Comscore Tracker

Evolusi Sejarah Bumi yang Butuh Miliaran Tahun, Bagaimana Prosesnya?

Bumi mulai terbentuk 4,5 miliar tahun lalu

Bumi merupakan planet yang dipenuhi dengan kehidupan organisme biologis. Tidak seperti planet-planet di sekitarnya, Bumi memiliki segala yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah kondisi nyaman bagi keberadaan makhluk hidup. Jika melihat Venus dan Merkurius, misalnya, kedua planet tersebut tidak bisa ditinggali organisme karena lingkungannya terlalu panas.

Nah, ternyata planet kita ini juga mengalami evolusi dan perkembangan dari masa ke masa. Menurut sains, dibutuhkan miliaran tahun bagi Bumi untuk berproses. Yuk, kita lihat bagaimana evolusi dan sejarah Bumi dari era purba ke zaman modern saat ini. Simak, ya!

1. Bumi terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu

Evolusi Sejarah Bumi yang Butuh Miliaran Tahun, Bagaimana Prosesnya?Ilustrasi pembentukan awal planet di tata surya kita. (medium.com/Mark A. Garlick)

Pembentukan Bumi berawal dari zaman tata surya purba. Seperti diulas dalam laman Space, tata surya sudah mulai terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu. Awalnya, tata surya merupakan kumpulan awan debu dan gas dalam sebuah zona bernama Nebula Surya. Dengan adanya kekuatan gravitasi, objek dan partikel yang ada berputar dan terpusat pada satu titik sebagai cikal bakal Matahari.

Kekuatan gravitasi yang lebih kecil membentuk objeknya masing-masing, seperti planet dan planet katai (kerdil). Bumi menjadi salah satu planet yang terbentuk dari gumpalan gas, awan panas, debu, dan seluruh partikel yang ada di Nebula Surya. Kala itu, Bumi belum layak dikatakan sebuah planet karena bentuknya masih berupa bulatan objek yang sangat panas (bola pijar).

Perputaran yang membentuk bulatan tersebut terjadi selama 100 juta tahun diukur dari pembentukan Matahari. Pada 4,5 miliar tahun lalu, Bumi mulai terbentuk dari berbagai macam zat dan partikel. Karena perputarannya yang konstan, kondisi Bumi makin stabil dan suhunya juga menurun.

2. Bulan juga terbentuk di waktu yang hampir bersamaan

Evolusi Sejarah Bumi yang Butuh Miliaran Tahun, Bagaimana Prosesnya?Ilustrasi tabrakan besar di masa lalu yang menyebabkan terbentuknya Bulan. (syfy.com)

Ilmuwan dan kalangan akademisi memprediksi bahwa Bulan juga terbentuk di waktu yang nyaris bersamaan dengan Bumi. Mereka mendapatkan bukti berupa batuan Bulan yang dibawa oleh misi Apollo 11 pada saat pendaratan manusia di Bulan pada 1969. Menurut laman Natural History Museum, ada sebuah teori yang dikaitkan dengan pembentukan Bulan.

Pakar astronomi meyakini bahwa Bulan terbentuk akibat tabrakan dua objek angkasa pada saat kondisinya masih berupa bola pijar, yakni Bumi muda dan planet yang tidak sempurna. Nah, akibat tabrakan besar tersebut, muncul Bulan sebagai sisa-sisa dari peristiwa yang terjadi pada 4,5 miliar tahun lalu.

Bulan sendiri merupakan satelit alam milik planet dan ia memiliki orbitnya sendiri. Planet mengorbit pada bintang Matahari karena perbedaan gaya gravitasi. Begitu juga Bulan yang mengorbit pada planet disebabkan oleh alasan yang sama.

3. Bumi mulai dingin dan stabil

Evolusi Sejarah Bumi yang Butuh Miliaran Tahun, Bagaimana Prosesnya?Ilustrasi Bumi disaat mulai dingin dan stabil. (earth.com)

Dibutuhkan ratusan juta tahun agar Bumi menjadi sebuah planet yang lebih dingin dan stabil. Karena di era ini air sudah mulai muncul, Bumi sudah memiliki salah satu elemen pembentuk kehidupan. Sekelompok ilmuwan dari Universitas California (UCLA) dan Universitas Perth melakukan studi mendalam terkait sejarah keberadaan air di Bumi.

Hasilnya, seperti ditulis dalam Science Daily, Bumi memiliki air yang cukup masif pada 4,3 miliar tahun lalu. Ini sejalan dengan kondisi Bumi yang mulai stabil dan dingin. Air yang menjadi elemen kehidupan sudah memiliki banyak molekul mikro di zaman purba. Bahkan, sekitar 4 miliar tahun lalu, pembentuk kehidupan pertama mulai bekerja di alam.

4. Awal mula kehidupan

Evolusi Sejarah Bumi yang Butuh Miliaran Tahun, Bagaimana Prosesnya?Stromatolit di Shark Bay Australia yang jadi saksi kehidupan di era Bumi purba. (dok. NASA/A. Anbar)

Banyak gagasan sains yang menyatakan bahwa kehidupan sederhana sudah ada di Bumi sekitar 2 hingga 3 miliar tahun lalu. Namun, berdasarkan riset yang dicatat dalam laman Science, sebagian bukti juga mengarah pada tanda-tanda kehidupan di 4 miliar tahun lalu. Adanya fosil mikroorganisme di batuan purba menjadi salah satu bukti bahwa Bumi sudah menampung kehidupan sejak miliaran tahun yang lampau.

Fosil-fosil mikroorganisme yang ditemukan di batu-batuan Australia diprediksi berusia sekitar 4 miliar tahun. Sebelumnya, ilmuwan menggunakan acuan data yang diterbitkan pada 1992. Namun, dengan teknologi pengukuran terbaru, didapatkan bukti bahwa fosil-fosil tersebut berusia 500 juta tahun lebih tua dibanding perkiraan awal.

Pada 3,5 hingga 4 miliar tahun lalu, Bumi sudah berada pada posisi stabil dengan dukungan zat pembentuk kehidupan, seperti air. Namun, kadar oksigen yang ada tidak dapat dilacak dengan pasti. Padahal, oksigen juga menjadi salah satu elemen pembentuk kehidupan. Jadi, apakah mikroorganisme purba tersebut membutuhkan oksigen atau tidak, hal ini masih menjadi bahan studi bagi banyak ilmuwan.

Baca Juga: 5 Fakta Air Terjun Mitchell, Wisata Air di Australia Barat

5. Kemunculan era organisme sederhana

Evolusi Sejarah Bumi yang Butuh Miliaran Tahun, Bagaimana Prosesnya?ilustrasi organisme purba di Bumi (wikimedia.org)

Kehidupan terus berevolusi dan akhirnya membentuk organisme yang lebih kompleks. Peristiwa ini tentu tidak terjadi dalam waktu singkat, tetapi membutuhkan ratusan juta hingga miliaran tahun. Natural History dalam lamannya menjelaskan bahwa kehidupan organisme sederhana di Bumi terjadi pada 2,4 miliar tahun lalu saat kadar oksigen cukup tinggi.

Ahli biologi menyebut bahwa organisme tersebut termasuk dalam golongan multiseluler. Mereka berevolusi dan membentuk spesiasi berdasarkan untaian gen dan DNA dari masing-masing individu. Dari sinilah tercipta sebuah populasi atau ekosistem bagi spesies-spesies tertentu yang mayoritas masih ada di lautan.

6. Migrasi ke darat

Evolusi Sejarah Bumi yang Butuh Miliaran Tahun, Bagaimana Prosesnya?ilustrasi peralihan organisme air ke darat di zaman purba. (thesun.co.uk)

Ada banyak jenis organisme lautan yang lambat laun juga menuju daratan. Selama jutaan hingga puluhan juta tahun, mereka mengembangkan adaptasi baru sebagai bentuk reaksi terhadap ganasnya alam. Hal ini didukung dengan keberadaan oksigen yang sangat masif di Bumi. Organisme yang tadinya bersifat sederhana, dalam rentang ratusan juta tahun, akan menjadi organisme yang kompleks.

Nah, evolusi tidak berhenti sampai di sini. Dilansir dalam New Scientist, pada 500 juta tahun lalu hewan-hewan sudah mulai menjelajahi daratan. Ilmuwan dan ahli fosil menyatakan bahwa euthycarcinoids mungkin menjadi spesies awal yang sanggup berpindah ke daratan secara perlahan. Spesies ini juga dianggap sebagai nenek moyang transisi dari organisme yang bisa hidup di laut sekaligus darat.

7. Keberadaan hewan-hewan besar yang menguasai Bumi

Evolusi Sejarah Bumi yang Butuh Miliaran Tahun, Bagaimana Prosesnya?ilustrasi zaman dinosaurus (phys.org)

Dinosaurus ada di Bumi pada 245 juta tahun lalu. Hebatnya lagi, mereka bisa sangat lama mengalami evolusi dan menjadi makhluk hidup yang menguasai Bumi. Jika dinosaurus punah pada 66 juta tahun lalu, itu artinya dinosaurus ada di Bumi selama 179 juta tahun. Mereka sudah bisa dikatakan sebagai spesies cerdas dengan kemampuan penyintas yang tangguh.

Di akhir era dinosaurus, terdapat era transisi yang memunculkan spesies-spesies baru yang berukuran lebih kecil. Dari sinilah muncul nenek moyang semua hewan modern dan bahkan primata. Kepunahan dinosaurus membuktikan bahwa seleksi alam akan berlaku bagi siapa saja yang tidak adaptif.

8. Zaman primata purba hingga keberadaan manusia modern

Evolusi Sejarah Bumi yang Butuh Miliaran Tahun, Bagaimana Prosesnya?ilustrasi manusia di zaman purba (geneticliteracyproject.org)

Jika diakumulasi secara keseluruhan, zaman kemunculan manusia purba hingga saat ini bisa diklasifikasikan sebagai perkembangan Bumi modern. Menurut laman Smithsonian, ada beberapa jenis primata purba yang muncul sebagai nenek moyang hewan modern. Mereka adalah purgatorius, altiatlasius, teilhardina, notharctus, dan eosimias.

Keberadaan nenek moyang primata tersebut diprediksi ada pada 65 juta tahun lalu, tepat setelah dinosaurus punah. Lalu, bagaimana dengan kemunculan manusia purba? Dalam evolusi, kelas Homo (manusia) dipisahkan dengan kera. Jadi, anggapan bahwa manusia berasal dari kera merupakan kesalahpahaman yang sering terjadi di kalangan awam.

Dilansir dalam laman History, kerabat tertua dari Homo sapiens atau manusia cerdas adalah Homo habilis yang sudah hidup sejak 2,4 juta tahun lalu. Akan tetapi, Homo sapiens sendiri baru ada sekitar 200 ribu tahun lalu. Sejak itu, keberadaan dan kecerdasan manusia purba makin maju dan mereka mampu menciptakan peradaban yang betul-betul berbeda dibanding organisme lainnya.

 

Mengikuti timeline ilmiah Bumi sejak awal mula terbentuknya cukup menarik untuk disimak. Semua organisme di dunia ini pun sudah berbagi DNA sejak zaman purba. Ternyata, evolusi sejarah yang terjadi di Bumi memang membutuhkan waktu miliaran tahun, ya.

Baca Juga: 8 Manusia Purba yang Dulu Pernah Tinggal di Bumi Mendampingi Kita

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Atqo

Berita Terkini Lainnya