Bisa Mengancam Kehidupan, 5 Bukti Perubahan Iklim yang Terjadi di Bumi

Yuk, lebih peduli terhadap lingkungan

Secara sederhana, perubahan iklim dapat diartikan sebagai perubahan pola cuaca dalam skala masif yang terjadi di Bumi secara keseluruhan. Biasanya, perubahan iklim juga dimaksudkan sebagai perubahan statistik dari iklim dunia dalam jangka waktu yang sangat lama. Bumi pernah mengalami beberapa kali perubahan iklim secara ekstrem di masa lampau.

Nah, saat ini ada banyak pengamat dan ilmuwan yang menemukan bukti-bukti yang mengarah pada perubahan iklim bumi secara keseluruhan. Kalau masih ragu dengan perubahan iklim yang benar-benar terjadi di dunia, kamu bisa menyimak lima bukti valid berikut ini. Apa saja? Yuk, disimak!

1. Peningkatan suhu secara global di banyak wilayah Bumi

Bisa Mengancam Kehidupan, 5 Bukti Perubahan Iklim yang Terjadi di Bumiconserve-energy-future.com

Suhu permukaan Bumi di beberapa tahun ini memang terus merangkak naik meskipun secara perlahan. Data cuaca yang dicatat dalam laman Climate menyatakan bahwa sejak 1998 Bumi mengalami peningkatan suhu yang cukup intens. Bahkan, sejak 2005 hingga tahun-tahun berikutnya Bumi pernah mengalami kenaikan suhu tertinggi.

Nah, pada 2020, data cuaca terbaru mencatat bahwa suhu di permukaan Bumi telah naik 0,5 derajat celcius lebih hangat dibandingkan dengan cuaca pada era 1998 - 2005. Peningkatan suhu terjadi akibat efek rumah kaca, yakni meningkatnya jumlah atau kadar karbon dioksida dan gas lainnya di atmosfer Bumi.

Jika tidak ada perubahan pada 2030, maka suhu akan meningkat lagi sebesar 0,5 derajat celcius dibandingkan suhu saat ini. Dikhawatirkan akhir abad ini Bumi akan mengalami kenaikan suhu secara masif hingga beberapa derajat celcius, jika tidak ada perubahan dalam mengelola lingkungan hidup.

2. Kenaikan permukaan air laut

Bisa Mengancam Kehidupan, 5 Bukti Perubahan Iklim yang Terjadi di Bumithepointsguy.com

Kenaikan air laut menjadi salah satu bukti dari pemanasan global. Jika perubahan iklim ini terus terjadi, maka pulau-pulau kecil yang letaknya rendah dan sejajar dengan air laut bisa tenggelam di masa yang akan datang. Menurut data yang ditulis dalam laman National Ocean Service, permukaan air laut telah mengalami kenaikan sebesar seperdelapan inci per tahun.

Bahkan, pada 2014 lalu permukaan air laut global lebih tinggi 2,6 inci secara rata-rata dibandingkan pada 1993. Data saat ini mengenai bencana alam juga mencatat bahwa banjir akibat naiknya permukaan air laut lebih sering terjadi dibandingkan 1 dekade lalu. Penyebab utama kenaikan permukaan air laut adalah ekspansi termal yang disebabkan oleh pemanasan laut secara global.

Sifat air akan mengembang jika air dipanaskan. Lalu, juga ada pencairan es secara masif yang terjadi di beberapa wilayah Bumi, semisal wilayah Kutub Bumi. Pencairan es membuktikan bahwa suhu rata-rata di Bumi meningkat secara pasti tanpa kita sadari.

Baca Juga: 10 Negara dengan Iklim dan Cuaca Terbaik di Dunia!

3. Ancaman bagi beberapa spesies

Bisa Mengancam Kehidupan, 5 Bukti Perubahan Iklim yang Terjadi di Bumimasterstudies.com

Perubahan iklim juga akan mengancam keberadaan beberapa spesies di alam dan itu sudah terjadi. International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencatat bahwa ada 19 persen spesies di Bumi yang terancam akibat perubahan iklim. Bahkan, menurut data, jika ancaman ini terus berlangsung, maka spesies-spesies tersebut akan menyusul masuk ke dalam daftar kepunahan.

Salah satu spesies mamalia tikus Australia dinyatakan punah akibat perubahan iklim. Spesies mamalia tersebut adalah tikus bernama ilmiah Melomys rubicola. Para ilmuwan dan ahli satwa menyatakan kepunahan tikus kecil tersebut terjadi akibat perubahan iklim yang terjadi secara intens di beberapa wilayah Australia. Sarang-sarang hewan yang berada di bawah tanah memang sangat rentan terendam air laut.

4. Meningkatnya konsentrasi karbon dioksida

Bisa Mengancam Kehidupan, 5 Bukti Perubahan Iklim yang Terjadi di Bumimedium.com

Karbon dioksida (CO2) adalah salah satu senyawa gas yang menyebabkan efek rumah kaca. Senyawa kimia yang juga disebut zat asam arang ini bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan hidup di berbagai belahan dunia, terutama dalam hal polusi udara. Selain karbon dioksida, gas metana (CH4) dan nitrous oxide (N2O) juga menjadi senyawa kimia yang berperan besar memunculkan efek rumah kaca.

NASA dalam lamannya menulis bahwa selama 170 tahun terakhir, konsentrasi karbon dioksida meningkat sebesar 47 persen dan itu merupakan kabar buruk karena bisa berujung pada bencana global. Dari tahun ke tahun, kadar beberapa senyawa kimia yang menyebabkan efek rumah kaca memang terus meningkat dan menyebabkan kualitas udara semakin memburuk.

5. Terjadinya peristiwa alam yang ekstrem

Bisa Mengancam Kehidupan, 5 Bukti Perubahan Iklim yang Terjadi di Bumilocal10.com

Kejadian atau peristiwa alam ekstrem memang juga sering terjadi di zaman purba. Namun, perubahan pola dari kejadian-kejadian alam tersebut terus mengalami penyimpangan di zaman modern akibat adanya perubahan iklim di muka Bumi. Center for Climate and Energy Solutions menjelaskan bahwa kenaikan suhu air laut dapat memperparah peristiwa alam seperti badai topan.

Suhu permukaan air laut yang lebih hangat dapat meningkatkan kecepatan angin badai tropis yang akan berdampak lebih mematikan. Menurut data cuaca yang dianalisis di berbagai negara, badai dengan kategori 4 dan 5 telah meningkat 10 persen di zaman modern ini dibandingkan beberapa puluh tahun lalu. Jika perubahan iklim ini terus berlangsung, maka Bumi akan menerima dampak kerusakan yang lebih parah di masa yang akan datang.

Itulah beberapa bukti mengenai perubahan iklim global yang saat ini tengah terjadi di Bumi. Yuk, kita lebih peduli lagi terhadap lingkungan hidup di sekitar kita. Sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga Bumi ini agar selalu lestari.

Baca Juga: Harus Dijaga! Ini 5 Manfaat Penting Pohon bagi Kehidupan di Bumi

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya