Comscore Tracker

Dianggap Musuh Terbesar Yunani, 5 Fakta tentang Xerxes I dari Persia

Pernah jaya dan punya pasukan tempur terkuat

Apakah kamu pernah mendengar atau membaca tentang kisah Xerxes? Ya, jika kita melihat beberapa tayangan film garapan Hollywood, Raja Xerxes I digambarkan sebagai sosok pemimpin yang sangat kejam dari Persia. Namun, tidak semua apa yang pernah digambarkan tersebut akurat. Menurut sejarah, Xerxes I pernah ada dan ia memang memiliki citra sebagai raja yang sangat berambisi.

Bagaimana sejarah dan kehidupan Xerxes I di mata sains? Apakah ia memang memiliki pasukan immortal yang tidak bisa mati? Kalau penasaran, segera saja simak beberapa fakta menarik tentang Xerxes I dari Persia berikut ini.

1. Siapa sebenarnya Xerxes itu?

Dianggap Musuh Terbesar Yunani, 5 Fakta tentang Xerxes I dari PersiaLukisan yang menggambarkan raja di awal Kekaisaran Persia. (dok. Grunge/Juan Carlos Fonsesca Mata)

Xerxes sebetulnya merujuk pada sebuah penamaan yang bersangkutan dengan gelar. Kata xerxes berhubungan dengan bahasa dari Yunani dan Persia kuno, yakni xerses atau xsaya-rsa yang artinya 'penguasa' atau 'pahlawan'. Dalam bahasa Akkadia, makna dari Xerxes juga mengacu pada manusia pemimpin yang agung.

Nah, Xerxes atau Artaxerxes menjadi sebuah nama atau gelar kehormatan bagi raja-raja yang memimpin Persia di masa Dinasti Achaemenid atau Akhemeniyah. Salah satu raja yang memiliki nama tersebut adalah Xerxes I, seorang pemimpin kuat yang dinobatkan sebagai Xerxes Agung.

Dilansir laman Britannica, Raja Xerxes I menjadi raja sekaligus penguasa Persia dan sekitarnya pada 486—465 SM. Ia merupakan putra dari raja terdahulu yang bernama Darius I. Xerxes I memerintah Persia dengan penuh ambisi untuk menaklukkan Mesir, Babilonia, dan Yunani. Di kala itu, pasukan tempur mereka memang menjadi yang terbaik di muka Bumi.

2. Musuh bebuyutan dari Yunani

Dianggap Musuh Terbesar Yunani, 5 Fakta tentang Xerxes I dari Persiailustrasi tentara Yunani kuno (dok. War History Online)

Di masa yang sama, ada sebuah negeri yang juga memiliki peradaban dan kekuatan militer yang tak kalah hebat. Negeri tersebut adalah Yunani, sebuah wilayah yang menjadi satu-satunya incaran terbesar bagi Xerxes I. Faktanya, Darius I juga memiliki ambisi yang sama dan ia tidak pernah mencapai keinginannya tersebut.

Nah, sebagai pewaris takhta, wajar jika Xerxes I melanjutkan dendam dan ambisi dari ayahnya tersebut. Sangat tidak mudah menaklukkan Yunani dan dalam catatan sejarah. Ada begitu banyak pasang surut yang terjadi dalam peristiwa Perang Persia-Yunani. World History melansir bahwa Raja Darius I sudah memulai penaklukan besar-besaran pada 480 SM dan ditandai dengan pertempuran di tiga wilayah Yunani, yakni Thermopylae, Salamis, dan Platea.

Saat itu, Darius I gagal menaklukkan Yunani dan dipaksa pulang dengan tangan hampa. Setelah ia meninggal, rencana penaklukan kedua kembali dijalankan oleh Xerxes I. Dengan pasukannya yang masif, Persia sempat mencapai daratan pesisir Yunani dan mendudukinya dalam kurun waktu singkat. Namun, dengan perlawanan pasukan tempur Yunani dan Angkatan Laut Athena, Persia harus mengakui kekalahan dan mengakhiri invasinya.

Baca Juga: Sejarah Sumpah Pemuda: Kesadaran untuk Bersatu

3. Kisah kehidupan pribadi Xerxes lebih banyak ditulis oleh Herodotus

Dianggap Musuh Terbesar Yunani, 5 Fakta tentang Xerxes I dari PersiaPahatan batu yang melukiskan Amestris, istri dari Xerxes. (dok. The Historian Hut)

Ada begitu banyak sisi pribadi dari Xerxes yang ditulis oleh Herodotus, seorang penulis sekaligus filsuf dari Yunani. Seperti kisah yang dimuat dalam The Historian Hut, Herodotus pernah mengisahkan tentang murkanya istri Xerxes yang bernama Amestris akibat perselingkuhan suaminya. Kisah pribadi yang dikisahkan oleh Herodotus tersebut cukup detail meskipun masih membutuhkan studi mendalam.

Menurut World History, Herodotus masih dapat dijadikan acuan manakala pakar sejarah membutuhkan literatur tentang kehidupan di zaman Yunani kuno, termasuk hubungan mereka dengan Persia. Ada beberapa ketidaktepatan. Namun, secara umum, ia dapat diandalkan jika berbicara soal sejarah Yunani di era Sebelum Masehi. Perlu diingat bahwa Herodotus lahir pada 484 SM dan meninggal 413 SM. Masa ini merupakan era kejayaan Persia.

4. Sering dikaitkan dengan mistis

Dianggap Musuh Terbesar Yunani, 5 Fakta tentang Xerxes I dari PersiaLukisan yang mengilustrasikan Pasukan Abadi milik Persia. (dok. Universiteit Leiden)

Di mata banyak orang, termasuk dari kalangan rakyat Yunani, Xerxes I sering dikaitkan dengan mistis dan kekuatan supernatural. Salah satu hal yang dikaitkan dengan mistis dan mitos adalah Pasukan Abadi atau Immortal. Konon katanya, pasukan ini berada pada jumlah yang selalu pakem sebanyak 10 ribu tentara. Bahkan, ada rumor yang menyatakan bahwa mereka tidak bisa mati.

Well, anggapan tersebut tentu saja tidak benar dan terlalu dilebih-lebihkan. Faktanya, Xerxes I tidak memiliki pasukan yang berumur abadi. Immortal yang ada justru merujuk pada pasukan khusus yang sebetulnya sama saja dengan jenis pasukan lainnya. Namun, bedanya, jika ada anggota Pasukan Abadi yang tewas, anggota tersebut harus diganti dengan segera agar jumlahnya tetap sebanyak 10 ribu orang.

5. Kejayaan Persia terus merosot dan akhirnya ditaklukkan balik oleh Yunani-Makedonia

Dianggap Musuh Terbesar Yunani, 5 Fakta tentang Xerxes I dari PersiaPatung Alexander Agung yang terletak di kota Szkopje, Makedonia. (pexels.com/Tamas Marton)

Mungkin kamu pernah mendengar nama Alexander Agung, bukan? Ya, nama yang satu ini memang identik dengan kepemimpinan hebat di zaman Yunani Kuno. Alexander adalah seorang raja muda yang berasal dari Makedonia. Kala itu, Makedonia masih menjadi bagian administratif dari Yunani dan membuat Alexander otomatis menjadi pemimpin di Tanah Yunani.

Ditulis dalam laman ThoughtCo, setelah kegagalannya dalam menaklukkan Yunani, Xerxes I fokus pada pembangunan infrastruktur di ibu kota Kekaisaran Persia, yakni Persepolis. Ia tewas akibat dibunuh pada 465 SM dan kekuasaannya diteruskan oleh putranya yang bernama Artaxerxes I. Pada saat ini, Persia sudah mulai kehilangan sebagian besar sumber daya dan kemampuannya.

Dana yang dihabiskan untuk menaklukkan banyak wilayah ditambah dengan kegagalan invasi ke Yunani membuat Persia berada di ambang kebangkrutan. Puncaknya, pada 330 SM, Alexander Agung yang saat itu menjadi raja dari Kerajaan Yunani-Makedonia berhasil merebut dan menguasai Persepolis.

Dendam dan ambisi yang dilakukan oleh Xerxes I terbukti membawa Persia pada kemerosotan kejayaan. Dinasti Achaemenid sendiri berakhir pada 330 SM pada saat kepemimpinan Darius III.

Baca Juga: 11 Sejarah Perang Mawar, Perebutan Takhta Keluarga Inggris

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya