Comscore Tracker

Dianggap Sesat & Menyimpang, 5 Tokoh Sains Ini Dikucilkan Lingkungan

Pemikiran mereka tidak sepaham dengan kaum puritan

Puritanisme adalah sebuah ideologi atau gagasan tentang kemurnian. Sejarahnya, puritanisme lahir dari bangsa Eropa pada abad pertengahan hingga abad ke-17. Kaum puritan tersebut adalah mereka yang menginginkan adanya kemurnian teologi dan doktrin-doktrin keagamaan.

Ironisnya, beberapa kalangan puritan tersebut justru terkesan memojokkan mereka yang berjuang di jalan sains. Pada zaman tesebut, ada banyak ilmuwan di Eropa yang dianggap sesat dan murtad hanya karena mereka memiliki pandangan baru, yakni sebuah ilmu pengetahuan.

Nah, ada beberapa ilmuwan dan tokoh besar yang pernah hidup sengsara karena berseberangan dengan mayoritas puritan di zaman itu. Siapa saja, ya? Yuk, disimak!

1. Galileo Galilei

Dianggap Sesat & Menyimpang, 5 Tokoh Sains Ini Dikucilkan Lingkunganeluniversal.com

Galileo Galilei bukan tokoh sembarangan. Ia merupakan salah satu ilmuwan terbesar di zaman modern. Galileo lahir pada 15 Februari 1564 dan meninggal dunia pada 8 Januari 1642. Ilmuwan asal Italia ini adalah tokoh sains yang menggagas banyak pemikiran dan hipotesis mengenai astronomi, fisika, dan matematika.

Teori dan hasil dari pemikirannya telah banyak diaplikasikan dalam keilmuan sains modern. Namun, Galileo bukanlah seorang ilmuwan yang dihormati pada zamannya. Justru, di saat itu adalah era di mana kaum puritan sangat merajalela di Italia.

Britannica dalam lamannya mencatat bahwa Galileo disebut-sebut tidak dapat menghidupi diri dan keluarganya dengan layak. Ia memang mendapatkan gaji dari Universitas, namun, saat itu profesi seorang pengajar sains dan ilmuwan bukanlah profesi yang bagus di tengah masyarakat yang puritan.

Karena masalah finansial itulah Galileo memutuskan untuk hidup melajang. Bahkan, dalam hal materi, Galileo sering merasa minder. Belum lagi ditambah dengan perlakukan lingkungan sekitar yang tidak bersahabat dengannya.

Puncaknya adalah pengadilan yang dihadapi oleh Galileo di hadapan Gereja Katolik Roma. Saat itu, Galileo mendukung pemahaman yang menyatakan bahwa Bumi mengelilingi Matahari. Namun, kaum puritan memaknai pemahaman Galileo sebagai sebuah penghujatan terhadap agama.

Akhirnya, Galileo diputuskan bersalah oleh pengadilan. Ia harus menjalani hukuman tahanan rumah sampai akhir hidupnya. Cukup ironis, bukan? Padahal, Galileo adalah penemu teleskop double lens (lensa ganda) pertama, di mana ia dapat menemukan Planet Jupiter beserta satelit-satelitnya.

2. Nicolaus Copernicus

Dianggap Sesat & Menyimpang, 5 Tokoh Sains Ini Dikucilkan Lingkunganbiographyexpress.com

Mungkin bisa dikatakan bahwa Nicolaus Copernicus menjadi satu-satunya ilmuwan yang sembunyi-sembunyi dalam mendobrak tradisi leluhur. Bagaimana tidak, di saat hampir setiap orang percaya bahwa Bumi menjadi pusat alam semesta, Copernicus justru menyatakan sebaliknya.

Nicolaus Copernicus menggagas sebuah teori sains yang menyatakan bahwa Bumi bukanlah pusat alam semesta, bahkan Bumi juga bukan pusat Tata Surya. Bumi hanyalah sebuah planet kecil yang mengelilingi Matahari, sama dengan planet-planet lainnya.

Tak ayal gagasan teori tersebut dengan cepat dianggap sebagai hal yang tabu dan bidah (kesesatan) bagi banyak orang. Ilmuwan yang lahir pada 19 Februari 1473 tersebut harus menjalani kehidupan yang tak mengenakkan. Guru dari Galileo tersebut bahkan harus menyembunyikan beberapa penemuannya agar tidak dihukum oleh pengadilan gereja.

History dalam lamannya mencatat bahwa pada abad ke-17 teori Nicolaus hanya dapat diterima di negara-negara yang tidak fanatik berlebihan terhadap suatu agama. Mulai abad ke-18, teori Nicolaus sudah dapat diterima di hampir seluruh negara Eropa.

3. Rene Descartes

Dianggap Sesat & Menyimpang, 5 Tokoh Sains Ini Dikucilkan Lingkungangohighbrow.com

Rene Descartes adalah seorang filsuf dan ahli matematika asal Prancis yang lahir pada 31 Maret 1596. Descartes adalah keturunan dari keluarga terpandang dan serba berkecukupan.

Pemikiran-pemikirannya menjadi salah satu karya yang cukup disegani di Eropa. Dengan beberapa penemuan hebatnya tersebut, Descartes menjadi simbol bagi filsafat di dunia modern. Namun, bukan berarti gagasan dan pemikirannya dapat diterima begitu saja oleh kaum puritan.

Sejak Descartes mengaitkan filsafat dengan konteks Ketuhanan dan sains, di mana ia membagi beberapa material yang ada di dalamnya, sebagian dari gagasannya tersebut dianggap bertentangan dengan dogma atau doktrin agama mayoritas di Prancis dan Belanda pada saat itu.

Memang, Descartes tidak mendapat hukuman penjara atau tahanan rumah. Namun, masyarakat di sekitarnya yang cenderung puritan menganggap bahwa Descartes pantas untuk dicaci dan dihukum.

Hingga ia meninggal dunia pada 11 Februari 1650, Descartes tak dapat hidup tenang. Hidupnya dipenuhi oleh kritik, cacian, dan suara sumbang dari banyak pihak. Bahkan, kalangan Protestan fanatik terus menyuarakan agar Descartes ditarik ke pengadilan dan dihukum seumur hidup.

Baca Juga: 5 Fakta Tentang Al Khawarizmi, Ilmuwan Jenius Penemu Aljabar

4. Giordano Bruno

Dianggap Sesat & Menyimpang, 5 Tokoh Sains Ini Dikucilkan Lingkunganecampania.it

Seperti ditulis dalam laman History Today, Giordano Bruno merupakan salah satu ilmuwan Eropa yang memiliki hidup yang tragis. Ia diseret ke tengah alun-alun kota yang sedang ramai dan dibakar sampai mati.

Giordano Bruno adalah seorang ilmuwan, astronom, dan ahli filsafat. Ia juga merupakan mantan biarawan Dominikan yang memiliki pemikiran bertentangan dengan kaum fanatik keagamaan di Italia pada saat itu.

Pada saat itu, selain Bruno mendukung dengan apa yang digagas oleh Nicolaus Copernicus, ia juga memiliki pandangan yang membuat kalangan gereja sangat murka. Giordano Bruno dianggap sebagai penista agama, pendosa, sumber kesesatan, dan penentang ajaran gereja.

Pemikiran Bruno dinilai terlalu liberal dan meniadakan agama, meskipun pada awalnya ia adalah seorang biarawan. Karena hal inilah, Bruno dianggap sebagai pengkhianat dan telah dimasukkan sebagai kalangan yang murtad. Hingga pada akhirnya, ilmuwan yang lahir pada Januari 1548 tersebut dibakar hidup-hidup hingga tewas pada 17 Februari 1600.

5. Charles Darwin

Dianggap Sesat & Menyimpang, 5 Tokoh Sains Ini Dikucilkan Lingkungannhm.ac.uk/Charles Darwin

Sampai saat ini pun Charles Darwin masih banyak dibenci oleh berbagai macam kalangan, bahkan di tengah para ilmuwan itu sendiri. Teori sains yang paling berpengaruh yang pernah ia gagas adalah teori evolusi.

Jelas saja teori tesebut mengundang pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat Eropa, bahkan dunia. Di Eropa sendiri, ada kalangan puritan dan fanatik keagamaan yang menentang habis-habisan teori evolusi.

Mereka yang menentang Darwin telah menggagas sebuah teori lain yang dikenal sebagai kreasionisme (paham penciptaan). Britannica mencatat bahwa paham kreasionisme bermula dari kalangan konservatif gereja di Eropa yang ingin menandingi teori evolusi Charles Darwin.

Uniknya, hingga kini "peperangan" tersebut masih ada dan bahkan masih sering diperdebatkan di forum-forum diskusi internasional. Pada awal-awal Darwin mengeluarkan teorinya, ia sering mendapatkan hujatan dan intimidasi.

Namun, untungnya Darwin berada pada era modern di mana ilmuwan dan kalangan akademisi sudah semakin banyak dan tersebar di seluruh dunia. Teori evolusi yang awalnya kontroversial juga akhirnya diakui oleh sains, terutama dalam bidang biomolekuler.

Itulah beberapa ilmuwan dan tokoh besar yang dulunya dianggap sesat dan menyimpang. Ternyata, menyuarakan sains di masa lalu membutuhkan perjuangan hidup dan mati, ya!

Baca Juga: Gak Hanya Albert Einstein, Ini 7 Ilmuwan dengan Penemuan Luar Biasa

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya