Comscore Tracker

Kenapa Orang Cerdas Biasanya Keras Kepala? Ini 5 Jawaban Ilmiahnya

#IDNTimesScience Apa kamu juga termasuk?

Meskipun tidak semuanya, studi menunjukkan bahwa orang cerdas biasanya cenderung punya sifat keras kepala. Mereka terlihat egois dan sulit untuk menuruti perintah-perintah dari orang lain. Di satu sisi, sikap seperti ini bisa dibilang sebagai hal yang baik karena itu berkorelasi dengan sikap pantang menyerah. Namun, di sisi lain, sifat tersebut juga dianggap negatif dan bahkan dianggap menyebalkan bagi orang-orang di sekitarnya.

Nah, ada beberapa alasan kuat yang menyebabkan orang cerdas itu cenderung keras kepala. Apakah kamu juga termasuk? Yuk, disimak!

1. Orang cerdas bisa memiliki ego besar

Kenapa Orang Cerdas Biasanya Keras Kepala? Ini 5 Jawaban IlmiahnyaIlustrasi membaca buku seorang diri. (pexels.com/Rodnae Production)

Tanpa disadari, orang yang cerdas biasanya punya ego yang besar dan membuat mereka menjadi pribadi kaku yang keras kepala. Well, faktanya, orang dengan kecerdasan IQ atau intelegensia umum belum tentu memiliki kemampuan dalam menekan egonya, ditulis dalam laman Psychreg. Perlu diingat bahwa tidak semua orang cerdas itu egois. Sebagian dari mereka justru bisa menekan egonya hingga pada titik tertentu.

Hal mengenai hubungan antara intelegensia dan keegoisan memang pernah dibahas oleh Bapak Psikologi bernama Sigmund Freud. Menurutnya, ada tiga elemen utama dalam mental dan psikologi, yakni id, ego, dan super-ego. Elemen id mewakili keinginan primitif manusia, seperti seks dan kelakuan agresif. Super-ego mewakili hati nurani, moral, dan kelembutan. Sedangkan, ego berada di tengah untuk membuat keduanya menjadi imbang.

2. Orang cerdas mampu melakukan banyak hal secara mandiri

Kenapa Orang Cerdas Biasanya Keras Kepala? Ini 5 Jawaban IlmiahnyaIlustrasi orang bekerja menggunakan laptop. (pexels.com/Burst)

Tak bisa dimungkiri bahwa orang cerdas bisa melakukan banyak hal secara mandiri. Jika sudah begini, mereka akan merasa bahwa mereka tidak membutuhkan bantuan orang lain dan ini menjadi salah satu penyebab dari sifat keras kepala orang cerdas. Sebuah studi dan riset yang dilakukan ilmuwan membuktikan bahwa orang cerdas lebih suka menyendiri ketimbang berada di tengah keramaian.

Sebuah makalah sains yang diterbitkan dalam British Journal of Psychology menjelaskan kenapa banyak orang cerdas di dunia ini justru merasa tidak nyaman dengan keramaian, meskipun ia berada di tengah-tengah pergaulannya. Orang cerdas rupanya sering merasa tidak puas terhadap lingkungan dan keadaan yang melibatkan banyak orang. Itu sebabnya, orang cerdas lebih menikmati waktu-waktunya seorang diri dan mereka bahagia dengan hal tersebut.

Baca Juga: Ternyata Ini 7 Alasan Ilmiah Kenapa Bangkai Kucing Jarang Ditemukan

3. Orang cerdas tidak hidup di bawah perintah orang lain

Kenapa Orang Cerdas Biasanya Keras Kepala? Ini 5 Jawaban IlmiahnyaIlustrasi sedang bekerja seorang diri. (pexels.com/Olia Danilevich)

Pernahkah kamu sadari bahwa kebanyakan orang cerdas itu biasanya memilih bekerja menjadi ilmuwan, pengusaha, pengajar, dokter, pemusik, penulis, seniman, produser, dan pekerjaan sejenis yang tidak menerapkan unsur hierarki? Yup, itu adalah fakta yang ada di lapangan. Mereka tidak suka bekerja di sebuah lingkungan yang menerapkan sistem hierarki alias kepatuhan dari atas ke bawah.

Dengan kata lain, kebanyakan orang cerdas itu tidak bisa menerima perintah karena memang mereka memiliki peraturan sendiri. Namun, situasi ini bukanlah sebuah kemutlakan karena ada juga orang-orang yang cerdas merasa nyaman bekerja di lingkungan yang menerapkan sistem hierarki. Jadi, sifatnya yang sulit menerima perintah dari orang lain inilah yang membuat orang cerdas cenderung dianggap keras kepala.

4. Orang cerdas hidup berdasarkan prinsip yang akan membuat mereka tampak perfeksionis

Kenapa Orang Cerdas Biasanya Keras Kepala? Ini 5 Jawaban IlmiahnyaIlustrasi bekerja dalam tim. (pexels.com/Cottonbro)

Biasanya, dalam sebuah tim kerja, orang yang cerdas akan dominan dan ia akan menjalankan sesuatunya berdasarkan prinsip yang ia yakini. Hal inilah yang menyebabkan orang cerdas dipandang sebagai orang yang keras kepala, perfeksionis, dan berpendirian teguh. Malah, dalam tingkatan tertentu, hal ini bisa membuat orang cerdas cenderung merasa selalu khawatir akan hal-hal yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.

Dikutip dari laman Healthline, kebanyakan orang cerdas (dan genius) memiliki perasaan khawatir dan cemas yang lebih tinggi. Ia akan memikirkan segala hal secara detail dan sedapat mungkin menghubungkan segala sesuatunya dengan prinsip yang ia yakini. Itu sebabnya, banyak orang cerdas dan genius yang sepintas dinilai kurang bahagia, meskipun pada akhirnya kebahagiaan adalah relatif.

5. Banyak orang yang bergantung pada orang cerdas, padahal orang cerdas itu cenderung malas

Kenapa Orang Cerdas Biasanya Keras Kepala? Ini 5 Jawaban IlmiahnyaIlustrasi presentasi dalam pekerjaan. (pexels.com/Elevate Digital)

Tanpa disadari, ada banyak orang di dunia ini yang bergantung pada orang cerdas. Padahal, orang cerdas itu cenderung malas melakukan hal-hal yang merepotkan. Mayoritas orang cerdas akan melakukan sesuatu dengan cara yang efektif, efisien, tidak membuang waktu, dan jika perlu tanpa mengeluarkan tenaga. Mereka adalah pemikir sejati yang mampu menciptakan sebuah sistem di lingkungan pekerjaan dan bahkan sosial.

Kecenderungan seperti ini membuat orang cerdas menjadi sulit untuk diatur dan mereka memang akan menjadi orang yang malas dan keras kepala. Yup, diberitakan dalam laman CNBC, dalam studi dan penelitian ditemukan fakta menarik bahwa orang cerdas itu biasanya malas, tapi bisa sukses lebih cepat. Mereka tidak akan mau membuang-buang tenaga hanya untuk urusan-urusan yang bagi mereka tidak penting.

Nah, itu tadi beberapa jawaban dan alasan ilmiah mengenai orang cerdas dengan sifatnya yang keras kepala. Jadi, kamu sudah tahu, kan, kenapa orang cerdas itu cenderung keras kepala? Jika kamu orang yang malas, keras kepala, dan bisa melakukan apa pun secara mandiri, mungkin kamu termasuk orang cerdas.

Baca Juga: 6 Fakta Ilmiah Manfaat Kesehatan di Balik Memaafkan dan Pengampunan

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya