menjadi Istanbul

5 Fakta Kesultanan Ottoman, Pemerintahan Khalifah Terakhir di Duniaancient-origins.net

Selama lebih dari 150 tahun Kesultanan Ottoman terus memperluas kekuasaannya. Salah satu negara terkuat saat itu adalah Kekaisaran Byzantium milik Romawi. Pada 1453, Mehmet II memimpin Kesultanan Ottoman menaklukan Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Byzantium.

Ia mengubah Konstantinopel menjadi ibukota Kesultanan Ottoman dan mengganti namanya menjadi Istanbul. Untuk beberapa ratus tahun kemudian Kesultanan Ottoman menjadi salah satu pemerintahan paling besar dan kuat di dunia.

Saat Konstantinopel jatuh ke Kesultanan Ottoman, sejumlah besar cendikiawan dan seniman melarikan diri ke Italia. Hal itu yang memicu menyebarnya Renaissance di Eropa, dan menyebabkan negara-negara Eropa mulai mencari jalur perdagangan baru ke Asia.

Baca Juga: 6 Mitos Terbesar dalam Sejarah yang Masih Dipercaya Hingga Hari Ini

4. Mencapai puncak kejayaan di bawah Sulaiman Agung

5 Fakta Kesultanan Ottoman, Pemerintahan Khalifah Terakhir di Duniaallaboutturkey.com

Kesultanan Ottoman mencapai puncak kejayaan selama Sulaiman Agung berkuasa. Ia memerintah dari 1520 sampai 1566. Selama kurun waktu tersebut, Kesultanan Ottoman semakin luas kekuasaannya sampai Eropa Timur, termasuk Yunani dan Hungaria.

5. Runtuh karena masalah ekonomi, korupsi, dan kepemimpinan yang buruk

5 Fakta Kesultanan Ottoman, Pemerintahan Khalifah Terakhir di Duniamiddleeasteye.net

Kesultanan Ottoman mulai mengalami kemunduran di akhir 1600-an. Hal ini dipicu oleh masalah ekonomi karena persaingan dagang dengan India dan Eropa. Korupsi internal dan kepemimpinan yang buruk terus menggerogoti Kesultanan Ottoman, dan puncaknya terjadi ketika dideklarasikannya Republik Turki pada 1923, meruntuhkan sistem khalifah terakhir di dunia.

Itulah lima fakta tentang Kesultanan Ottoman, salah satu pemerintahan terbesar dan terkuat yang pernah ada, dan menjadi sistem khalifah terakhir di dunia.

Baca Juga: 10 Fakta Sejarah Lahirnya Pancasila, Apakah Kamu Masih Hafal Isinya? 

Bayu Widhayasa Photo Verified Writer Bayu Widhayasa

Suka belajar tapi tidak suka makar

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya