Comscore Tracker

Bagaimana Rasanya ke Luar Angkasa? Ini 5 Proses dan Penjelasannya

Apa kamu mau merasakan menjadi astronaut?

Apakah kamu pernah bertanya-tanya bagaimana rasanya melakukan perjalanan ke luar angkasa? Seru atau justru menakutkan, ya? Untuk saat ini, hanya astronaut yang telah melakukan latihan khusus yang bisa melakukan perjalanan luar angkasa. Ada banyak prosedur dan protokol yang harus dilakukan demi keamanan astronaut itu sendiri.

Seperti ditulis dalam laman sains Space, sudah ada perusahaan besar yang merencanakan untuk membuka wisata luar angkasa, tentu setelah pandemik COVID-19 ini teratasi. Dengan harga yang mahal, warga sipil dapat melakukan perjalanan wisata ke luar angkasa dan bahkan berkeliling orbit Bulan.

Nah, bagaimana sih rasanya melakukan perjalanan ke luar angkasa? Lima penjelasan ilmiah ini mungkin akan menjawab rasa penasaran kamu. Yuk, disimak!

1. Ada latihan khusus bagi para astronaut sebelum mereka ditugaskan ke luar angkasa

Bagaimana Rasanya ke Luar Angkasa? Ini 5 Proses dan Penjelasannyacanadiangeographic.ca

Tentu saja perjalanan ke luar angkasa sangat berbeda dengan perjalanan di Bumi pada umumnya. Salah satu perbedaan mendasar adalah perbedaan gravitasi antara Bumi dengan ruang hampa udara di luar angkasa. Itu sebabnya, astronaut atau siapa pun yang akan melakukan perjalanan ke luar angkasa, harus menjalani latihan khusus terlebih dahulu.

Orang yang lulus sarjana astronomi belum memiliki kualifikasi sebagai astronaut. Menurut laman NASA, seseorang bisa lulus menjadi astronaut dengan kualifikasi penuh pada saat ia bisa menyelesaikan program studi dan pelatihan khusus selama dua tahun. Calon astronaut akan belajar mengenai dasar pesawat ulang alik, stasiun luar angkasa, ilmu astronomi lanjutan, kekuatan fisik, tes kesehatan mental, dan segala hal yang berkaitan dengan gravitasi.

Oh ya, mereka juga akan diajarkan bagaimana cara mengoperasikan pesawat luar angkasa. Selama pelatihan berlangsung, calon astronaut diberikan jadwal latihan dengan menggunakan jet simulasi T-38 milik NASA yang dibuat semirip mungkin dengan pesawat luar angkasa aslinya.

Di antara semua proses latihan, mungkin latihan penyesuaian diri dengan perbedaan gravitasi merupakan salah satu yang terberat. Seorang calon astronaut harus terbiasa dengan zona gravitasi mikro atau bahkan gravitasi nol. Biasanya, mereka dengan fisik yang tak cukup kuat, akan mengalami mual, muntah, diare, dan mungkin pusing untuk beberapa waktu.

Astronaut yang berpengalaman sekali pun bisa jatuh sakit jika terlalu sering berada dalam zona gravitasi nol. Itu sebabnya, pelatihan ini harus dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Itu pun terkadang belum cukup untuk membuat seseorang bisa kuat menghadapi wilayah tanpa gravitasi

Oleh sebab itu, kebiasaan hidup di luar angkasa juga wajib dijalani sebelum keberangkatan mereka. NASA memiliki laboratorium khusus bawah air bernama Neutral Buoyancy Laboratory atau NBL. Pusat pelatihan ini akan memaksa calon astronaut untuk bekerja di dalam sebuah kolam raksasa dengan tekanan tertentu.

Dalam satu hari, calon astronaut bisa menghabiskan waktunya di dalam air selama 7 jam penuh. Bayangkan jika hal tersebut dilakukan selama bertahun-tahun. Bagi orang sehat pun, latihan seperti ini akan mengakibatkan perasaan mual, pusing, dan mungkin muntah akibat pencernaan yang tidak bekerja dengan normal.

2. Bagaimana rasanya saat pertama kali berada di dalam pesawat luar angkasa?

Bagaimana Rasanya ke Luar Angkasa? Ini 5 Proses dan Penjelasannyatwistedsifter.com

Pesawat luar angkasa disebut juga pesawat ulang-alik atau bahasa resminya adalah Space Transportation System atau STS. Pesawat atau wahana ini dirancang khusus untuk mengantarkan para astronaut ke luar orbit Bumi dengan membawa bobot muatan di atas 20 ribu kilogram.

Nah, bagaimana rasanya pertama kali berada dalam pesawat tersebut? Karena bagaimana pun, latihan selama bertahun-tahun belum tentu sama persis dengan apa yang akan dihadapi secara realita, bukan? Menurut astronaut yang sering pergi ke luar angkasa, pengalaman pertama kali mereka ke luar angkasa dianggap pengalaman yang tak akan tergantikan.

Kolonel Doug Wheelock, seorang astronaut NASA menceritakan sebagian pengalaman pertamanya pada saat ia ditugaskan dalam misi ke luar angkasa. Dalam UNCTV Science, ia menjelaskan bahwa kesunyian adalah hal pertama yang ia rasakan pada saat pesawat mulai meninggalkan Bumi.

Selain itu, bagi Wheelock, ada perasaan rindu yang amat mendalam untuk kembali ke Bumi. Mungkin perasaan atau pengalaman masing-masing astronaut bisa berbeda satu sama lain. Namun, yang jelas perjalanan ke luar angkasa memang menjadi sebuah pengalaman yang menegangkan sekaligus membuat penasaran bagi semua awak astronaut.

Secara fisik, astronaut yang berada dalam pesawat luar angkasa juga akan mengalami tekanan gravitasi dalam kecepatan yang sangat tinggi. Laman Space mengungkap bahwa kebanyakan astronaut akan mengalami sedikit gangguan pada penglihatan mereka karena selama di pesawat ulang-alik, tekanan gravitasi dan kecepatan pesawat membuat fisik mereka menderita.

Jika kamu tidak memiliki ketahanan fisik yang prima, kamu bisa mengalami mual yang parah, muntah, pusing berat, pingsan, dan bahkan gangguan pada jantung. Terkadang, meskipun proses latihan di Bumi dapat dijalani dengan baik, belum tentu seorang astronaut sanggup langsung beradaptasi dengan perbedaan zona gravitasi.

Baca Juga: Tidak Mudah, Ini 12 Fakta Kehidupan di Stasiun Luar Angkasa 

3. Berada di luar angkasa dalam kurun waktu yang lama akan berpengaruh pada fisik dan mental

Bagaimana Rasanya ke Luar Angkasa? Ini 5 Proses dan Penjelasannyaamerica.gov

Bukan hal mudah untuk dapat bertahan hidup di luar angkasa. Misi dan tugas yang ditanggung oleh astronaut pun juga sangat berat karena nyawa mereka menjadi taruhannya. Nah, jika suatu saat memang benar-benar sudah ada wisata luar angkasa yang kamu ikuti, kamu harus belajar banyak mengenai pengalaman orang-orang yang telah berada di luar angkasa dalam kurun waktu yang lama.

Bagaimana rasanya hidup di luar angkasa dalam kurun waktu yang lama? Menurut laman NASA, luar angkasa adalah sebuah zona yang tidak aman bagi manusia. Ada banyak radiasi di sana dan hal ini akan meningkatkan risiko terpaparnya astronaut oleh radiasi-radiasi tersebut. Luar angkasa juga merupakan zona yang sangat amat sepi dan jauh dari semua orang yang kamu kenal.

Fisik prima saja bukan jaminan bahwa kamu akan kuat untuk berada di luar angkasa. Dibutuhkan mental kuat untuk menjalani kehidupan di sana karena kondisinya sangat berbeda dengan di Bumi. Di luar angkasa, astronaut juga wajib menjaga asupan bergizi yang sudah ditentukan oleh NASA, yakni makanan kering yang dibekukan.

Jika kamu berada di luar angkasa dalam jangka waktu yang lama, kamu wajib melakukan olahraga untuk mencegah kerusakan pada tulang dan otot tubuhmu. Ya, tubuhmu bisa rusak jika terlalu lama berada di wilayah gravitasi mikro. Organ-organ tubuh yang terbiasa bekerja dengan gravitasi Bumi, akan berubah dan beradaptasi dengan gaya gravitasi yang baru.

Salah satu astronaut senior asal Amerika yang pernah tinggal di luar angkasa selama satu tahun penuh adalah Scott Kelly. Menurutnya salah satu kendala dan beban berat dari astronaut adalah perbedaan medan gravitasi antara Bumi dan luar angkasa. Untuk beberapa hari mungkin masih bisa, namun bagaimana jika satu tahun penuh? Fisikmu akan drop dan koordinasi beberapa bagian tubuhmu akan sulit untuk dikontrol.

Jika fisikmu mampu melewati itu semua, maka itu belum cukup karena tinggal di luar angkasa bisa membuatmu gila. Ya, Scott menceritakan pengalamannya dalam kesendirian dan kehampaan yang luar biasa sunyi di atas sana. Jika mental seseorang rapuh, maka ia bisa gila dan mungkin akan bunuh diri di luar angkasa, entah bagaimana caranya. Bagaimana? Sudah siap ke luar angkasa?

4. Meskipun berbahaya, perjalanan ke luar angkasa adalah pengalaman yang tak terlupakan

Bagaimana Rasanya ke Luar Angkasa? Ini 5 Proses dan Penjelasannyamedicalnewstoday.com

Untuk saat ini tentu saja hanya segelintir orang yang bisa melakukan perjalanan ke luar angkasa. Mereka adalah astronaut yang dipilih untuk melakukan beberapa misi dan tugas penting. Namun, di masa yang akan datang, mungkin perjalanan luar angkasa akan dianggap sebagai suatu hal yang lumrah.

BBC Future dalam lamannya menulis bahwa di masa depan akan ada sebuah zona wisata di luar angkasa lengkap dengan keberadaan hotel layaknya di Bumi. Stasiun Aurora adalah wahana antariksa yang digadang-gadang bisa dijadikan hotel pertama di luar angkasa. Terlepas dari risiko dan tingkat bahayanya, perjalanan ke luar angkasa bisa jadi merupakan hal yang tak tergantikan dalam kehidupan seseorang.

Bahkan, di masa depan juga kemungkinan manusia bisa melakukan eksplorasi ke planet sekitar Bumi, misalnya Mars. Saat ini, misi ke Mars sudah dilakukan meskipun hanya bisa mengirimkan robot ke sana. Dengan misi eksplorasi tersebut, NASA mendapatkan banyak data mengenai Mars yang akan dijadikan rujukan untuk misi penjelajahan manusia ke Mars pada waktu yang akan datang.

5. Kembali ke Bumi juga bukanlah perkara mudah

Bagaimana Rasanya ke Luar Angkasa? Ini 5 Proses dan Penjelasannyacoastcommunitynews.com.au

Setelah memenuhi jadwal misi di luar angkasa, perjalanan kembali ke Bumi pun bukanlah perkara yang mudah. Laman Air and Space menjelaskan bahwa astronaut yang kembali ke Bumi akan melalui beberapa cara yang berbeda. Astronaut bisa menggunakan pesawat ulang-alik NASA jika jumlah awak yang pulang cukup banyak.

Di lain waktu, jika hanya seorang diri, bisa saja astronaut kembali dengan menggunakan kapsul khusus yang akan mengantarkannya ke Bumi dengan selamat. Kembali ke Bumi dengan menggunakan kapsul khusus sudah sering dipraktikkan oleh Rusia melalui beberapa orang kosmonautnya. Begitu pula dengan astronaut NASA, pulang ke Bumi dengan kapsul dianggap sebagai tantangan tersendiri.

Jika astronaut kembali ke Bumi menggunakan pesawat NASA, maka biasanya perjalanan akan terasa lebih baik karena guncangan lebih dapat ditoleransi oleh fisik manusia. Namun sangat berbeda jika seseorang kembali ke Bumi menggunakan kapsul. Kebanyakan astronaut akan merasakannya bagaikan tabrakan mobil di sepanjang perjalanan.

Sensasi terjun dari ketinggian tertentu menggunakan kapsul khusus juga tidak mudah untuk ditoleransi oleh semua astronaut. Dengan fisik yang prima saja, seorang astronaut bisa merasakan mual luar biasa. Nah, jika kamu mudah untuk mengalami mabuk perjalanan, lebih baik kamu urungkan niatmu untuk ke luar angkasa karena hal tersebut justru akan menyiksa tubuhmu.

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai sensasi perjalanan ke luar angkasa. Bagaimana menurutmu? Apa kamu kuat melalui tahap-tahap "menyiksa" seperti di atas? Semoga artikel ini dapat memperkaya pengetahuan kamu, ya!

Baca Juga: Pencapaian Luar Biasa, Ini 8 Hal Pertama yang Menjelajahi Luar Angkasa

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya